Menikah Dengan CEO

Menikah Dengan CEO
Episode 136


__ADS_3

Stella segera mengendong bara , saat mendengar suara bocah kecil itu “ paman kenapa kau menghalangi jalan bara” ucap bara pada laki laki yang berdiri di depan nya tanpa takut.


Mendengar suara bocah kecil itu , amarah Dicky memudar dia tersenyum sembari berucap “ maaf paman tidak bermaksud menghalangi jalan mu, aku teman mama mu, sudah lama sekali kita tidak bertemu bagaimana kalau kita makan malam bersama” ucapnya , tanpa sadar tangan nya menyentuh kepala bara , setelah itu dia menatap lekat Stella.


“ Maaf aku rasa anda salah orang tuan” sahut Stella , dia tidak ingin berurusan lagi dengan keluarga Herlambang , dengan Bryan maupun Dicky.


Seulas senyum licik tersungging di bibir Dicky “ saat ini Bryan ada di negara ini” ucapnya dengan nada rendah , kemudian tersenyum kembali saat melihat bara “ bagaimana apa aku salah orang” ucapnya tersenyum lebar.


Stella benar benar terkejut mendengar apa yang baru saja di katakan oleh Dicky, apa maksud pria itu memberi tahu tentang hal ini , apa dia akan memberikan dirinya pada pria gila itu, bagaimana jika hal itu terjadi apa yang akan terjadi pada bocah bertubuh kurus yang ada di pelukannya itu “ baik lah aku ikut dengan mu” ucapnya pasrah


Dicky mengangguk i  ucapannya kemudian berjalan masuk kearah mobil


“ bukannya mama baru saja bilang kalau tidak kenal dengan paman ini” ucap bara binggung.


“ sudah lama mama tidak bertemu dengannya jadi mama sedikit lupa” ucap Stella pada anaknya.


“ Paman itu sangat tampan aku suka” celoteh bara


“ Mama tau itu, tapi lebih tampan bara dari pada dia” sahut Stella , sambil berjalan ke mobil mewah yang terparkir di depannya.


“ benar kah?” tanya bara dengan wajah bahagia.


“ hemzz


Setelah jam kemudian


Stella dari tadi menanggapi anaknya yang membuat banyak pertanyaan untuk dirinya, mereka masih dalam perjalanan, sedangkan Dicky sibuk mengemudi mobil miliknya, sesekali dia berucap karena pertanyaan bocah imut itu bertubuh kurus itu.


Stella memperlihatkan jalan yang mereka lalui, ingin bertanya ke mana mereka akan pergi, tapi pertanyaan itu dia simpan dalam hati,


“ Om apa om menculik kita, kenapa dari tadi kita belum sampai juga” tanya bara dengan raut wajah takut, apalagi rute jalan yang mereka lalui cukup sepi, hanya ada beberapa kendaraan yang berpapasan sejak tadi.


“  tidak usah takut, sebentar lagi kita sampai” sahut Dicky ramah

__ADS_1


Stella memikirkan apa yang baru saja di katakan oleh putranya itu, raut wajahnya seketika pucat, dia khawatir jika Dicky menculik, ataupun lebih parahnya memberikan dirinya pada Bryan.


“ Waww ,apa itu istana” celoteh bara. Dengan raut wajah kagum, karena baru pertama kalinya dia melihat bangunan seindah itu , dia melihat sekeliling dengan raut wajah kagum, saat melihat sebuah bangunan bernuansa Eropa dengan beberapa orang yang bekerja di sekitar bangunan itu.


“ Kita akan makan malam di kediamanku” ucap Dicky setelah mobil yang dia kendarai sudah terparkir di halaman mansion , sebelum dia menjemput Stella dia sudah menghubungi istrinya terlebih dahulu, walau ada cekcok antara dia dan istrinya karena rencananya membawa Stella tinggal di kediaman mereka, entah sambutan seperti apa yang akan di berikan istrinya saat dia masuki mansion nanti.


Karena keadaan yang genting seperti saat ini dia tak ada waktu untuk menyiapkan tempat tinggal yang aman untuk mantan kekasih sekaligus kakak iparnya itu, dari pada dia mengatur ulang lagi keamanan yang ada.


Vivi masih tak setuju dengan rencana suaminya, wanita mana coba yang setuju kalau suaminya membawa mantan kekasihnya tinggal di bawa atap yang sama, sekali pun itu istri dari kakak iparnya sendiri, Vivi menarik nafas panjang untuk menyambut kedatangan mereka.


“ Kalian sudah sampai” sapa Vivi ramah, walau bagaimanapun dia harus bersikap sopan pada tamu yang datang ke rumahnya, menyampingkan egonya saat melihat suaminya dan Stella masuk ke dalam mansion , dia berjalan menyambut kedatangan ketiga orang itu.


“ dia istri ku sofia” ucap Dicky memperkenalkan  istrinya pada stella “ dan dia Stella , kau bisa membaginya kakak ipar” Ucap Dicky pada istrinya dia sengaja menekan kata kakak ipar agar istrinya itu tidak berpikir yang tidak tidak tentang dirinya , Kedua wanita itu saling berjabat tangan ramah saling menyebut nama masing masing.


Sebuah tangan kecil menarik celana Dicky , dengan wajah manyun bara berucap “ om , kenapa hanya mama yang di perkenalkan” ucapnya dengan tatapan tak teriman karena di abaikan keberadaan nya.


Vivi menahan senyum mendengar ucapan bocah itu, Dicky hanya terdiam mendengar kalimat itu , sedang kan Stella merasa sedikit canggung dengan keadaan saat ini.


“ wah , Tante hebat bisa tahu nama aku” ucap bara , dia langsung berjalan ke arah Vivi.


“ bukannya kita sudah bertemu kemarin” sahut Vivi sambil sedikit menundukkan kepalanya saat berbicara pada bara.


“ oh ya benar , Tante cantik yang kemarin” sahut bara senang.


Vivi menyuruh seorang pelayan yang ada untuk membawa bara bermain, sedangkan Dicky pergi meninggalkan mereka berdua karena ada panggilan telepon masuk.


“ kakak ipar ayo ke dalam , aku sudah menyiapkan kamar untuk kalian berdua” ucap Vivi


Stella merasa binggung dengan pernyataan Vivi bukannya mereka hanya di undang untuk makan malam, bukan menginap “ bukannya kami hanya makan malam” ucap Stella.


Vivi menautkan kedua alisnya , bisa bisanya suaminya itu menculik anak orang “ kalian akan tinggal di sini, untuk beberapa hari kedelapan, anggap saja rumah sendiri” ucapnya.


“ tapi” sahut Stella ragu

__ADS_1


“ tak perlu khawatir, kita itu keluarga” sahut Vivi Seulas senyum tipis terukir dibibir tipisnya, kemudian mengajak Stella berjalan mengelilingi mansion agar wanita itu tidak kesasar.


Beberapa saat kemudian, barang yang di pesan Vivi sudah sampai , dia memesan semua keperluan Stella dan juga Bryan, sedangkan suaminya sibuk dengan pekerjaannya di ruang kerja.


Sedangkan Bryan asik bermain dengan mainan baru yang di belikan Tante cantiknya, di ruang tv.


Vivi mengetuk pintu kamar Stella, dia bersama beberapa pelayan yang membawa  barang untuk Stella.


“ maaf aku baru saja selesai mandi” ucap stella setelah membuka pintu kamar, dia hanya mengenakan handuk kimono.


Vivi tercengang melihat Stella nya itu, dia tak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini , beberapa pelayan langsung menunduk kan kepala saat melihat Stella,


 


 


Jangan lupa like kak ,


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2