Menikah Dengan CEO

Menikah Dengan CEO
Episode 47


__ADS_3

※kantor


Beberapa karyawan wanita menatap vivi dengan tatapan tak suka , saat mereka menatapnya mereka saling berbisik satu sama kain


“aku tak menyangka dia wanita seperti itu”


“ benar kelihatannya saja dia benci dengan CEO kita, tapi di belakang kita dia naik ke atas ranjangnya”


“Bahkan tidak hanya sekali ada yang melihat dia naik ke mobil pak CEO”


“ penampilan tidak menjamin sikap seseorang”


“benar benar dunia hampir kiamat”


“ kenapa mereka menatapku dengan tatapan menjijikkan seakan aku ini kotoran” gumam vivi saat berpapasan dengan beberapa karyawan saat dia mau berjalan ke kantin dengan anisa


“ udah ayo gak usah pedulikan mereka” ucap anisa,  karena dia juga menyadari tatapan beberapa karyawan wanita yang seakan merasa jijik ,


Seoranv wanita dengan sengaja menumpahkan minuman ke baju vivi “apa apa an kau” seru anisa yang melihat itu di depan matanya , sedangkan vivi terperangah dengan apa yang baru saja terjadi


“ kau tanya kenapa? Kau tanya saja pasa sahabat mu itu , dasar jalang” umpat wanita yang seumuran dengan vivi itu


“ apa maksud mu?” tanya vivi yang mulai geram karena tidak ada angin tidak ada hujan tiba tiba dilabrak di depan umum , banyak mata yang melihatnya apa lagi saat ini pas waktu jam makan siang

__ADS_1


“ dasar wanita murahan , apa perlu aku sampaikan di sini agar semua orang tau kalau kau itu seorang jalang” ucap wanita yang baru diketahui bernama ulfa itu , karena kartu karyawannya terpampang jelas di saku sebelah kiri bajunya


Tiba tiba saja sua sana kantin menjadi ramai seketika saat mendengar ucapan ulfa


“ aku tak percaya vivi wanita murahan seperti itu , dia orangnya rajin ibadah”


“Siapa yang tahu itu semua hanya kedoknya saja”


“ bisa bisanya kau bicara seperti itu” ucap anisa geram


“kenapa tidak terima?” sahut ulfa makin nyolot


“sudah tidak perlu berdebat , toh aku tidak pernah melakukan apa yang dia tuduhkan pada ku” ucap vivi menanggapi dengan tenang , saat dia berprofesi sebagai seorang model dia sudah biasa menghadapi hal seperti ini ,  dia harus tetap tenang untuk mempertahankan sifat dewasanya walau sebenarnya dia ingin sekali menjambak rambut orang yang ada dihadapkannya saat ini


Plak


Sebuah tamparan mendarat di wajah vivi , dia merasa panas seketika di bagian wajahnya , reflek dia memegang wajahnya, dia benar benar sudah geram saat ini , semua orang di kantin terkejut dengan apa yang dilakukan oleh ulfa , begitu pun dengan anisa , saat vivi mengangkat tangannya hendak membalas apa yang baru saja di lakukan oleh ulfa , tangannya terhenti karena dicky sudah memegang pergelangan tangannya ,


Dicky menatap wajah istrinya yang memar karena tamparan  ulfa , kemudian tatapannya beralih pada ulfa dia menatap mengintimidasi “siapa yang mengizinkan mu menyentuhnya” ucap dicky dengan nada dingin.,


sedangjan anisa langsung menanyakan keadaan vivi saat itu juga , vivi memberi tahu temannya itu jika dia baik baik saja


sedangkan Ulfa masih saja tak menyadari kesalahannya dia masih berkelit membela dirinya “ kau seharusnya berterima kasih pada ku , wanita jalang ini tak pantas denganmu, dia hanya menginginkan hartamu saja” ucap ulfa dengan angkuh sambil menunjuk muka vivi dengan tatapan jijik

__ADS_1


Dicky menepis kasar tangan ulfa saat menunjuk istrinya “ seharusnya kau tahu batasanmu” ucap dicky “dimas pastikan wanita ini tidak diterima di perusahaan mana pun”ucap dicky


Dimas dari tadi ada di belakang dicky , menghubungi security  untuk menendang keluar ulfa dari perusahaan


Ulfa kaget mendengar apa yang dikatakan oleh dicky “ kau tidak bisa memecatku begitu saja ayah ku salah satu dewan perusahaan ini” ucap ulfa mencari perlindungan dibalik nama orang tuanya


“ tuan Adikusuma” ucap dicky “mulai hari ini pecat dia , akuisisi perusahaannya dalam waktu 1 hari dengan tuduhan pennyalah gunaan wewenang “ucap dicky


Tak hanya ulfa yang terkejut dengan pernyataan dicky , karyawan yang ada di kantin pun sama terkejutnya , mereka bertanya tanya apa hubungan vivi dengan bos mereka , “ kenapa kau membela wanita murahan ini” ucap ulfa tak percaya


“ jika bukan aku yang membela istriku lantas siapa?” ucap dicky dengan nada yang sengaja ditekan saat mengucapkan kalimat istri


“ istri” ulfa mengulang kalimat yang di ucapkan oleh pria pujaannya itu , tubuhnya terjatuh ke lantai seketika , mengingat semua yang dia rencanakan hancur seketika , bahkan keluarga besarnya menanggung imbas apa yang dia lakukan ,


Semua orang benar benar terkejut mendengar pengakuan dicky .


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2