
Sepasang anak dan ibu itu menatap vivi dengan tatapan tak suka , seoalah oleh mereka jijik padahal mereka hanya kalah cepat saja , meraka yakin sila akan merasa risih dengan menantunya itu dan akan meminta dicky menceraikan wanita yang kini tengah duduk di hadapan mereka
“ aku rasa tidak masalah, toh sah sah saja , kalau bukan kamu yang pakai uang suamimu lantas siapa??” ucap sila dia sengaja menekan kata siapa agar erica dan sarla sadar dengan apa yang mereka perbuat
Sarla dan erica benar benar kecewa setelah mendengar ucapan sila , yang tak sesuai prediksi
“ benar juga ucapan jeng sila , toh laki laki memang berkewajiban memberi nafkah lahir maupun batin ” ucap vera salah satu teman sila ,
“tapi kalau di lihat lihat sepertinya aku pernah bertemu dengan menantu jeng sila, tapi di mana ya?” ucap dian sejenak dia berpikir “ ah iya aku ingat aku pernah ketemu pas pembukaan hotel , jangan bilang menantu jeng sila ini dulunya model” imbuhnya penasaran
Untuk kedua kalinya sarla dan juga erica terperangah , namun erica tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh dian , saat sila mau angkat bicara erica sudah lebih dulu bicara “ maksud tante hotel yang mana , aku rasa aku gak pernah lihat dia selama ini”
Sila yang mulai geram dengan gadis yang berada di depannya itu pun langsung menjawab pertanyaan dian tanpa mempedulikan ucapan erica “ ternyata mata jeng dian sangat jeli ya , sebelumnya menantuku ini berprofesi sebagai model tapi bukan di negeri sendiri , melainkan di negara K” ucap sila dengan bangga
“ wah pantas saja dari tadi aku ngerasa gak asing” ucap dian antusias, mereka menghabiskan waktu cukup lama di restoran itu bertukar cerita
※ Rumah
Dicky pulang lebih dulu dari pada istrinya , setelah berganti pakaian santai dicky menghabiskan waktu di depan tv , sambil menunggu istrinya , tak butuh waktu lama vivi sudah sampai rumah
“ capek” seru vivi, kemudian duduk di samping suaminya sambil memijat betisnya yang terasa nyilu.
“ ke mana ada tadi sama mami” tanya dicky, “ sini biar aku bantu” ucapnya , istrinya pun langsung memangku kan kaki di atas pahanya, dicky langsung memijat betis istrinya itu
“tadi mami ngajak aku ketemu sama teman temannya” ucap vivi sambil manyun mengingat apa yang terjadi tadi di restoran , memang ujian mempunyai suami ganteng sekaligus kaya, itu lah yang dia rasakan
__ADS_1
“ kenapa cemberut” tanya dicky saat melihat wajah istrinya yang masam ,
“ gak apa apa capek aja” ucap vivi “ udah makan belum?”
“ belum aku nunggu kamu pulang” jawab dicky “udah enakan kakinya” ucapnya
“ udah” ucap vivi “makasih” ucapnya sambil menghadiahi kecupan di bibir suaminya “ mau makan sekarang apa nanti”
“nanti saja habis sholat isyak” ucap dicky sambil mengelus kepala istrinya , “ kenapa kamu dandan cantik banget mau cari cowok ya” ucap dicky sambil mencibit hidung istrinya
“ masak ada cowok mau sama cewek hamil” ucap vivi sambil mengelus perutnya yang masih rata
“ siapa yang tau” ucap dicky , “ oh ya sayang bagai mana kabarnya di sana bagaimana kalau nanti papi berkunjung” ucap dicky sambil mengelus perut istrinya
“ ihh dasar mesum bisa bisanya bicara seperti itu” ujar vivi sambil menjauhkan tubuhnya dari suaminya
Dua jam kemudian , setelah selesai sholat isyak mereka makan malam ,
“ kenapa gak enak?” tanya dicky saat melihat istrinya
“ aku kenyang tadi aku makan banyak” ucapnya
Dicky mengangguk paham soalnya dia tadi dikirim video oleh ibunya saat istrinya sedang makan di restoran . “ besok malam ada undangan salah satu rekan bisnis aku merayakan anniversary pernikahan mereka” ucap dicky
“truss” ucap vivi
__ADS_1
“ terus aku berencana membawa kamu ke sana” jawabnya , kemudian meneguk minuman yang ada di depannya
“ ok , tapi aku gak ada gaun buat pergi ke sana” ucap vivi , seolah dia lupa kalau tadi sore mertuanya membelikan 2 gaun untuknya
“aku sudah suruh Dimas siapkan” ucapnya “ya sudah ayo” ajak Dicky karena dia sudah selesai makan
“Bentar akh mau masukin piring kitor ke wastafel dulu” ucap vivi , sambil menata piring kotor yang ada di meja
“ biar aku saja” ucap dicky membawa beberapa piring kotor itu ke wastafel “ ya sudah ayo”
Mereka berjalan beriringan “ tadi mami beliin aku gaun 2”ucap vivi sambil bergelayut di lengan suaminya
“ katanya gak ada gaun” ucap dicky , sambil mengacak rambut istrinya
“kan beda , entar kalau mami ngajak aku keluar mau pakek apa coba , masak iya aku pakek baju aku yang dikirim yun jha aja!” ucap vivi
“ pakai saja” ucap dicky “ pas ada di rumah” imbuhnya , bagaimana mungkin dia rela orang lain melihat istrinya berpakaian seperti itu , sebenarnya pakaian vivi yang di kirim yun jha bukan pakaian kekurangan bahan hanya saja vivi akan terlihat sangat memesona saat mengenakan pakaian itu,
__ADS_1