
MENIKAH DENGAN CEO
Malam yang mendebarkan bagi yui itupun berlalu begitu saja.
tetapi bagi xibai masih tetap sama, biasa-biasa saja tak ada istimewanya sama sekali.
matahari terbit yang sudah menyinari kamar xibai membuat yui terbangun, menyilaukan. Dia menyipitkan matanya, masih tak sadar posisinya yang memeluk xibai begitu erat.
Xibai tersadar berkat dekapan yui. menekuk dahinya, sesak sekali.
Tetapi dirinya masih saja penasaran, kenapa yui tidak membuatnya jijik ? bukankah dia sangat anti terhadap wanita ?
mungkin karna yui tidak menjengkelkan seperti wanita lainya.
Ya, pikirnya mungkin sesederhana itu. dia menolak istrinya mentah-mentah untuk tidak boleh berada dalam hatinya.
wanita yang dipikirkan xibai itu terbangun, mendongak'kan kepala pada xibai yang badanya ber-aroma Mint.
membulatkan mata,melotot kaget karna baru sadar posisinya yang membuat xibai menekuk wajahnya.
dia segera menjauh dan menjaga jaraknya. ingin berkata maaf pun bibirnya serasa beku.
"kenapa kaget seperti itu?" xibai masih tak lepas dengan gayanya yang dingin.
"a,aku kaget" yui masih menganga kaget. takut pemilik hati es batu itu akan marah kepadanya.
"dasar, berlebihan"xibai bangun dari tidurnya, piyama biru dongker itu memang sangat cocok untuknya. membuatnya sangat tampan di pagi hari, dan sangat sexy dimalam hari.
ntah ini anugrah atau bencana bagi yui.
anugrah karna wajahnya yang sangat tampan, atau bencana yang akan membawanya pada kesengsara'an.
__ADS_1
Pagi yang masih seperti biasa, sarapan yang menyenangkan, dan berangkat kerja yang masih diantar xibai. ya meskipun terpaksa.
mereka sudah berkomunakasi dengan baik, tetapi hati kedua belah pihak masih menolak untuk menerima. yang satu merasa dirinya dijual, dan yang satu lagi masih menyimpan kenangan yang telah lalu yang pantas disebut Luka. tak tahu kapan mereka akan 'baik-baik saja'.
"pikirkanlah lagi" keheningan didalam mobil itu pun terpecah ketika xibai memulai pembicaraan.
"pikirkan apa?"
"yang mama bicarakan sewaktu sarapan"
"kerja ditempat perusahaan besarmu itu?"
"ya"
"........." yui terdiam sejenak, seolah-olah ini adalah pilihan terberat untuknya.
".....akan kupikirkan" dia benar-benar ingin memikirkanya dengan matang.
bisa situasi ini bisa dimanfaatkan.
"emm bai..." yui memberanikan dirinya untuk berbicara.
"ya?"
"aku akan masuk keperusahaanmu, tapi dengan satu syarat"
jantungnya benar-benar serasa mau berhenti.
xibai melirik ke arah yui yang sedang duduk di sebelah supir.
susana yang tadinya baik-baik saja sekarang berubah menjadi mencekam.
"dulu taruhan, sekarang syarat?" yui merasakan hawa dingin dibelakangnya, aura yang mencekam itu seakan-akan bisa mencekiknya agar tak dapat bicara.
__ADS_1
"maaf... aku ngga akan meminta kepadamu lagi, cukup kali ini saja, kumohon"
"....syarat apa?" xibai masih menekuk wajahnya. tak tau apakah dia meng-iya kan pernintaan istrinya atau tidak.
"temani aku datang kerumah keluargaku" yui serasa mau mati! dapat keberanian semacam ini pasti dia benar-benar merasa dirinya sudah gila.
"heh.. kau dibaiki sedikit saja langsung melunjak seperti ini ya? kau tidak sadar akan posisimu?" tanya xibai dengan dingin.
"aku sadar. maka dari itu aku hanya bisa membicarakan hal semacam syarat dan taruhan kepadamu" yui memang wanita yang bijaksana, ia dulu sewaktu kuliah dikenal sebagai wanita yang anggun dan bijak. dia tak akan sembarangan berbicara.
xibai semakin menekuk wajahnya, mengalihkan pemandangan ke jendela mobil dan berfikir. berkali-kali ia mendengus kesal.
"...baiklah" dia akhirnya menyetujui permintaan yui. yui sempat tak percaya, dia menoleh kearah belakang dengan semangat.
"terimakasih bai" ia tersenyum manis, sangat manis. memang pantas dia dijuluki wanita tercantik di universitasnya.
"tapi aku akan marah jika kau membicarakan hal semacam taruhan, syarat ataupun sejenisnya" protes xibai.
"baiklah, aku hanya memohon kepadamu kali ini saja. dan, tolong ketika didepan keluargaku, akting lah kau sangat mencintaiku.. emm lebih tepatnya seperti sepasang suami istri yang saling mencintai" xibai benar-benar terkejut yui mengatakan hal ini.
sepasang suami istri yang saling mencintai.
xibai terdiam sejenak, karna itu adalah mimpinya ketika bersama dengan jin xian dulu. pengalaman indah yang dulu dilalui bersama, saling mencintai, berjanji untuk bersama, sampai tua.
xibai nenggelengkan kepalanya, ingin menghempas semua pikiran tentang jin xian di benaknya. "aktingku sangat mahal" balas xibai dengan dingin.
"akan kubayar nanti" yui sangat yakin bisa membayar biaya aktingnya xibai. karna dia tak akan se tega itu kan menyuruhnya untuk mati?. xibai hanya diam yang berarti menyetujui permintaan istrinya.
JANGAN LUPA DI RATE ⭐5
KLIK TOMBOL FAVORITE, COMENT, SHARE, VOTEE YA 🧁
BERIKAN VEYYA TIPS, SUPAYA VEYYA KAYA 🥺❤️
__ADS_1