Menikah Dengan CEO

Menikah Dengan CEO
Episode 116


__ADS_3

Warning


Dilarang mengedarkan  novel ini tanpa ijin penulis dalam bentuk apa pun maupun audio , budidayakan menghargai karya orang lain ,


Terima kasih


Deg


Dicky sejenak kaget saat melihat lukisan itu , dia segera menenangkan dirinya


“ lukisan ini akan di mulai dari harga 10 JT” ucap pembawa acara


Vivi mengangkat papan nomornya yang bertulis angka 11


“ Iya no 11 ” ucap pembawa acara dengan


“ 50 juta” ucap vivi ,


“ Apa ada lagi yang lebih tinggi?” ucap pembawa acara kemudian menatap ke papan bertulis angka 33 “ no 33”


“100jt” Ucap pria yang ditemani oleh seorang wanita berbaju sexy , “ aku akan mendapatkannya untukmu” ucap pria itu pada wanitanya.


Vivi kesal saat ada orang yang menawar diatasnya “apa kau menyukai lukisan itu” tanya Dicky  pada istrinya


“ hemzz” angguk Vivi


“ Dicky mengangkat  papan no yang ada di tangan istrinya  “ 1 milyar” ucap Dicky , yang membuat para tamu langsung melihat ke arah tempat nya  .


“ Sayang itu terlalu mahal untuk ukuran sebuah lukisan biasa” ucap Vivi sambil menatap istrinya .


“ senyum mu lebih mahal dari pada lukisan itu” ucap Dicky sambil mencubit pipi istrinya.


“ Waw , benar benar suami sayang istri , patut jadi tauladan bagi para suami yang ada di tempat ini” ucap pembawa acara , yang terkejut dengan penawaran Dicky , setelah dipikir lagi Dicky orang terkaya di Asia , uang 1 milyar bukan apa apa baginya “ apa ada lagi” imbuhnya , setlah tak ada yang menawar seorang pun yang memberikan tawaran , mereka mengganti dengan barang baru yang akan di lelang,  pihak lelang mendatangi Dicky .

__ADS_1


Para wanita yang ada di acara lelang merasa iri pada Vivi yang memiliki suami tampan kaya pagi , tak heran banyak wanita yang tak tahu malu ingin naik ke ranjang ataupun ke dekapan Dicky.


“ katakan pada pemilik lukisan ini , aku membeli lukisan ini untuk orang yang sangat ku cinta” ucap Dicky setelah memberikan kartu berisi uang 1 M pada petugas perempuan yang ada di depannya itu. Perempuan itu tersenyum ramah “ saya akan menyampaikannya” sahut petugas itu , dia merasa iri pada Vivi karena bisa mendapatkan suami seperti Dicky , pria yang tak ragu akan mengeluarkan uang untuk keinginan istrinya “ permisi semoga hari anda menyenangkan” pamit petugas itu .


Dicky mengangguk i ucapan petugas itu “ sisanya kau yang urus” ucap Dicky pada Dimas yang ada di sebelahnya , Dimas mengangguk paham maksud dari tuannya itu .


Vivi seksama menatap pameran barang yang baru saja di bawa petugas ke atas podium “ uang ku” gumam Vivi dalam hati , mengingat suaminya itu membeli barang dengan harga gila seperti itu.


Di balik podium seorang wanita dengan penampilan sederhana duduk di salah satu meja yang ada di tempat itu , dia sambil menatap jam yang melingkar di tangannya , raut wajah nya cemas memikirkan sesuatu.


Wajahnya tegang saat lukisan yang dia lelangkan di perlihatkan di atas podium ,  dia memohon dalam hati semoga lukisan itu laku dengan harga yang tinggi.


Seulaa senyum tergambar di bibir tipis wanita itu saat mendengar penawaran dengan harga 50 Juta , kemudian naik 100 juta , jika dulu baginya uang dengan nominal itu tak berarti apa apa , namun saat ini dia merasa uang uang itu sangat berharga , wajahnya semakin terkejut dengan harga yang baru saja naik  “1 milyar” ucapnya tak menyangka,  Wanita itu bersujud sukur seketika. Wanita bertubuh tinggi wajah nya terlihat kusam , pakaian sederhana terlihat dengan jelas tangan wanita itu sangat kasar , wanita itu adalah stela salah satu model terbaik pada jamannya ( lima tahun yang lalu) ,


“ Akhirnya aku bisa membayar biaya rumah sakit” ucapnya lirih , wanita itu hampir menangis bahagia andai saja petugas lelang tak mendatanginya ,


“ Anda begitu beruntung nona , bos besar telah membeli lukisan anda , untuk istri tercintanya” ucap petugas lelang sambil menyalami stela.


“ benar , semua wanita yang datang malam ini di buat iri oleh wanita cantik itu” sahut petugas lelang yang masih dengan jelas mengingat wajah Vivi yang terlampau cantik baginya “ Itu pantas dia dapatkan” tungkasnya “ aku yakin banyak pria yang ingin membelikan barang kebutuhan wanita cantik itu , maaf aku terlalu banyak bicara yang tidak penting” imbuhnya saat sadar dari rasa kagum dirinya pada Vivi .


“Tidak masalah” ucap stela memahami petugas itu , ada rasa penasaran pada diri stela , jika seorang perempuan saja begitu mengagumi wanita beruntung itu , maka sepeti apa paras cantik wanita itu “ oh ya kalau boleh tahu siapa pembeli lukisan itu” tanya stela penasaran dia harus berterima kasih pada orang itu.


Petugas itu memukul dahinya pelan karena dia tak ingat siapa nama pasangan yang dia kagumi itu “ Aku lupa siapa nama pembelinya , yang aku tahu dia CEO dari perusahaan A.H group” sahut wanita itu


Deg


“A.H group” rapal stela , sambil menelan ludah mengingat siapa pemilik dari perusahaan itu , wajahnya pucat pasi seketika ,


“ apa anda baik baik saja , bagaimana kalau kita pergi ke administrasi , sekalian nanti akan ada orang yang akan mengambil lukisan itu” Ajak petugas wanita itu , kemudian berjalan kearah ruang administrasi yang terletak tak jauh dari tempat stela berdiri , stela mengekori petugas itu dari belakang .


Dua hari berlalu begitu saja setelah acara lelang itu , dalam dua hari vivi mengamati tingkah suaminya yang berbeda dari biasnya , seolah ada hal yang disembunyikan oleh pria itu .


Apalagi saat Dicky melihat lukisan yang baru mereka beli itu , seolah ada luka yang tersirat dalam tatapan mata itu , yang terpancar sangat jelas Vivi tak bertanya apapun dia ingin mendengar dari suaminya sendiri , saat pria itu ingin menjelaskan.

__ADS_1


Saat ini mereka tengah menikmati sarapan seperti biasa “apa ada yang aneh dengan lukisan itu , Aku akan membuangnya jika kau tak suka” ucap Vivi , sambil melihat lukisan yang di pajang di ruang makan itu.


“ apa maksudmu tak suka , aku hanya terlalu banyak pikiran akhir akhir ini” sanggah Dicky  kemudian melanjutkan memakan potongan roti isi yang ada di piringnya , Vivi hanya diam mengamati suaminya itu , beberapa detik kemudian suara dering telepon seluler Dicky berbunyi.


“ Apa sudah menemukannya?”


.....


“ baiklah aku akan segera kesana” timpal Dicky kemudian mematikan panggilan telepon nya . “ Sayang ada urusan yang harus aku kerjakan , maaf aku tak bisa menemanimu makan siang nanti” imbuh Dicky kemudia mengambil tas dan juga smartphone nya , dengan langkah tergesa gesa dia berjalan keluar ke parkiran.


Vivi benar benar kesal pada suaminya itu , jika biasanya dia akan mengecup keningnya saat mau berangkat ke kantor namun kali ini tidak , pria itu mengabaikannya begitu saja , pergi Tampa melakukan rutinitas seperti biasanya , sekilas Vivi melirik lukisan itu kemudian berjalan pergi meninggalkan ruang makan.


Di ruang CEO Dicky baru saja sampai , dia segera membaca email yang dia dapat dari Ryan “ dia kembali lagi” gumam Dicky setelah membaca semua pesan yang dia dapat , kemudian menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi empuk miliknya itu , dia menarik nafas panjang kemudian memejamkan kedua matanya.


Di sebuah rumah sakit anak kecil terbaring lekat di atas ranjang rumah sakit , alat bantu pernapasan dan cairan infus terpasang di tubuh anak itu, sedangkan seorang perawat baru saja mengecek keadaannya.


“ bagai mana keadaan putri saya sus kenapa sampai sekarang belum siuman” ucap stela yang dari tadi menemai putrinya yang sedang terbaring tak berdaya karena penyakit yang di derita .


“ anda yang sabar , kami akan berusaha mencari pendonor yang cocok dengan putri anda , akan lebih baik jika anda menghubungi suami anda” sahut suster itu.


Deg


Stela menelan ludah mendengar ucapan wanita berseragam putih itu , bukan nya dia tak mau menghubungi ayah biologis putri nya itu , namun dia tidak punya pilihan lagi.


, Terimakasih sudah membaca hasil coretan saya yang banyak salahnya , semoga kakak kakak terhibur dengan karya saya , dan gak ada bosennya untuk baca ,


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2