Menikah Dengan CEO

Menikah Dengan CEO
Episode 37


__ADS_3

“ astaga kalau yun jha tahu berat badanku naik mampus nih” serunya setalah menimbang tubuhnya ,


“ siapa yun jha?” ucap dicky uang baru saja keluar dari kamar mandi


“ emz, dia salah satu teman aku” ucap vivi gelagapan ,


“Ohh terus masalah berat badan?” cecar dicky


Vivi melangkahkan kakinya agar jarak antara dia dan suaminya menipis “ aku tidak ingin suamiku melirik wanita lain , apa salahnya aku jaga berat badan” ucap vivi sambil mengalungkan tangannya “ di luaran sana ada banyak wanita sexy yang mengejar ngejarmu ” imbuhnya , dia sengaja mengalihkan pertanyaan suaminya dengan bersifat manja.


Dicky mengecup bibir istrinya “ bagaimana kalau akhir pekan ini kita liburan?” ajak dicky


“ kau tahu kan aku ingin mengajak andik dan anis pergi makan” ucap vivi sambil memanyunkan bibir, karena dia sudah mulai kangen pada adik bontotnya ,


“ kita akan mengajak mereka bagaimana?” rayu dicky , karena dia sudah menyiapkan kejutan untuk istrinya


“ karena kau memaksa , apa boleh buat” ucap vivi dengan senyum menawan kemudian mengecup bibir suaminya .


Saat ini keduanya sedang menonton acara tv , saling bersandar , vivi larut dalam pikirannya , dia sadar jika hubungan mereka hanya berlandaskan kepercayaan , dia berpikir untuk mengatakan yang sebenarnya pada sang suami dari pada runyam pada akhirnya


“ kak”


“Hemzz” sahut dicky masih memperhatikan tv


“ kau tahu salah satu model korsel yang bernama ana shu ?” tanya vivi

__ADS_1


“ tau , emangnya kenapa?” ucap dicky sambil memandang wajah istrinya


“ apa kau tidak berpikir kalau aku mirip dengannya” ucap vivi dengan PD


Dicky terkekeh mendengar ucapan istrinya , dia tak mengira jika istrinya ketularan narsis , dia menerima cubitan bi perutnya , “ ok ok , maaf” ucap dicky meminta ampun


“menyebalkan” dengusnya kesal “ udah mau jujur eh ditertawai , jangan salahkan aku jika kamu tau belakangan” gumam vivi dalam hati  kesal melihat suaminya yang masih terkekeh .


Dicky menahan tawanya kemudian mengambil nafas dalam “ ya aku tahu kalian memang mirip tapi kau lebih baik darinya” ucap dicky sambil memeluk istrinya yang memanyunkan bibir , karena menurut dia ana shu adalah wanita yang hidup bebas , bisa di pastikan jika wanita itu sudah  tidur dengan banyak pria , walau memang tidak ada berita yang menyiarkan atau mengumbar kebiasaan model tersebut  karena itu hanya asumsi dicky sendiri. Mungkin masa lalunya yang membuat dia berpikir buruk tentang seseorang yang berprofesi sebagai model.


Vivi menautkan alis mendengar ucapan suaminya , dia bertanya tanya apakah suaminya itu memandang rendah pekerjaan model , dia bernafas pasrah mungkin untuk kedepannya dia akan benar benar keluar dari dunia model setelah menyelesaikan kontrak . dia tidak ingin kehidupan rumah tangganya hancur karena kariernya sebagai model.


※Akhir pekan


Pantai adalah tempat yang dipilih dicky untuk menghabiskan waktu dengan istrinya , andik dan anisa tidak bisa ikut, anisa pulang ke rumah orang tuanya untuk mengisi akhir pekan , sedangkan andik ikut les karena hasil ulangannya turun .


Vivi terseyum bahagia karena dia sudah lama tidak ke pantai , dia mencipratkan air laut pada suaminya, setelah itu dia lari agar tidak dibalas oleh suaminya


“ dasar tunggu” ucap dicky sambil mengejar istrinya , dia merasa bahagia melihat istrinya senang dibawa ke tempat sederhana seperti ini , bahkan hampir 2 minggu pernikahan mereka namun istrinya itu tak pernah sekali berbelanja seperti wanita pada umumnya yang akan mengisi akhir pekannya dengan berbelanja.


“ ah “ jerit vivi ,dia berjalan ke pinggir pantai yang cukup jauh dari ombak , salah satu kakinya agak pincang , kemudian mendaratkan bokongnya ke pasir


“ kenapa?” tanya dicky panik kemudian melihat kaki istrinya yang berdarah ,


“ gak sengaja menginjak batu karang” serunya sambil meringis menahan perih , suaminya langsung mengambil sapu tangan yang ada disakunya kemudian mengikat telapak kaki yang terluka

__ADS_1


“ kualat” ucap dicky sambil tersenyum , “ ayo” ajaknya jongkok di depan istrinya


“ kau mau menggendongku?” tanya vivi  bingung


“  iya ayo cepat” ucap dicky ,


Beberapa saat kemudian , “ aku capek banget” seru vivi sambil menenteng sandal disalah satu tangannya ,


Dicky hanya menggeleng mendengar ocehan istrinya , “Yang gendong siapa yang capek siapa” gumam dicky dalam hati , karena dia sudah menggendong istrinya cukup lama ,


※perjalanan


“kita mau ke mana?” tanya vivi  memperhatikan jalanan yang mereka lewati


“pulang” ucap dicky santai


“iya aku tahu pulang ,tapi ini kan bukan jalan untuk pulang” ucap vivi , menatap perumahan mewah yang ada di pinggiran jalan  . vivi menatap suaminya dengan wajah penuh pertanyaan saat mobil yang mereka kendarai berhenti di salah satu rumah mewah yang berada di paling unjung perumahan itu , hanya ada 1 rumah di sana.


“ayo!” ajak dicky setelah membuka pintu mobil untuk istrinya ,


“ rumah siapa?” tanya vivi setelah keluar mobil , menatap rumah mewah bernuansah putih dengan halaman yang luas .


 


 

__ADS_1


untuk pembaca , kalau alur cerita yang aku buat tidak menarik tolong komen ya karena itu sangat penting


__ADS_2