
Warning
Dilarang mengedarkan novel ini tanpa ijin penulis dalam bentuk apa pun maupun audio , budidayakan menghargai karya orang lain ,
Terima kasih
Dicky baru saja turun dari mobil yang dia kendarainya , pria tampan bertubuh Tinggi itu membawa seikat bunga mawar yang sangat indah , dia melonggarkan dasi yang dia kenakan , dia berjalan masuk ke dalam mansion , beberapa pelayan menyambut kedatangannya dengan hormat .
“ Di mana nyonya?” Ucap Dicky saat dia meliht ria berada di ruang tamu bersama beberapa pelayan yang menyambut kedatangannya.
Ria menelan ludah mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut pria tampan yang terkenal tegas itu “. Nyonya memberi tahu saya jika beliau akan makan malam di luar” ucap ria gugup “ nyonya menyuruh saya pulang duluan” imbuhnya takut jika dia akan di semprot oleh Dicky.
“ dengan siapa?” sahut Dicky menatap ria dengan tatapan intimidasi “ dan kau bukankah aku sudah menyuruhmu untuk mendampinginya , ke mana pun dia pergi”
“ ma'af tuan , saya tidak akan mengulanginya lagi” ucap ria ketakutan saat mendengar nada bicara Dicky yang cukup mengintimidasi , para pelayan yang ada di tempat itu menyidik ngeri , pasalnya selama ini mereka tak pernah melihat secara langsung jika Dicky orang yang sangat tegas , karena selama ini dia terlihat seperti orang yang sangat sabar , apalagi saat menghadapi istrinya .
Bukan tanpa sebab Dicky memarahi asisten istrinya itu , dia hanya tak ingin hal buruk terjadi dengan istri dan anaknya , perlahan dia mengambil nafas panjang guna untuk menenangkan dirinya “ aku tidak ingin ada yang kedua kalinya” ucap Dicky dengan nada suara yang lebih rendah
“ Terima kasih tuan” ucap ria sambil menundukkan kepalanya.
__ADS_1
“Barang barang ini” ucap Dicky saat melihat beberapa paper bag dari brand dunia ada di atas meja ,
Ria gugup saat mau menjawab, takutnya tuannya itu akan marah lagi saat melihat barang belanjaan istrinya yang menguras dompet , bahkan bisa membeli mobil sport keluaran terbaru “ barang milik nyonya” sahut ria .
“ pindahkan ke dalam walk in closet” ucap Dicky sambil melangkah kan kaki ke dalam kamarnya ,
Beberapa jam kemudian Vivi sudah sampai di mansion diantar oleh Samuel , kehadiran pria bermata sipit itu membuat Vivi merasa lebih baik ,
Keadaan masion sangat sepi tak seperti biasanya , dia tak mendapati satu pelayan pun saat masuk ke dalam bangunan bernuasah Eropa itu.
“ dari mana saja” ucap Dicky yang sedari tadi menunggu kedatangan istrinya , pria berwajah tampan itu duduk di sofa yang ada di ruangan tamu.
“ Kau mengagetkanku” ucap berjalan melewati suaminya .
Deg
Vivi benar benar kecewa dengan cara suaminya berbicara , dia teringat saat pria itu masih menjadi bosnya , pria itu bertindak seenak jidat “ keluar dengan teman” sahut Vivi kesal , sudah beberapa hari di abaikan dan kini malah pria itu bersikap kasar , apa salahnya jika dia keluar untuk mencari suasana baru.
“ teman” Dicky menekankan kalimat itu “kau pikir ada pertemanan antara wanita dan pria” ucap Dicky yang kini sudah mencekal pergelangan tangan istrinya , dia berpikir jika barang barang yang dibeli oleh istrinya itu di bayar oleh pria yang makan malam dengan istrinya Karena tak ada pemberitahuan dari akun bank nya jika istrinya menggunakan uangnya .
cinta bisa membuat orang buta seketika , cemburu yang berlebihan akan menghancurkan segalanya.
“ Kau benar-benar membuatku kecewa , kau menuduhku seolah aku wanita murahan , selama beberapa hari kau mengabaikan ku , apa salahnya aku keluar walau hanya sekedar belanja, dari pada kau mengeluarkan uang untuk wanita lain” ucap Vivi sudah tak tahan dengan sikap suaminya , saat suaminya pergi ke kantor dia meneliti lukisan yang mereka beli di lelang , melihat dibagikan belakang lukisan itu ada nama suaminya dan wanita yang berprofesi sebagai seorang model , mungkin jika hanya nama dia tidak akan percaya dengan itu namun dia menemukan tanda tangan angan suaminya yang membuat dia percaya jika kedua orang itu pernah menjalin hubungan , dia mengetahui hal itu setelah mencari tahu siapa wanita itu dari laman google , yang membuat terkejut adalah wanita pernah di kabarkan dekat dengan suaminya.
__ADS_1
Semua ucapan istrinya itu membuat Dicky terdiam sesaat “ lepas kan tangan mu” ucap Vivi sambil menepis tangan suaminya , kemudian wanita berwajah cantik itu berjalan ke ruang makan , setelah berhasil menemukan apa yang dia cari , dia kembali ke tempat di mana suaminya masih berdiri.
“ bukankah ini sumber masalahnya” ucap Vivi kemudian membanting lukisan itu ke lantai ,
“ apa yang kau lakukan” ucap Dicky saat melihat istrinya mau memegang pecahan kaca yang berserakan , tangan wanita itu terluka karena pecahan kaca namun dia tak memedulikan hal itu dia mengambil selembar kertas sialan itu , memberi kan ke suaminya itu.
‘ sebegitu berartinya kah lukisan itu bagimu' gumam Vivi dalam hati saat suaminya membentaknya untuk yang kedua kalinya “ kau simpan” desis Vivi memberikan lukisan itu pada pria Yang menatap tajam lukisan yang ada pada dirinya “ jika perlu bawa wanita itu kesini” ucapnya kesal , dengan langkah lebar dia berjalan ke kamarnya.
“ Bukan itu maksud ku” ucap Dicky melempar lukisan yang ada di tangannya , kemudian segera menyusul istrinya.
, Terimakasih sudah membaca hasil coretan saya yang banyak salahnya , semoga kakak kakak terhibur dengan karya saya , dan gak ada bosennya untuk baca ,
__ADS_1