Menikah Dengan CEO

Menikah Dengan CEO
Episode 80


__ADS_3

Beda dengan tadi sifat rian berubah 380° saat pertama kali bertemu dengan vivi , apa lagi ada Anisa gadis yang sudah lama dia incar tapi tidak pernah punya kesempatan , karena kesibukan pekerjaan yang di berikan oleh bos nya itu. “ bagai mana kabar mu” ucap rian setelah duduk di bangku yang ada di depan anis


“ seperti yang kau lihat” ucap Anisa cuek , sedangkan vivi dan dicky sibuk dengan urusan mereka , begitu pun dengan dimas sibuk makan siang.


Rian mengangguk paham melihat lekat wajah anisa “ masih sama, sama sama jutek” gumam rian dalam hati


“ oh iya bukannya dulu kalian akrab” ucap dicky , karena dia selalu mendengar rian menyebut nama Anisa dan juga sering memergoki mereka keluar bareng


“benar kah” tanya vivi tak percaya karena saat itu dia ada di negara K


Anisa merasa kesal pada bosnya itu bisa bisanya mengungkit sesuatu yang sudah berlalu, memang benar saat ini dia jomblo karena tidak ada kecocokan dengan kekasihnya , tapi dia juga tidak berharap banyak pada pertemuannya dengan rian yang sudah hampir 1 tahun putus hubungan ( tidak ada komunikasi) “ dulu” sahut anisa


“ jaman dulu kala? ”seru vivi sengaja menggoda sahabatnya itu ,


Rian tersenyum sekilas “ aku rasa baru kemarin” ucapnya


“ kemarin dari hong kong” seru anisa kesal , sedangkan vivi ingin tertawa melihat tingkah sahabatnya itu


“ kalau kau mau aku akan membawamu ke sana” ucap rian ,

__ADS_1


“ jiwa jomblo gue meronta” gumam Dimas sambil menggeleng kepala melihat tingkah rian , bos nya itu yang sibuk menikmati makanannya sesekali dia menyuapi vivi


Usai menikmati makan siang mereka , mereka kembali mengerjakan pekerjaan yang belum selesai , saat ini vivi berada di ruang kantor suaminya, dia berencana menunggu suaminya menyelesaikan pekerjaannya , untuk mengisi waktu luangnya vivi membaca buku , dia sengaja membaca di kamar yang berada di dalam kantor suaminya agar tidak mengganggu waktu kerja suaminya , 3 jam berlalu begitu saja semua karyawan sudah bergegas pulang , begitu pun dengan vivi dan dicky mereka menaiki lift khusus untuk CEO menuju parkir bawah tanah


※※


Anisa kini berjalan keluar dari area kantor , tiba tiba saja mobil sport hitam berhenti di depannya “ aku antar” ucap rian


Tanpa pikir panjang anisa masuk ke dalam mobil rian , karena dia sudah hafal tabiat rian yang tidak menerima sebuah penolakan , anisa diam saja saat rian sudah melajukan mobilnya jauh dari perusahaan A.H “ kau marah” ucap rian sambil fokus mengendarai mobil


“untuk apa” ucap Anisa cuek ,


Anisa diam saat mendengar ucapan rian dia ingat 3 bulan setelah kepergian rian yang tanpa kabar Dimas meminta nomor ponselnya di suruh rian hanya dia sudah terlanjur kecewa dengan sifat rian , dengan tegas dia tidak memberi nomornya pada Dimas .


“aku tidak memaksamu untuk percaya apa yang aku ucapkan , setidaknya aku sudah menjelaskan” ucap rian saat Anisa hanya diam seribu bahasa “sudah sampai” ucap rian setelah memarkirkan mobilnya di depan tempat kos Anisa.


“terima kasih” ucap anisa kemudian membuka pintu mobil


“Kau tidak mau menawari aku minum , aku haus” ucap rian sambil melihat Anisa yang turun dari mobil

__ADS_1


“ pamrih , cepat turun” ucap Anisa kemudian menutup pintu mobil ,


rian tersenyum mendengar kalimat itu , dia segera turun dan mengikuti Anisa dari belakang , beberapa jam yang lalu dia mencari informasi tentang Anisa , dia tau jika wanita yang berjarak dua langkah di depannya itu tidak mempunyai kekasih


※※※※


Untuk semua kakak kakak yang udah bantu vote saya ucapkan terima kasih sebanyak banyaknya , saya akan berusaha lebih giat lagi untuk membuat cerita ini semakin menarik dan tidak membosankan , jangan lupa bantu like dan vote yaa , dukungan kalian sangat berarti bagi saya .


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2