
Setelah menghubungi beberapa pemegang saham dari inggris , dicky menjelaskan pada mereka jika berita itu hanya rekayasa yang dibuat untuk menjatuhkannya , setelah mereka berbicara panjang lebar mengenai rapat saham yang akan dilakukan lusa , mereka akan mendukung dicky.
Saat ini Dicky berniat menginap dikantor , agar dia tidak membuang buang waktu , “ku harap mereka bisa dengan cepat menyelesaikan tugas mereka” gumam Dicky dalam hati , dia yang sedang berdiri menatap keluar jendela.
※pagi 2
Jam 4 dini hari dicky sudah bangun untuk menyelesaikan pekerjaannya yang sempat tertunda ,
Tepat jam 9 pagi bagas mewakili dicky untuk mengadakan jumpa pers , untuk mengklarifikasi apa yang terjadi kemarin sedangkan Dicky mengurus hal yang di butuh kan untuk besok.
※※
Di ruang kerja haris dia tersenyum bahagia karena jumlah pemegang saham yang berpihak padanya lebih tinggi dari pada dicky , dia tidak menyangka hal yang dia inginkan selama ini akan terwujud hanya dalam hitungan jam ,
“ akhirnya semua berjalan sesuai rencana” ucap haris saat melihat laporan dari asistennya , setelah foto itu beredar haris menyekap erica agar tidak membocorkan apa yang sebenarnya terjadi di depan publik , bahkan dia sudah membersihkan semua bukti ( foto , bukti chating) Yang akan memberatkan dirinya , yang disimpan oleh Erica, dengan begitu usahanya akan berjalan dengan mulus .
Disalah satu gudang tak terpakai erica berada dalam kondisi mengenaskan saat ini dia dalam keadaan tangan dan kaki di ikat dan ada beberapa lebam di wajahnya , dia tak menyangka akan berakhir di tempat seperti ini.
__ADS_1
Sedangkan di luar gudang itu, ada dua orang yang menjaga tempat itu “ kasihan sekali wanita yang ada di dalam itu” ucap pria berbaju hijau yang sedang bermain kartu di depan gudang
“maksudmu ? kasihan gak kamu temeni!” ucap berbaju merah , sambil menyulut rokok
“ ya walau bagaimanapun aku ini pria normal , andai saja gak dipesani sama pak bos , sudah pasti aku lahap sampek habis” ucap pria berbaju hijau
“ kau pikir dia ikan asin” ucap pria berbaju merah , merasa risih dengan apa yang dikatakan temannya itu
sedangkan dari dalam gudang erica samar samar mendengar ucapan mereka , dia berpikir untuk memanfaatkan situasi saat ini agar bisa keluar dari tempat ini
※※
“
“ maaf membuat kalian menunggu, bisa mulai rapatnnya” ucap dicky setelah berada di meja tempat untuk pemimpin perusahaan sedangkqn farel dan farah berdiri di samping pintu sambil memengan dokumen yang sudah di siapkan untuk keperluan rapat “ Aku tidak menyangka Pak Hermawan akan hadir pada rapat kali ini” ucap dicky saat melihat hermawan ,
“ sudah lama tidak bertemu , kita malah dipertemukan dalam suasana seperti ini” ucap hermawan dengan nada santai “aku ingin mengundangmu ke tempatku jika Pak CEO todak sibuk” imbuh herlambang dengan senyum licik
__ADS_1
“Tentu saja aku akan menemui Anda setelah semua berjalan dengan lancar” ucap Dicky dengan nada santai, selang 30 menit mereka beradu argumen agar Dicky diturunkan dari posisinya karena kasus skandal yang menimpa dirinya, mereka beralasan tidak membutuhkan pemimpin yang tidak bisa menjaga rumah tangga nya yang bisa mempengaruhi perusahaan, dicky hanya bersifat tenang saat mendengar ucapan “ apa kita bisa langsung mengadakan pemilihan langsung , aku merasa lelah karena kurang istirahan” ucap dicky sambil merenggangkan tangannya ,
Kerja respon Dicky membuat orang yang berada di ruangan itu tercengang karena baru pertama kalinya nya ini seolah tidak ada masalah apapun “dasar , sudah seperti ini dia masih berlagak sombong “ucap haris lirih sambil menatap tak suka pada dicky “ bisa bisanya orang aro Arogan seperti dia”
Sedangkan bagas menarik nafas panjang mendengar ucapan putranya itu , untuk sejenak Hermawan memuji sifat tenang dicky hingga dia merasa ada hal yang tak di inginkan akan terjadi . setelah itu mereka melakukan pemilihan CEO secara terbuka hasil yang didapat membuat haris tak percaya , 45 % pemegang saham memihak padanya , selisih 1% dengan dicky , tentu saja dia dan komplotannya merasa bahagia ,
“selamat pak haris” ucap heru senang , karena usaha mereka tak sia sia , haris mendapat banyak ucapan selamat dari beberapa orang pendukungnya , sedangkan Dicky dan bagas hanya diam saja menyaksikan mereka yang sedang tertawa puas.
Di tengah tengah kebahagiaan haris dan juga komplotannya hermawan , seorang bawahan hermawan menghampiri “ maaf pak ada yang perlu aku sampaikan , dua pabrik dan gudang utama kita meledak secara bersamaan” ucap pengawal hermawan dengan nada kesal , hermawan menatap dicky yang tengah duduk santai di tempat duduknya., dan melempar senyuman hinaan pada hermawan saat mereka bertatap muka .
“ada acara apa ini , kenapa tidak menunggu sampai aku datang” ucap yusman saat masuk ke dalam ruang rapat , dia mengenakan pakaian bermerek mulai dari sepatu sampai jas , ditemani oleh salah satu pengacaranya yang selama ini mengurus sahamnya di perusahaan A.H , sontak saja hermawan menatap lekat Yusman dengan tatapan tak percaya “ sudah lama kita tidak bertemu” ucap yusman saat bertatap muka dengan hermawan
__ADS_1