Menikah Dengan CEO

Menikah Dengan CEO
Episode 91


__ADS_3

Beberapa pelayan membantu vivi untuk memotong tangkai bunga , untuk urusan taman selama ini vivi lebih suka turun tangan sendiri dan di bantu oleh  salah satu pelayan yang ada di rumahnya , selama beberapa hari ini  vivi memilih untuk sedikit aktif agar biasa berkeringat , dokter juga sudah menjelaskan padanya untuk melakukan aktivitas agar tubuh dan janin yang ada di rahimnya tetap sehat , dia memulai lari pagi lebih tepatnya jalan pagi untuk mengerakkan otot ototnya.


“ nyonya anggurnya sudah di cuci ,saya taruh di sini ya” ucap salah satu pelayan yang baru saja keluar dari dapur, pelayan itu menaruh piring buah yang dia bawa di meja yang ada di dekat kolam . Selama tiga hari belakangan ini vivi lebih sering makan buah di sore hari , para pelayan itu akan menyiapkan buah untuknya saat sore ,


“ ok , terima kasih” sahut vivi sambil lanjut menyiram tanaman yang ada di depannya,


Beberapa menit kemudian vivi sudah selesai menyiram tanaman , setelah menyuci bersih tangannya dia duduk di bawah payung yang ada di taman belakang sambil menikmati buah anggur sekalian menunggu Dicky pulang dari kantor ,


Setengah jam berlalu begitu saja , saat ini dicky sudah pulang kerja , dia langsung menuju ke taman belakang tempat istrinya bersantai , dicky duduk di kursi kosong yang ada di samping istrinya setelah dia mengucap salam “ bagai mana tadi , apa semua berjalan lancar” ucap dicky sambil menikmati anggur yang ada di piring


“semua berjalan lancar , tanpa kendala sama sekali” ucap vivi kemudian dia menceritakan kegiatannya saat di panti asuhan , dicky pun antusias mendengar apa yang dia ucapkan  “ lain kali jika kau ada waktu aku akan membawamu kesana” ucap vivi

__ADS_1


“ tentu saja setelah semua sudah selesai kita akan pergi ke sana” ucap dicky , selama beberapa hari terakhir dicky sibuk dengan pekerjaannya, apa lagi kasus korupsi yang dilakukan heru membuat dia harus extra hati hati setiap melakukan kerja sama dengan perusahaan lain. Dia juga sudah memperbaiki manajemen perusahaan, dan dia sudah menetapkan orang orang kepercayaannya di beberapa departemen yang berbeda , agar sebelum rapat saham yang akan di adakan beberapa hari lago dia sudah mempunyai bukti yang kuat dan mencari siapa saja karyawannya yang menyalahgunakan kekuasaannya , agar ketika rapat itu selesai dia lebih mudah untuk mendepak para tikus tikus itu dari perusahaannya.


“ apa kau ingin minum kopi” ucap vivi saat melihat wajah suaminya yang kurang istirahat karena sibuk mengurus perusahaan.


“ tidak usah” ucap dicky sambil menatap wajah istrinya “ cantik” ucapnya


“ iya, aku tahu itu” ucap vivi dengan PD nya menanggapi ucapan suaminya , sambil menikmati buah yang ada di meja. “ pasti ada mau nya” sindir vivi


Dicky tersenyum mendengar sindiran istrinya “benar sekali , leherku sedikit kaku” ucap Dicky sambil memijat lehernya


“ memang pijatanmu sangat nyaman” ucap dicky kemudian memegang tangan istrinya ,

__ADS_1


“ benar kah , kau tahu kan tidak ada yang gratis di dunia ini” ucap vivi kemudian kembali duduk


“bagaimana kalau malam ini kita makan di luar saja” ucap dicky ,


“   boleh , tapi aku yang menentukan tempat nya” ucap vivi , dia teringat tempat makan yang tak jauh dari tempat tinggal orang tuanya , bayak pengunjung yang datang ke tempat itu .


“ ok” ucap dicky


※※※


Sekitar jam 7.30 malam saat ini vivi dan dicky berada di tempat makan , dari tadi dicky sudah menekuk mukanya saat dia baru turun dari mobil , pasalnya istrinya itu sepanjang perjalanan mengatakan kalau tempat makan yang akan mereka datangi adalah tempat makan legendaris , banyak orang yang datang ke tempat itu

__ADS_1


“  gak usah di tekuk tuh muka tambah jelek” ejek vivi , “nanti kamu bakalan ketagihan kalau udah cobain makanan di tempat ini” imbuh vivi , dia sudah memesan makanan untuk dirinya dan juga suaminya walau suaminya sudah menolak untuk makan di tempat itu , vivi membawa dicky makan malam di salah satu warung lesehan  yang menyediakan makanan khas Indonesia , dari sate, soto  , sop buntut, rawon , segala macam penyetan ada di tempat makan itu , sebenarnya dia tidak masalah dengan makan makanan tersebut , masalahnya adalah tempat itu sangat ramai apa lagi mereka harus duduk berdempetan dengan orang lain dari rame nya tempat itu ,


"asal kau senang"  sahut dicky ,  dia melihat sekeliling banyak orang yang makan di tempat itu , dari kalangan anak muda sampai yang tua


__ADS_2