
Satu jam telah berlalu , saat ini vivi sedang menikmati perawatan di rumah , sekitar dua jam yang lalu dicky mengirim pesan padanya jika dia menyuruh bawahannya untuk membawa hanya untuk membawa perias profesional atau apalah itu , hanya saja vivi belum sempat membaca pesan yang dikirim suaminya, baru setelah rara datang ke rumah dia membaca lesan dari suaminya itu.
Tentu saja vivi bingung bukannya mereka hanya datang kesalah satu teman suaminya yang merayakan anniversary pernikahannya, kenapa dia harus seheboh ini , melakukan segala tripmen , dari ujung kaki sampai ujung rambut,
Sudah hampir jam makan siang untung saja ART di rumahnya itu siap siaga melayani nyonya muda mereka , mereka menyiapkan jis sekaligus salad untuk mengganjal perut vivi,
Saat jam makan siang dicky tidak pulang untuk makan siang dengan istrinya , dia mengirim makanan siang untuk istrinya dan juga untuk pegawai salon sekaligus ART yang ada di rumahnya , tentu saja vivi merasa jengkel dengan suaminya itu yang sibuk dengan pekerjaannya , yang tak mau menemaninya makan siang dengan alasan rapat dadakan , walau sebenarnya selama ini suaminya itu selalu makan siang di rumah untuk menemaninya , kadang vivi sendiri yang ke kantor untuk membawakan makan siang untuk suaminya , namun tadi saat vivi menawarkan itu di tolak mentah mentah oleh suaminya.
Jam 6 . 30 , setelah menyelesaikan ibadah sholat vivi langsung merias wajahnya dibantu oleh para tata rias yang dari tadi melayaninya ,
“ini gak salah” seru vivi saat melihat gaun yang di bawa oleh salah satu perias, gaun berwarna putih berlengan panjang bawahannya menjuntai ke lantai
“tuan yang menyiapkan semua ini” ucap perias itu sopan
Vivi mengangkat tangannya mengisyaratkan untuk diam sebentar kemudian menelefon suaminya “ kok nomornya gak aktif” seru vivi saat nomor telepon suaminya itu berada di luar jangkauan , kemudian dia beralih menghubungi Dimas , namun dia sama tidak dapat dihubungi. Beberapa menit lalu vivi menerima chat dari suaminya jika dia ditunggu di hotel tempat acara itu dilaksanakan oleh suaminya. “ makan siang gak pulang di telefon malah gak aktif” gumam vivi kesal , “ iya sudah bantu aku pakai” seru vivi, kemudian berjalan ke ruang wardrobe , yang langsung di ikuti oleh salah satu tata busana itu .
Beberapa menit kemudian vivi sudah selesai memakai gaun putih berhias mutiara dengan rok yang menjuntai ke lantai dengan panjang dua meter , “apa dia mau ngajak aku ke red karpet ”ujar vivi mendengus kesal melihat penampilannya di depan cermin, sedangkan tata rias yang meriasnya terteguh melihat aura cantik yang terpancar dari wajahnya .
“ hanya tinggal memakai ini setelah itu selesai” ujar salah satu tata rias itu yang membawa perhiasan , kalung bertatahkan berlian yang terlihat elegan.
__ADS_1
Vivi menelan ludah melihat kalung yang ada di depannya itu , bukannya terpanah karena perhiasannya itu dia malah merasa risi , memakai gaun ini saja akan menjadi pusat perhatian apalagi di tambah perhiasan itu “ yang ngadain pesta siapa? yang dandan menor siapa?” celetu vivi , yang disambut senyum oleh para tata rias itu.
Stelah melakukan segala macam perawatan yang menghabiskan cukup banyak waktu , kini vivi sudah berangkat hotel tempat pesta itu berlangsung , bahkan mobil yang dia naiki berbeda dengan biasanya , dia sungguh heran dengan perlakuan suaminya itu,
※ hotel
dicky duduk di salah satu ruang VVIP yang dia pesan , dia melihat istrinya dari CCTV dan juga penyadap suara yang dia pasang di rumahnya , dia tersenyum mendengar setiap omelan istrinya itu ,
“ nyonya sudah ada di bawah” ucap dimas yang dari tadi berada tak jauh dari bosnya itu,
“ ok” ucap dicky , sambil membenarkan jas yang dia kenakan di depan cermin , seulas senyum mengembang di bibirnya , setelah itu dia berjalan keluar untuk menyambut kedatangan istri tercintanya itu, yang di ikuti oleh dimas yang ada di belakannya , bebepa karyawan hotel yang bertemu dengannya menganggukkan kepala ,
※ di lain sisi saat vivi turun dari mobil dia langsung disambut oleh asistennya ( yun jha) setelah berbicang bincang beberapa saat mereka memutuskan untuk segera masuk ke aula di mana pesta itu di selenggarakan ,
“mungkin mereka sudah ada di dalam semua” ucap yun jha yang dari tadi megekor di belakang vivi membantu mengangkat rok vivi yang menjuntai ke lantai itu
Penjaga yang berada di depan pintu langsung membukakan pintu untuk vivi bahkan dia belum memperlihatkan undangan yang di berikan oleh suaminya kemarin malam pada kedua penjaga itu , vivi menganggukkan kepala kemudian masuk ke dalam aula yang penerangannya cukup minim itu “ ku rasa kita salah tempat , mungkin ini tempat untuk acara Halloween” seru vivi walau sebenarnya dia juga ingat kalau Halloween sudah berlalu beberapa minggu lalu .
Tak butuh waktu lama beberapa lampu menyala bergantian menerangi tempat itu , vivi terteguh sesaat saat melihat banyak orang yang berada di sana , dia membaca salag satu sepanduk yang berukirkan namanya dan juga nama sang suami, vivi menutup mulutnya tak percaya , suara iringan musik mengiringi langkah dicky yang berada di depan vivi yang berkisar jarak sekitar 10 m dari istrinya ,
__ADS_1
“ mau kah kau tua bersama ku” ujar dicky , sambil mengulurkan tangannya pada istrinya seulas senyim mengembang di bibirnya saat mengucapkan kalimat itu ,
Sontak saja beberapa wartawan dan foto grafer mengabadikan momen itu , acara itu di hadiri oleh kalangan pembisnis , kerabat dekat dari kedua keluar ga mereka.
__ADS_1