
Di sebuah vila mewah yang berada di sekitar area Resort , dengan taman yang luas yang hampir mengelilingi area vila , kolam renang yang berada di belakang , ruang kamar yang menghadap kearah pantai .
Kedua insan itu kini sedang bercumbu di dalam kamar , sedangkan di luar sana matahari hampir saja tenggelam , namun kedua insan itu semakin memperdalam ciuman mereka satu sama lain , suara ombak di luar sana seolah menjadi irama bagi setiap gerakan mereka , saling bertukar syarifah satu sama lain sedangkan tangan Dicky sudah lolos menyelinap masuk ke dalam baju yang di kenakan istrinya , saat keduanya berada di puncak gairah mereka , dengan cepat Dicky menutup tirai yang berada satu langkah dari dirinya , setelah itu dia mengendong istrinya ke ranjang.
“ gak nanti saja ” ucap vivi saat suaminya sudah mengangkat tubuhnya ,
“nanggung sayang ” ucap Dicky seulas senyum terukir di wajah tampannya , kemudian kembali mengecup bibir wanita yang ada di gendongannya
Beberapa jam kemudian mereka baru saja keluar dari kamar mandi , vivi menggunakan handuk kimono begitu pun Dicky menggunakan handuk kimono tapi pria tampan itu mempertontonkan dada bidang serta roti sobek miliknya ,
__ADS_1
Saat ini dicky membantu istrinya mengeringkan rambut , vivi duduk di kursi yang berada di samping jendela menatap kearah luar jendela , yang memperlihatkan remang remah lampu perahu yang berlayar di laut “ bagai mana kalau setelah dari isi kita beli perlengkapan bayi?” ucap vivi , dia tidak sabar untuk menunggu kehadiran bayi yang ada di dalam perutnya itu , walau sebenarnya dia belum bisa mengetahui jenis kelamin buah hatinya , perutnya saja masih datar tidak begitu menonjol mungkin karena usia kehamilannya masih tergolong muda.
“ iya , kita akan borong semua keperluan bayi” ucap dicky sambil menyisir rambut istrinya
“ dasar berlebihan” ucap vivi sambil memanyunkan bibirnya saat mendengar ucapan suaminya , detik kemudian seulas senyum mengembang di bibir tipisnya
“ asal kau mau aku belikan mall seisinya” goda Dicky yang kini sudah duduk jongkok di depan istrinya , “ adik setuju kan dengan papi” ucap Dicky sambil mengelus perut istrinya seolah olah dia berbicara dengan bayi .
“ tentu saja setuju sama papi , apa lagi di beli in berlian serta saudara saudaranya” ucap vivi menirukan suara bocah pada umumnya.
“ aku gak suka kalender ” ucap vivi , sontak saja dicky tertawa dan mencubit pipi istrinya karena gemas,
dicky sudah membooking tempat makan yang dengan nuansa romantis, saat ini mereka sudah berada di tempat itu, ada beberapa lilin yang tertata rapi di sekitar jalan setapak yang mereka lalui.
__ADS_1
Vivi benar benar tak menyangka suaminya akan menyiapkan makan malam romantis seperti ini , dia sudah bersyukur karena suaminya bisa meluangkan waktu untuk berlibur dengannya di tengah tengah jadwal padat pria tampan yang ada di sampingnya itu,
“ apa kau suka?”ucap dicky , sambil menatap wanita cantik yang mengenakan gaun berwarna pink dengan lengan pendek , sedangkan panjangnya sampai tumit ,
“ iya aku suka” ucap vivi , ‘hanya saja aku tidak menyangka kalau kamu akan membawaku makan malam di luar ruangan , dasar gak pekah tuh jas kasih aku kek ’ gumam vivi dalam hati sedikit kesal , saat ini dia merasa sedikit kedinginan.
Mereka kini sudah berada di meja makan , dicky membantu vivi menarik kursi agar wanita itu lebih muda untuk duduk , “ pakai ini” ucap Dicky saat istrinya hendak duduk , dicky melepas jas yang dia pakai dan memakaikan nya pada istrinya , setelah menghadiahkan kecupan pada kening istrinya, kemudian dia duduk di bangku yang berlawanan arah dengan istrinya
__ADS_1