
※Kamar hotel
Vivi merasa kelelahan setelah berdiri kurang lebih dua jam untuk menyalami tamu undangan , jika saat ini dia mendengar orang yang mengibaratkan pernikahan itu berasa seperti raja dan ratu maka akan di pastikan sepatu yang di kenakan akan melayang pada orang itu , 2 jam lebih saja kaki sudah mau patah apa lagi di pajang seharian ,
Saat ini vivi sudah selesai membersihkan diri , sedangkan suaminya masih ada urusan , vivi menghabiskan waktu membaca majalah di atas ranjang berukuran king , selang beberapa menit dia sudah tertidur suara dengkuran halus keluar dari mulutnya , jam di dinding menunjukkan jam 11 malam.
Dicky masuk ke dalam kamar dia melangkahkan kakinya ke arah istrinya yang tertidur pulas , dicky tersenyum kemudian membenarkan posisi kepala istrinya agar tidak mendengkur , usai mengecup kening istrinya dia beranjak untuk pergi ke kamar mandi ,
※※※
Setelah kejadian di apartemennya waktu itu , alex meminta cika untuk tetap tinggal di sampingnya , lebih tepatnya kekasih kontrak yang berlaku dalam setahun , cika pun menyetujui ajakan alex karena uang di janjikan bisa dia gunakan untuk pengobatan ibunya .
Sebagai wanita simpanan dia harus selalu siap jika sewaktu waktu alex meminta nya untuk menemani pria itu , cika selalu mengiyakan apa yang dikatakan alex tanpa membantah , dia akan memasang wajah ceria walau suasana hatinya tak karuan .
“ apa kau mau mandi , biar aku nyalakan pemanas dan menyiapkan baju ganti” tanya cika saat memasuki apartemen alex
“ tidak perlu” ujar alex , sambil mengendurkan dasi yang dia kenakan, kemudian menaruh jas yang dia kenakan di salah satu sofa yang ada di ruangan itu
Cika mengambil air di dapur kemudian memberikannya pada alex, yang tengah menyandarkan tubuhnya di sofa.
“ minum” tawar cika , sambil menyodorkan segelas air putih pada alex , yang langsung di ambil dan di teguk oleh pria tampan di hadapannya itu
“ mau ke mana?” tanya alex saat cika hendak berjalan ke dalam kamar
__ADS_1
“ mau tidur ngantuk udah jam 11 lebih” ucap cika, gadis itu sengaja menyebut jam agar alex tahu kalau saat ini sudah tengah malam ,
“ malam ini tidur dengan ku”ajak alex , selama ini mereka tidur terpisah alex tidur di ranjang sedangkan cika tidur di sofa yang sudah alex ganti dengan sofa yang berukuran besar , “ hanya tidur” imbuh alex saat melihat cika mau mengucapkan kalimat dari bibir nya .
“Baik lah “jawab cika kemudian berjalan masuk ke dalam kamar yang di ekori oleh alex
Beberapa menit kemudian semua tidak seperti yang alex janjikan , Setiap ada masalah dengan pekerjaan alex sering menghabiskan malam dengan para wanita yang sudah meng Antri untuk menghabiskan malam dengannya , namun setelah dia mengenal cika dia enggan melakukan dengan wanita wanita yang sudah berpengalaman dengan hal itu, dia lebih suka saat bersama gadis polos yang ada di bawah tubuhnya itu .
※※※ pagi
Dicky berada di balkon kamar hotelnya menikmati hembusan angin yang belum tercemar oleh asap kendaraan , “ ngantuk” seru vivi sambil memeluk pinggang suaminya dari samping
“ tidur lagi setelah sarapan” ucap dicky , menatap istrinya yang masih mengenakan piama yang sedang memejamkan kedua matanya ,.
“maksudnya?” tanya vivi sambil membuka kedua matanya , menatap wajah suaminya yang juga menatapnya “aku ketemu pertama kali saja di restoran pas dia nolongin aku” ucap vivi , karena seingatnya dia tak pernah mengenal alex sama sekali
“ ya sudah ayo masuk dingin” ajak dicky , keduanya masuk ke dalam kamar hotel,
“ aku sudah pesan sarapan , cuci muka dulu gih” ucap dicky , karena setelah sholat subuh istrinya itu kembali melanjutkan tidurnya dengan alasan capek , sedangkan dicky sudah sibuj membaca artikel pernikahannya yang tersebar di medsos , mau pun di youtobe , tentu saja tidak akan berhenti di situ karena nanti siang akan di siarkan di beberapa stasiun TV di tanah air.
“ temenin” ucap vivi ,
“sekalian aku mandiin” goda dicky , pada istrinya yang sedang bergelayut di lengan tangannya
__ADS_1
“ mau mu” ucap vivi sambil memanyunkan bibirnya , kemudian berjalan pergi ke kamar mandi , dicky terkekeh mendengar ucapan istrinya itu
Beberapa menit kemudian pesanan dicky sudah di antar oleh pihak hotel, vivi baru saja keluar dari kamar mandi “ baunya bikin lapar” seru vivi , kemudian duduk berseberangan dengan suaminya “ emang pagi pagi sudah ada rawon” tanya vivi ,
“ ada kalau aku yang minta” ujar dicky dengan nada sombong
Vivi hanya berdecik mendengar jawaban suaminya , “ menyalah gunakan kekuasaan” gumam vivi dalam hati , sebelum dia melahap rawon yang ada di depannya itu. Mereka menghabiskan sarapannya dengan obrolan ringan ,
__ADS_1