Menikah Dengan CEO

Menikah Dengan CEO
BAB 5 : ~ Nightmare Disorder ~


__ADS_3

**MENIKAH DENGAN CEO**


 



"A...apa yang kau lakukan!" Xibai mendorongnya dengan kuat, sehingga Yui terjatuh.


".... M..maaf Bai, aku hanya tidak tahan melihat rambut orang yang masih basah" dia menunduk ketakutan, berfikir mungkin kelakuanya memang keterlaluan, tapi ini hanyalah sebuah kebiasaan ketika melihat rambut seseorang basah, dia akan segera menyuruhnya untuk mengeringkanya. "Berani-beraninya wanita kotor sepertimu!" Xibai langsung mengeringkan rambutnya sendiri. Karna orang menyentuh dirinya adalah sebuah keberuntungan yang mutlak. Dan dia sembarangan memagangnya? wah benar-benar tak tahu malu.



Jam begitu cepat, menunjukan pukul 17:05 yang langit saja sudah mulai makin membiru, bulan tanpa cahaya sudah tampak di awan. "Sore begini kau mau kemana?" melihat Xibai yang berpakaian rapi, dia sangat penasaran."Kau sama sekali ngga berhak bertanya padaku" Xibai melemparkan tatapan tajam pada yui, dan berjalan pergi begitu saja tanpa menoleh sedikitpun.


Astaga.. apa sesusah itu mendapatkan senyumnya?


Malam pun tiba, yui merapikan baju-baju miliknya yang masih berada didalam koper. Merapikan dengan pelan-pelan, ditaruhnya baju-baju itu dilemarinya Xibai. Berharap Xibai tak akan marah hanya karna hal ini. Apalagi dia tidak berani menyentuh lemari pink yang penuh gaun wanita itu, sepertinya berharga.


Pelan-pelan dia mencari sesuatu yang ada didalam kopernya. Kertas resep yang amat sangat penting baginya. Dia sangat yakin, resep itu sudah di masukan didalam kopernya. Dulu Yui rajin sekali minum obat dari dokter psikolognya, karna memang dia mempunyai masalah dalam kesehatan mentalnya. Sekarang pun ingin membeli obat itu tidak bisa, resep itu sudah ditulis obat-obat baru oleh dokternya, karna resep yang lama sudah tidak mempan lagi terhadap dirinya.


Dia sangat panik, baju-bajunya berantakan, lemari Xibai juga ikut berantakan tak karuan. Bahkan tempat tidurnya pun berantakan sangking paniknya."B,biibiii" dia berteriak memanggil pelayan rumah. "Bibi lihat nggak resepku, kayak resep dokter gitu, d...ditangga mungkin, waktu koperku dilempar sama Xibai itu loh biii.. bibi liat nggak?" dia semakin panik, mencari kesana kemari tetap tidak ketemu. "waduh nona, bibi ngga tau kalau resep, tapi kalo kertas sih, bibi taunya disampah depan ada kertas kayaknya penting, tapi sepertinya sudah sobek non" ucap bibi memberitahu Yui yang sedang kebingungan.


Dia segera berlari ke tempat sampah depan yang dimaksud si bibi, dan ia mendapati resep diagnosanya tersobek kecil-kecil. "S...siapa yang menyobek ini?" pengawal rumah sangat takut untuk menjawabnya, karna sangat terlihat, Yui sedang hancur. "Siapa!" sentaknya pada pengawal yang pura-pura bisu itu. "T..tuan muda Xibai nona" jelas sekali pengawalnya sangat ketakutan. Bagaimana tidak? Yui benar-benar kelihatan seperti orang gila yang mencari anaknya.


Dia berjalan ke arah kamarnya dengan amat lemas tak berdaya. Resepnya sudah hancur, dia sangat ketakutan jika penyakitnya akan kambuh malam ini, bisa-bisa taruhan yang dibuatnya akan berantakan, dan dia akan pergi dari rumah ini. Tiba-tiba dia menjatuhkan diri ke ranjang yang berantakan itu, wajahnya berkeringat dingin, badanya gemetar, tanganya mulai merinding. Xibai sungguh tega, merobek kertas berharganya Yui.


A...aku t..akut.. a..aku takut.. a..aku takut.


Bibirnya menggiggil gemetar, tanganya merangkul badanya sendiri.


jam 23.45 Xibai pulang setelah menyelesaikan semua urusanya.


Jangan harap aku mau tidur dengan perempuan bodoh. Jelas sekali aku yang akan menang di pertaruhan ini.

__ADS_1


Dia memasuki kamarnya, dia terkejut karna kamarnya sangat gelap gulita. Karna tak biasanya kamarnya menjadi sangat gelap, biasanya bibi yang akan menyalakan lampunya. Dia tersandung sesuatu dilantai, mencoba meraba-raba ternyata itu adalah koper istrinya. Lalu Xibai menekan saklar lampunya, dia terbelalak kaget mendapati kamar dan ranjangnya sangat-sangat berantakan.


"Apa-apaan ini?!"


"Kamarku sangat berantakan tetapi dia malah enak-enak tidur di tempat tidurku?"


"Hey wanita sial! bangun kau!!" dia berjalan ke arah Yui dengan marah, menarik dasinya yang mencekik agar bisa bergerak leluasa. Xibai melihat wanita itu, tetapi merasa ada sesuatu yang aneh. Dia tertidur tetapi menggigil gemetar. "Hey! kau kenapa?!!" Dia menarik lengan Yui dengan sangat kasar "Jawab!!! hey wanita sial! bangun!!" melihat Yui, dia semakin tidak mengerti, bingung, Kenapa dia tidur dengan menangis ketakutan.


"I..bu.. j..angan pergi..a..ayah m..maafin ibuu...." Yui semakin menangis, mimpi buruk yang dialaminya bertahun-tahun itu kembali lagi, menghantuinya.


"A..ayah, a..mpunnnnn....." dia semakin menangis ketakutan. Xibai memperhatikanya, tatapanya berubah heran, dia mengernyitkan dahi. "Dia.... kenapa?"


*Ap*a jangan-jangan.... Nightmare Disorder? gangguan mimpi buruk sialan itu?!


"H...hey tenanglah.." Xibai berusaha membenarkan posisi tidur yui. ehh?! Yui tiba-tiba memegang lengan xibai, "I..ibuuuu y..yui takut a..ayah...." Yui menangis tak henti-henti. sial! apa yang telah dilakuin oleh keluarga Shen keparat itu padanya!


"T..tenanglah, sekarang sudah tak apa, tenangkan dirimu.." Xibai dengan ragu mengelus rambut istrinya. Perlahan-lahan suara terisak-isak tangisnya sudah mulai mereda. Xibai semalaman terus menerus mengelus Yui dengan sangat lembut, dan ikut berbaring disebelahnya, tanpa sadar Xibai tertidur lelap dengan merangkul Yui, disembunyikanya kepala Yui didadanya.



A...*apa-a*paan ini? kenapa dia tidur dengan merangkulku?


Dia berusaha menggerakan tubuhnya sedikit, tiba-tiba Mata Xibai terbuka pelan, Xibai menyipitkan matanya melihat Yui yang masih ada di dekapanya. "T..tuan Bai?" dia berusaha menyadarkan xibai dalam lamunanya. "Apa anda mabuk semalam?" dia merasa heran, karna Xibai masih memakai baju kantornya, tidur disebelahnya, sambil mendekapnya. "Ngh? jangan mencoba bercanda denganku! lihatlah perbuatanmu!" Xibai mengangkat alisnya dan melirik sinis ke arah kamar yang sangat berantakan bagaikan kapal pecah. "Hm?" tanpa rasa bersalah Yui menoleh enteng ke arah lemari, ruangan, bahkan tempat tidurnya, sangat berantakan.


"i,ini p,perbuatanku? kamu bercanda?" dia tak sadar atas perbuatanya, malam kemarin terlupakan begitu saja, tak ingat traumanya yang kambuh, sama sekali tidak ingat. "Jadi? menurutmu, aku yang melakukanya? aku? dikamarku sendiri? berantakan? apa kau bercanda denganku?" Xibai terbangun dari tidurnya, memang tak masuk akal jika Xibai yang melakukanya, karna sangat jelas dia tidak suka hal yang berantakan dan kotor. Lalu Xibai berjalan ke arah bathroom bersiap-siap untuk mandi.


"T..tunggu, jadi ini benar-benar ulahku?" Yyi menarik lengan Xibai. Xibai reflek melepaskan tangan Yui, dan menyentil dahinya dengan keras. "Menurutmu?"


*A*w! sialan! tapi kenapa aku melakukan ini semua??


"Cepat bereskan sebelum aku keluar dari kamar mandi" Ucap Xibai sambil berjalan menuju kamar mandinya dengan santai. "A...aah? oke" Yui berusaha bangun dari ke tidak sadaranya, dan mulai membersihkan kamar Xibai yang berantakan itu.


Xibai berjalan keluar setelah selesai mandi "Kau.. juga cepat mandilah" Xibai menyuruhnya mandi, karna melihat Yui yang berkeringat. "Disitu?" Yui menunjuk kamar mandi yang bagi Xibai hartanya. "...Kali ini, kali ini saja, cepat sebelum aku berubah pikiran!" dia mengerutkan dahinya, merasa menyesal telah menyuruhnya mandi. "A...ah b..baik-baik" Yui segera bergegas lari ke arah bathroom.

__ADS_1


Ketika dia memasuki kamar mandi, dia berkaca sebelum membuka pakaianya. "AAHHHHHHH!!!!!!!!!!!!!"


"H,hey! ada apa?!!" Xibai panik mendengarnya berteriak dengan keras. Khawatir kalau saja dia bertingkah seperti semalam. "T..tidak apaa B..bai" mendengar suara panik Xibai dari luar,. dia langsung berhenti berteriak. "??Apaan sih, jangan buat keributan dong!!!"


"........."


"W...wajahku kenapa bengkak? mataku bengkak sekalii.. kenapa seperti ini? Ya Tuhan, aku maluuu sekali, ternyata wajahku waktu di lihat Bai seperti ini"



Yui keluar kamar mandi dengan menutupi wajahnya,


melihat Xibai berpakaian rapi dihari libur membuatnya bertanya-tanya. "Kenapa kamu berpakaian rapi sekali? mau kemana Bai?" sejenak dia berhenti dan menatap Xibai. "...Kenapa kau menutupi wajahmu?" Xibai kembali bertanya karna perilaku istrinya sangat aneh.


"Anu aku nggak tau kenapa, wajahku bengkak sekali, aku malu" melihat Yui yang hanya memakai balutan handuk, Xibai memerintahkan untuk ganti baju terlebih dahulu. "Cepat ganti baju dan makan" Bai mengabaikan pertanyaan Yui dan keluar kamar begitu saja.


"Cih, padahal aku yang tanya duluan! dia seenaknya bertanya. Emang dihari libur banyak pekerjaan gitu ya? ckckck dasar ya bapak presedir.....sibuk sekali! hm"Yui turun tangga dengan anggun, mendapati keluarga Xibai telah duduk berjejer di ruang makan.


"Uwaa kayaknya makananya enak ya, baunya sampe kamar loh ma!" yui meringis kegirangan.


"Aduh iya kah? hari ini, mama yang masak, untuk merayakan kamu, putri mama tinggal disini.." Mama sangat girang sekali mendapati Yui sebagai menantunya. "Aaahh mama sweet bangett... makasih ya maa" dia tak menyangka kalau dirumah ini dia disambut dengan hangat oleh mertuanya, senang sekali. "Tapi sayang, kenapa wajahmu bengkak sekali seperti itu? semalaman menangis?" Mama sangat khawatir melihat wajahnya seperti telor rebus."...Tidak tau ma, Aku nggak inget kejadian semalem gimana, aku juga nggak tau kenapa mataku bengkak begini, huwaa jelek ya maaa" Yui memegang-megang wajahnya berusaha mengempeskan bengkaknya, tapi tetap saja tidak akan berhasil secepat itu. "Aduh dihati-hati ya sayang, nanti mama ajak kamu perawatan wajah dan tubuh di salon ter the best di Singapure" mama menyentuh pipi Yui dengan sangat halus. "Uwuwuwuwu maacih maa"


Dia nggak inget kejadian semalem?


Xibai termenung memikirkan perkataan yui. "Ohiya sayang, hari ini mau kemana Bai?" tanya mama melihat pakaian rapinya di hari libur. "Pergi" jawab Xibai singkat. "Iyaa, mama tau kalo km mau pergi, tapi kemana?" Ucap mama. "Sama Yui, pergi. mama ngga perlu tau" Jawab Xibai. "Ng? uhukkkk uhukkk uhukkk" Yui tersedak dengar jawaban Xibai.



**BERSAMBUNG.....


JANGAN LUPA RATE ⭐5


KLIK LIKE, COMENT AND SHARE 🧁

__ADS_1


VOTE VEYYA JUGA YAAA🥺♥️


KASIH VEYYA TIPS SUPAYA VEYYA KAYA RAYA🥺**


__ADS_2