Menikah Dengan CEO

Menikah Dengan CEO
Episode 82


__ADS_3

※Hari berikutnya


Kemarin malam usai makan siang dengan alex dan cika , setlah sampai rumah vivi menjelaskan tentang usahanya di negara K yang dikelola oleh yun jha pada suaminya , seperti hari biasanya setalah usai sarapan dicky pergi ke kantor , sedangkan vivi  dan yun jha bersiap mencari tempat yang tepat untuk clothes shop atau butik yang akan mereka buka


※ lapangan golf


Dua orang paru baya di temani para petugas lapangan, heru  mengayuhkan stick golf tepat memukul bola golf hingga melayang jauh , setlah itu heru mengisyaratkan agar para petugas lapangan itu pergi , para petugas itu pergi menuruti perintah heru  “apa kau yakin dia tidak akan mencurigai apa yang kita lakukan” ucap heru setelah hanya ada dia dan haris di tengah tengah lapangan golf tersebut .


“ aku yakin dia tidak menyadari apa yang kita lakukan” ucap haris sambil memukul bola golf dengan stick yang ada di tangannya.


“ ku harap begitu , kalau dia sudah mengetahuinya bisa di pastikan saat itu sudah sangat terlambat untuk memperbaiki semua, dengan begitu kita akan dengan mudah menjatuhkan dia” ucap Heru , karena selama ini dia tidak terima anak bau kencur (dicky) menjadi atasannya


“ benar kita hanya perlu sedikit bersabar untuk mewujudkan tujuan kita” sahut haris penuh percaya diri ,


※※※ kantor


Pagi ini Dicky sibuk menghadiri rapat di salah satu anak perusahaan yang berada di kota S , jam 3 sore dicky sudah ada di ibu kota  setelah menyelesaikan beberapa urusan di kota S ,saat ini Dicky sudah berada di area rumah , dia sengaja meminta sopir untuk mengantarnya karena perjalanan dari kota S cukup melelahkan ,

__ADS_1


mata dicky terbelalak saat melihat tumpukan plastik bungkus makanan yang tercecer di ruang tv , dia tidak melihat satu art pun di rumahnya , karena urusan yang cukup membuatnya terganggu kini di tambah keadaan rumah yang berantakan membuat dicky emosi , “ Vi bisa tidak kau bersihkan sampah sampah itu” ujar dicky dengan nada tinggi , sontok saja membuat vivi yang tidak menyadari kedatangannya kaget seketika mendengar ucapannya


“ astaga” ujar vivi seketika “bisa gak sih kau pakek bahasa manusia gak perlu teriak teriak” ucap vivi kesal , kemudian memungut dua kantong plastik dan satu gelas kotor bekas es cream , tadinya vivi ingin segera membersihkan sampah sampah itu hanya saja tiba tiba perutnya kram terpaksa dia harus berbaring di sofa,


“ terserah kau saja” ucap dicky , kemudian berjalan memasuki kamar ,


“dasar , apa dia sedang bulanan , kok sensitif” ucap vivi , kemudian membawa kantong plastik yang ada di tangannya ke dapur ,


“ aku pikir pulang bawa makanan adanya bawa setan” gerutu vivi kesal ,setelah membuang sampah ke tong sampah ,  dia memanaskan makanan yang sudah di buat oleh art tadi siang.


Setelah itu dia pergi ke belakang duduk di ayunan yang ada di sebelah kolam renang , karena masih marah dengan ucapan suaminya dia mengirim pesan , jika dia sudah memanaskan makanan dan menyuruh suaminya itu makan.


Sudah jam  malam kedua pasangan itu masih belum bertegur sapa, vivi yang kini tidur di atas ranjang tiba tiba saja perutnya kram , sedangkan dicky berada di ruang tv


“sayang perut aku sakit banget” seru vivi sambil memegang perutnya , sontak saja dicky yang berada di ruang sebelah berlari mendengar suara istrinya yang kesakitan .


“sayang kamu kenapa” tanya dicky khawatir sambil memeluk tubuh istrinya , “ sakit”  itu lah kata yang di ucapkan vivi sebelum pingsan , sontak saja membuat dicky cemas , kemudian mengendong istrinya membawanya ke mobil

__ADS_1


Satu jam kemudian vivi sudah ditangani oleh tenaga medis yang ada di rumah sakit itu , sudah hampir 20 menit wanita itu masih terbaring lemah , setelah dokter memakaikan alat bantu pernafasan dan juga sudah memakaikan slang infus pada salah satu lengannya , kemudian dokter itu keluar ,


“ bagaimana keadaan istri saya dok” tanya dicky saat dokter itu keluar dari ruang rawat istrinya


“keadaan pasien dan janinnya baik baik saja , tekanan darah pasien randah , dan kekurangan  cairan ,dan kram pada awal kehamilan itu wajar, hanya saja perlu menjaga emosi atau jangan biarkan pasien memikirkan hal yang terlalu berat” papar dokter tersebut “ saat ini pasien berada di bawa pengaruh obat bius , besok pagi dia akan sadar” imbuhnya


Dicky bernafas lega mendengar ucapan dokter , yang ada di pikirannya saat ini apa mungkin istrinya itu belum makan apa pun dari tadi siang, setelah mengucapkan terima kasih pada dokter yang menangani istrinya dicky  berjalan ke ruang VIP  tempat istrinya dirawat.


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2