
Hermawan benar benar marah karena disaat bersamaan dia kehilangan miliknya yang berharga bahkan kali ini dia melampiaskan kemarahannya pada salah satu anak buahnya yang seharusnya bertanggung jawab untuk keamanan , “ kemana reza kenapa sampai saat ini dia belum kesini” ucap hermawan dengan nada marah .
“ maaf tuan, setelah mendengar apa yang terjadi di gudang pak reza pergi kesana untuk mengecek keadaan disana” ucap salah satu bawahan hermawan dengan nada takut , karena jika dia menjawab dengan salah kemungkinan besar dia akan bernasib sama dengan petugas keamanan yang babak belur terkapar di lantai.
“ cepat kau ambilkan wine untuk ku”ucap hermawan , dia merasa cukup tenang saat mendengar reza sudah menghendel pekerjaannya , mendengar perintah atasannya pria itu pergi untuk mengambil minuman yang di butuhkan oleh atasannya itu .
Hermawan masih berpikir tentang yusman , dia benar benar tak menyangka jika keadaan yusman masih baik baik saja tidak seperti informasi yang dia dapat selama ini , sontak saja amarahnya bertambah saat melihat lawannya yang sudah membuat hidupnya sengsara baik baik saja .
“ selidiki tentang orang ini” ucap hermawan setelah bawahannya menaruh sebotol win dan gelas yang dia minta di atas meja
“baik tuan” ucap pria yang baru saja melayani hermawan setelah dia mengambil foto yang diberikan hermawan padanya , kemudian pria itu segera pergi untuk melakukan tugasnya . saat mau keluar dari kediaman hermawan dia tidak sengaja bertemu dengan reza
“apa yang kau bawa” ucap reza yang tak sengaja melihat pria yang baru saja keluar dari ruangan hermawan membawa selembar foto
“ tuan menyuruh saya menyelidiki orang ini” ucap pria itu sambil menunjukan foto dicky ,
“ lakukan dengan hati hati” ucap reza sambil menepuk bahu pria itu. Kemudian berjalan masuk ke ruangan hermawan.
__ADS_1
※※
Saat ini alex bersama Anto berada di markas mereka bersama dengan beberapa orang kepercayaan mereka , mereka berencana untuk segera menangkap hermawan , setelah gudang penyimpanan barang haram milik hermawan meledak atau terbakar mereka menemukan beberapa di tempat kejadian bukti yang bisa memberatkan hermawan , mereka hanya menunggu surat penangkapan untuk hermawan yang akan di setujui besok
“ kau tahu kan pria tua itu sangat licik , selama ini dia selalu selamat , bahkan di detik detik terakhir , segera kau blokir penerbangan atas nama hermawan dan herma wijawa , perketat penjagaan di setiap pelabuhan dan bandara , karena kemungkinan bersar dia akan mengambil jalur laut” ucap alex walau dia mempunyai koneksi dengan salah satu orang hermawan yang bakhan sampai saat ini tidak diketahui identitasnya , namun informasi yang diberikan pria itu selalu aktual.
“ akan dilaksanakan , kali ini kita sudah menemukan alamat hermawan namun tidak ada gerak gerik yang mencurigakan di tempat itu” ucap anto , dia selalu menerima laaporan dari tim yang dia kirim untuk mengikuti hermawan.
※※
Reza masuk kedalam.ruang kerja hermawan melihat seorang pria terkapar dilantai penuh luka , kemudian reza memberi isyarat pada dua orang pria yang berada diruangan out untuk mengurus pria yang terluka itu , setalah mereka bertiga pergi hermawan menegur reza dengan nada tak suka “apa yang kau lakukan” ucap hermawan denhan mada lantang ,
“katakan” ucap hermawan acuh .
“Mereka sudah mengetahui jika dua pabrik yang terbakar itu milik anda , orang orang kita di tempat itu tidak sempat meberesakan barang bukti saat polisi datang”ucap reza “malam ini kita harus pergi dari sini , aku sudah menyiapkan semua” ucap reza dengan raut wakah tenang.
Sontak saja hermawan membulatkan mata saat mendengar berita yang di sampaikan oleh reza “ aku serahkan semua ( keamanan) pada mu”ucap hermawan dia sepenuhnya percaya pada reza , karena selama ini dia yanv melihat kemampuan reza dalam segala hal dan kesetiaan reza padanya , bahkan pria muda yang ada di hadapannya rela berkorban untuk menyelamatkannya saat mereka berada dalam situasi mendesak.
__ADS_1
Sekilas reza tersenyum mendengar ucapan hermawan “aku mengerti”ucap reza kemudian berjalan pergi , belum ada lima langkah hermawan sudah memanggilnya
“ reza , coba kau cari tahu siapa yang menghianati kita , lakukan seperti biasa ( bunuh )”ucap hermawan denhan nada penekanan di akhir kalimat , rezaa mengangguk paham kemudian melanjutkan langkahnya
__ADS_1