
**MENIKAH DENGAN CEO**
Xibai?
kok aku didalem mobil?
"udah bangun?" tanya xibai yang melihat yui sedang memegang kepalanya.
"ngh? emang aku tadi ketiduran ya waktu di dokter lin an?"
ck! sebenernya dia punya trauma apasih!
"nih!" xibai melemparkan obat yang tadi diberikapan lin an.
"eh? obatku, k,kamu tau dari mana kalo aku butuh obat kayak gini"
"nggak inget ya? kau itu bener2 ngerepotin, tau nggak!"
apasihh, tadi alus banget skrg ngebentak bentak ngga jelas cih.
"yaudah sih kalo ngerepotin, nggak usah deket-deket aku juga bisa kan" yui merengut.
"siapa juga yang mau deketdeket sama cewek bodoh"
"ck! apasih!"
yui sangat kesal, nggak mau cerita malah ngata ngatain mulu
racun memang! racun!
Perjalanan pun sudah sampai dirumah, yui tak bicara apa apa langsung keluar meninggalkan xibai.
*Brak*
yui menutup pintu mobil sangat keras.
"Cewek ngga ada otak"
xibai memarkirkan mobilnya.
didalem rumah, keduanya disambut hangat oleh nyonya besar he.
"aiya, darimana saja hayoo" nyonya besar he menggoda yui.
"a,ah nggak darimana mana kok ma, tadi cuma beli makan aja, terus xibai ngeselin hehe"
yui panik mencari alasan.
"ooh, yaudah yui istirahat aja ya, kalau butuh apa apa panggil aja bibi lu".
"iya baik ma"
yui masuk kamar, disusul dengan xibai juga masuk kamar
"siapa suruh kamu duduk di ranjangku?"
" bukanya kamu kalah taruhan ya?"
yui mengangkat satu alisnya terheran.
"ha? itu cuma kebetulan aja!"
"kebetulan? tapi intinya kan semalem aku udah buat kamu tidur sama aku bai, kamu yang sportif dong!"
"cih! yaudah tapi kamu nggak boleh pakai kamar mandiku!"
"terus aku mau mandi dimana?"
"itu urusanmu"
__ADS_1
xibai melemparkan badanya ke ranjang dengan tengkurap, menghela nafas kecapean.
yui yang sedang membereskan almari itu melirik xibai yang sedang berbaring.
"kamu capek?" yui bertanya dengan lembut.
"ngghh"
"mau aku pijitin nggak?"
"emangnya bisa?"
"bisalah, aku dulu sering mijetin mama aku tauk"
"oh, yaudah terserah"
"tapi, kemejanya lepas dulu, biar aku olesin minyak angin"
........
"hei nona, kalau mau menggodaku langsung aja, ngga usah basa basi" xibai mengerutkan keningnya menerka nerka maksut yui.
"apasih, mau dipijetin ngga sih sebenernya, niatku udah baik gini malah disangka menggoda"
xibai bangun dari tengkurapnya, dan duduk di ranjang
melepaskan kancingnya dengan kasar.
yui yang melihat dia sangat kasar melepaskan kancingnya mengernyitkan dahi.
"kamu kok kasar banget sih jadi orang, ntar kancingnya rusak"
"sini"
yui tak lama langsung bertindak, menggantikan xibai untuk melepaskan kancingnya,
yui pelan pelan dengan lembut melepaskanya.
berotot semua, benar benar bagus.
astaga, roti sobek 🤤
"udah ngeliatnya?" lamununan yui tersadar ketika xibai bertanya.
"eh?" -////- muka yui memerah
telinga yui seperti kepiting rebus.
yui memulai mengoleskan minyak di pundak xibai,
astaga, ini otot semua... bagus banget badanya
"k,kamu sering olahraga?" tanya yui basa basi
"En, bagus ya ototku"
"apasih, biasa aja haha"
"Biasa aja? kok wajahmu udah kayak kepiting rebus gitu? merah"
wajah yui semakin memerah, yui berusaha menutupi wajahnya dengan tangan.
a,apasih -////-
yui melanjutkan pijitanya.
"a,ahh" xibai menikmati setiap sentuhan yui
"enak?"
"En"
__ADS_1
"kalau capek lagi, bilang aja ke aku ya"
"kenapa? ketagihan ya memegang badanku?"
"e,eh bapak, narsis itu penyakit loh"
"pfftttt.."
eh?
"xibai, kamu ketawa ya tadi?"
"ha? ngga kok!"
"ih iya, ketawa, masa katanya raja terkejam, gini aja ketawa sih" yui menggoda xibai.
"e,engga!!!!!"
"iyaa!! ayo ketawa sekali lagi, ayoo~ hahahah" yui menggelitiki perut xibai.
"udahh dongggg, kamu nakal banget ya"
tangan yui tak sengaja ditarik xibai kedepannya
eehhh?
yui hampir terjatuh dari ranjang, tetapi xibai cepat tanggap mengangkat yui ke pangkuanya.
wajah keduanya sama sama memerah.
yui tersihir oleh wajahnya yang tampan itu
tak sadar, yui mencium bibir xibai...
xibai terkaget, tetapi perlahan mata xibai sayu.
merespon ciuman yui, lidah xibai pun mulai bergerak liar.
yui menutup matanya, menikmati setiap sentuhan lidahnya.
xibai tak sengaja melihat lemari yang disudut itu, yang terasingkan.
xibai tersadar, dan mendorong yui.
yui tak bisa berkata kata, xibai pun membisu.
"a,aku mau mandi"
kepala xibai menunduk, tak mau bertatapan dengan yui
dalam arti: aku mau menyudahi ini.
"b,baiklah"
yui terlentang di ranjang.
tadi, xibai hebat banget ciuman...
wajah yui memerah, yui merungkuk menutupi dirinya dengan bantal.
BERSAMBUNG.....
JANGAN LUPA RATE ⭐5
KLIK LIKE, COMENT AND SHARE 🧁
VOTE VEYYA JUGA YAAA🥺♥️
__ADS_1
KASIH VEYYA TIPS SUPAYA VEYYA KAYA RAYA🥺