Menikah Dengan CEO

Menikah Dengan CEO
Episode 22


__ADS_3

Setelah hujan reda sekitar jam 1 siang Dicky dan istrinya memutuskan untuk kembali ke apartemen ,


Dikamar mandi vivi “ sial bisa bisanya aku gak beli stok pembalut” umpat vivi pada dirinya sendiri , “ apa aku mintak tolong kak dicky aja ya” ucapnya sambil berpikir dua kali , takutnya sang suami menolak membelikan barang tersebut. namun dia beranjak dari duduknya memberanikan diri meminta tolong pada sang suami ,


Saat ini dicky duduk di ranjang membaca beberapa email dari sekretarisnya ,


Tok tok


“ ngapain kamu sembunyi dibalik pintu” ucap dicky , saat melihat istrinya menyelinapkan kepalanya di pintu kamar mandi


“ anu” ucap vivi ragu


“ anu apaan”


“ sini ada yang mau aku omong in” ucap vivi sambil melambaikan tangannya kecil


Dicky menautkan alisnya melihat tingkah istrinya “ iya bentar” ucap dicky , kemudian beranjak menghampiri istrinya “ mau ngomong apa?” ucap dicky sambil menundukkan kepala agar sejajar dengan sang istri


Awalnya vivi ragu untuk meminta tolong pada sang suami namun apa boleh buat , gak ada siapa siapa yang bisa dia pintai tolong kecuali sang suami , Vivi berbisik pada sang suami ,


“APA?” ucap dicky tak percaya dengan apa yang baru saja diucapkan sang istri , “ kamu bercanda kan” ucapnya sambil menelan ludah

__ADS_1


“ beneran , kalau kamu gak mah gak papa ambilin hp aku biar aku pesen online aja , mungkin besok baru sampek” ucap vivi jengkel


Dicky bernafas kasar “ ok aku bakalan beli sekarang , apa lagi yang perlu di beli , biar sekalian” ucap dicky


“ sekalian beliin obat pereda nyeri di apotek” tambak vivi , dengan senyum manis yang dia buat buat.


Cup sebuah kecupan mendarat dibibir vivi , “ kauu” ucap vivi namun sudah ditinggal pergi oleh sang suami.


Beberapa saat kemudian disalah satu swalayan, dicky  melihat ada banyak merk pembalut yang tertata rapi di rak “ astaga kenapa banyak sekali , trus dia biasanya pakek yang biasa apa yang pakek sayap” ucapnya sambil memilih merk yang menurutnya berkualitas baik, sebenarnya dia tidak tahu mana yang berkualitas biak karna dia sendiri baru pertama kalinya membeli barang seperti itu, namun dia meyakini jika harga sesuai dengan kualitas ,


Ada pasang mata yang melihat dan membicarakan dicky namun dia tidak menghiraukan ucapan orang orang itu


※ dirumah


Sudah hampir setengah jam vivi menunggu suaminya kini dia duduk di ruang tv , “ lama banget” serunya


Cklek


Vivi menoleh kearah pintu “ kok lama banget” ucapnya saat melihat suaminya sudah membawa kantong keresek ditangannya


“ antri” ucap dicky sedikit kesal “ bukannya terima kasih malah diomelin” gumam dicky dalam hati , sambil berjalan kearah istrinya “ nih,  aku gak tau kamu pakek yang ada sayapnya apa gak jadi aku beli dua duanya” ucapnya sambil memberikan kantong keresek pada istrinya

__ADS_1


Vivi merasa senang karna sang suami sudah mau membelikan barang itu untuk dirinya , dia tak menyangka jika dia bisa menyuruh nyuruh bosnya yang terkenal dingin di perusahaan itu “ makasih” ucapnya sambil menerima kantong keresek dari sang suami, kemudian dia beranjak dari duduknya .


“ tunggu”


“ apa?” ucap vivi sambil menghentikan langkahnya “ jangan bilang dia mau mintak buruan” gumam vivi dalam hati


“ bukannya kamu tadi bilang kamu gak bisa ke mana mana \, takut d*** kemana mana trus kenapa kamu disini” ucap dicky curiga \, kalau istrinya sedang mengerjainya


Seulas senyum mengembang dibibir vivi “ tadi aku ambil sapu tanganmu buat … itu” ucap vivi , sontak saja membuat pipinya blusing seketika


Dicky melongo mendengar ucapan istrinya,


“ nanti aku cuci bersih kok, kalau gak nanti aku beliin yang baru” ucap vivi merasa tak enak


“ iya udah , sana ganti ke kamar mandi , gak usah dicuci buang aja” ucap dicky , kemudian duduk di sofa. “ ada ada aja tuh bocah” ucap dicky saat melihat istrinya masuk ke dalam kamar.


bersambung


 


 

__ADS_1


__ADS_2