Menikah Dengan CEO

Menikah Dengan CEO
Episode 43


__ADS_3

 


 


Saat ini acara pembukaan hotel xi di mana  vivi menjadi salah satu model Ambassador hotel tersebut , suasana nampak ramai cukup banyak para pejabat kota atau pun  para pimpinan perusahaan lain yang turut meramaikan acara itu , setelah acara membukaan yang di sampaikan langsung oleh pemilik hotel , kini vivi dan beberapa model lainnya naik ke atas podium untuk memotong pita yang di tata secara acak untuk mendampingi para pemimpin tersebut


 


 


saat Vivi ini mengenakan gaun berwarna merah Maron yang kontras dengan kulitnya yang putih  tak sedikit mata yang mencuri pandang untuk melihat kecantikan vivi malam ini, tak sidikit pula yang merasa iri akan hal itu , bahkan ada yang mengatainya pas di sampingnya dengan kata kata yang menusuk hati , contohnya saat ini , vivi dan asistennya yun jha tengah berbicara dengan  pria yang ingin menjadikannya model di perusahaan mereka , setelah dia turun dari podium


 


 


“ tidak tahu malu bahkan dia menggoda pria di depan umum”


 


 


“Benar sekali apa yang kau katakan”


Vivi tersenyum kecut pada orang yang ada di hadapannya kini sebelum dia meninggalkan orang itu “ sialan , bisa bisa mereka bicara sekeras itu di dekat ku apa mereka pikir aku tidak tahu bahasa mereka” gumam vivi dalam hati


 


 


Disisi lain pria yang baru saja berbicara dengan vivi menghampiri bosnya


“ bagai mana , apa dia mau” tanya alex , sambil menatap kepergian vivi


 


 


“ dia menolak” ujar anto asisten alex

__ADS_1


Alex tersenyum mendengar penolakan yang dikatakan oleh anto


 


 


“ menarik” serunya “ ku rasa aku akan turun tangan sendiri” imbuhnya “ jika tidak bisa didapatkan dengan cara halus maka jangan salahkan aku” gumam alex dalam hati , alex adalah pria tampan dengan segudang wanita , dengan kekayaannya dia bisa mendapatkan wanita mana pun yang dia mau entah itu dari kalangan pebisnis maupun artis , semua akan bertekuk lutut dihadapkannya apalagi sifatnya yang ramah , lembut mampu menarik perhatian lawan jenisnya apa lagi dengan parasnya yang tampan, sudah banyak wanita yang menjadi korbannya untuk memuaskan hasratnya dia menganggap wanita hanya seperti pakaian akan di ganti setelah dia selesai pakai.


 


 


“ nasib orang cantik” seru vivi saat diberi makanan kucing oleh asistennya , bagaimana tidak hanya ada 1 potong kecik daging sapi , timun 1 potong , kentang 2 potong di dalam piringnya


Yun jha hanya tersenyum mendengar ucapan artisnya   itu “ setelah kau yang jadi artisnya , aku akan melayanimu jauh lebih baik dari mu saat ini” imbuh vivi penuh dendam


“ andai aku cantik seperti anda aku rela setiap hari hanya makan kentang dan timun saja tanpa daging” sahut yun jha , dia memang tidak secantik vivi , dia tergolong orang yang imut


Vivi mendengus kesal mendengar jawaban asistennya . mereka tak mempedulikan orang lain mendengar percakapan keduanya karena mereka saat ini menggunakan bahasa korsel.


 


 


Vivi sudah memberi tahi kedua orang tuanya jika dia akan pulang ke rumahnya sudah 4 hari dia tidak bertemu dengan suaminya , walau komunikasi keduanya lancar tapi dia masih merasa rindu , rindu akan semua hal yang mereka lakukan ,


Kini dia sudah berganti pakaian dia sudah bersiap untuk tidur , saat dia hendak memejamkan mata dia mendengar suara pintu terbuka dan  langkah kaki berjalan semakin dekat ke arahnya , detak jantungnya tak karuan “ bagaimana kalau maling , lebih parahnya kalau pembunuh” gumamnya dalam hati , sambil memegang selimut yanh dia pakai semakin erat


 


 


“ Tolong jangan bunuh aku” teriak vivi saat dia merasakan seseorang menyentuh selimut  dia pakai


 


 


“ sayang ini aku” ucap dicky sambil menarik tubuh istrinya dalam pelukannya  , dia menerima kabar dari mertuanya jika istrinya pulang ke rumah mereka , dia sudah menyelesaikan pekerjaannya di London

__ADS_1


“ dasar , kenapa kau tidak memberi tahu ku jika pulang sekarang” ucap vivi kesal sekaligus bahagia “ kenapa kau pulang lebih cepat apa pekerjaanmu selesai” imbuhnya


Dicky melonggarkan pelukannya dan langsung melumat bibir bawel istrinya “ aku pulang karena tak mau kau membuat masalah selama aku pergi” ucap dicky , sambil mencubit hidung istrinya


“ aku menjadi istri yang baik selama kamu pergi” ucap vivi , kembali memeluk tibuh suaminya sambil menikmati aroma tubuh maskulin pria itu.


“ benar kah , lantas apa ini” ucap dicky dengan nada suara datar


Vivi menelan ludah mendengar ucapan suaminya ,  dia semakin memeluk erat tubuh pria yang kini sudah dia pastikan sedang marah, dicky menahan senyum melihat tingkah istrinya yang seperti kucing , setelah dua hari di London dia menerima kabar dari Dimas bersamaan dengan kabar yang di sampaikan oleh mertuanya , mereka berdua mengatakan hal yang sama jika vivi sebelumnya berprofesi sebagai seorang model di negara K selama kurang lebih 3 tahun , ingin rasanya saat itu dia pulang namun pekerjaannya menahannya  selama beberapa hari , selama beberapa hari di London dia mendapatkan beberapa informasi tentang istrinya selama di korsel tidak ada catatan yang buruk sama sekali , pikiran buruk tentang model musnah begitu saja setelah membaca seti informasi yang dia dapat, andai saja dia pulang lebih cepat akan terjadi perang dunia diantara mereka, dia bersyukur pekerjaan menahannya di sana saat itu .


“ kenapa kau tidak menatapku” seru dicky dengan nada dingin


“ aku tak mau melihat wajahmu yang garang” sahut vivi ,


Dicky terkekeh mendengar ucapan istrinya , “ kenapa tertawa , bukannya kau sedang marah” ucap vivi , kini dia sidah mengangkat wajahnya dari dada bidang suaminya


“ bagaimana mungkin aku bisa marah padamu” gumam dicky dalam hati sambil mengacak rambut istrinya “ tidak kah kau ingin menjelaskan ini” ucap dicky sambil memperlihatkan foto istrinya saat mengenakan gaun warna merah Maron .


 


 


Vivi menelan ludah saat melihat fotonya ada di hp sang suami “apa yang harus aku katakan , aku juga tidak bermaksud membohonginya dengan status ku , ku rasa tidak ada yang salah jika aki terus terang , lagi pula hubungan kami terjalin dengan landasan perjodohan dan tidak saling mengenal satu sama lain ( mengenal lebih dalam)” gumam vivi dalam hati “ itu” vivi menarik nafas dalam sebelum melanjutkan kalimatnya “  aku bisa jelas in semua  , aku tidak bermaksut menutupi semua dari mu , aku sudah mau mengatakan yang sejujurnya tapi malah di ketawain ,  siapa juga yang bakalan percaya jika melihat penampilanku yang biasa saja ini dibandingkan dengan model top ini” ucapnya panjang lebar karena tak ingin disalahkan , sambil menunjuk foto dirinya dilayar hp dicky


Dicky menarik nafas dalam mendengar penjelasan istrinya yang simpel , tidak seperti yang dia bayangkan akan panjang lebar dan akan selesai sampai besok pagi , “ kalau begitu aku minta maaf karena telah menertawakanmu waktu itu” ucap dicky tulus


“ ya karena aku baik hati aku akan memaafkan mu” sahut vivi , vivi terkekeh setelah menyelesaikan kalimatnya .


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2