
Hari yang melelah kan untuk Vivi yang kini sedang mendapat kan pijitan gratis dari suaminya , Cika dan Anis sekaligus Alex baru saja pulang setelah makan malam ,
Kini Vivi dan Dicky berada di ruang tv , menikmati waktu berdua “ apa begitu melelahkan” tanya Dicky sambil memijit betis mulus istrinya , Vivi tidur tengkurap sambil makan buah anggur yang tadi di petik.
“ sedikit melelahkan” sahutnya sambil lanjut makan , di sampingnya tersedia air kue , dan buah , semenjak hamil dia sering merasa papar alhasil suami tampannya itu menyiapkan kulkas di dalam kamar untuk memenuhi kebutuhannya saat tengah malam “. Buahnya enak, mau coba , beda lo dari pada buah yang biasa kita beli” ucap Vivi yang kini beranjak duduk dan bersandar ke dada bidang suaminya .
“ boleh” sahut bertubuh tinggi itu, istrinya langsung menyuapi anggur kedalam mulutnya “ benar rasanya jauh lebih manis” imbuh Dicky setelah menelan anggur di dalam mulutnya “ mau coba” tawar Dicky licik
” bukannya anggurnya ada di tangan ku” sahut Vivi
“ maksud ku coba dengan cara yang berbeda” sahut pria bertubuh tinggi dengan wajah yang tampan yang sudah diwariskan sejak pria itu lahir , Tidak ada sedetik pria tampan itu menyambar bibir wanita yang ada di dekapannya itu , ******* penuh nikmat rasanya dia tak ingin berhenti ******* bibir manis wanita itu yang menjadi candu seperti narkoba , yang ingin terus dia hisap tanpa henti , tak ingin membiarkan ada sedikit celah yang terlewatkan.
Keduanya berhenti setelah cukup lama “ bagaimana rasanya jauh lebih enak kan?” tanya pria itu tanpa malu , sedang kan wajah Vivi merona karena ulahnya, dia merasa senang saat melihat raut wajah istrinya yang merona walau mereka sudah lama menikah , dia membenamkan wajahnya di tengkuk istrinya , menghirup aroma khas istrinya .
Beberapa saat kemudian , di atas ranjang kedua pasangan yang hanya menggunakan selimut untuk menutupi tubuh keduanya sang pria mendekap tubuh wanita hamil itu dari belakang , keringat bercucuran di tubuh keduanya sedangkan keadaan kamar berantakan , baju yang mereka kenakan tadi berceceran di atas lantai , deru nafas keduanya masih tak teratur .
“ pas di cafe aku tadi bertemu seseorang yang memiliki wajah yang mirip dengan mu” ucap Vivi entah kenapa dia mengingat wajah pria yang dia tolong di saat seperti ini , mungkin karena wajah pria itu sangat mirip dengan wajah pria yang mendekap tubuhnya dari belakang dan salah satu tangan pria itu memainkan buah surga miliknya yang saat ini ukurannya lebih besar dari sebelumnya , mungkin karena efek dia hamil dan bisa juga karena hampir setiap malam pria itu suka memonopoli buah surga miliknya itu.
Dengan hitungan detik Dicky langsung memutar tubuh istrinya agar menghadap pada dirinya “ apa yang kau katakan?” anyaa Dicky antusias.
“ Kau mengagetkanku” sahut Vivi karena tiba tiba saja suaminya itu memutar tubuhnya agar saling berhadapan hadapan “ tadi pagi di cafe gak sengaja ketemu bule yang gak punya uang cast , karena aku kasihan sama kasirnya jadi aku bayarin makanan tuh bule” imbuh Vivi sambil menatap lekat wajah suaminya yang terlihat tegang
__ADS_1
Ragu ragu Dicky menanyakan nama pria yang di tolong oleh istrinya “ kau tahu siapa nama pria itu” ucapnya
Vivi berfikir sejenak “ kalau gak salah namanya yan” Vivi mencoba mengingat nama bule itu , sednagkan jantung Dicky berdegup kencang takut jika pria yang di bantu oleh istrinya adalah Bryan kakak tirinya ,“ ya namanya Yanto”ucapnya sungguh sunggu karena dia sendiri tak begitu menanggapi Bryan saat pria itu memperkenalkan diri padanya .
“ kau yakin nama pria itu yanto” ucap Dicky tak percaya , karena nama yang disebut kan istrinya itu nama orang Indonesia.
“ Kau meragukan kemampuan mengingat ku” ucap Vivi kesal , melihat mimik wajah suaminya yang seolah meremehkan nya.
“ Bukan seperti itu , aku hanya baru pertama kali mendengar nama bule Yanto” ucapnya sambil mengelus punggung istrinya.
“ mungkin dia bulceri” sahut Vivi
“ Maksute nya?”
Cika dan Alex baru saja memasuki lift apartemen , Cika sedikit penasaran dengan suami kontrak nya itu setelah dengar dari Vivi jika suaminya itu membuka usaha baru yang menyalurkan tenaga kerja saat mereka di kebun buah .
“. Ada yang ingin kau bicarakan” tanya Alex saat melihat raut wajah penasaran wanita berparas ayu dengan bulu mata lentik itu .
Cika menjawab pertanyaan suaminya yang sedang menatapnya “ aku dengar dari kak Vivi katanya kamu buka usaha baru” ucapnya gugup
“ pekerjaan baru” Alex membeo , dia sejenak berpikir apa maksud pertanyaan istrinya itu , kemudian dia ingat tuduhan Vivi jika dirinya membuka usaha penyaluran tenaga kerja “apa yang dia katakan padamu” tanyanya kembali ,
__ADS_1
“ penyaluran tenaga kerja” ucap wanita itu, sambil berpikir jika ucapan Vivi benar adanya , apalagi orang orang itu datang bersamaan dengan dia dan suaminya.
Alex membuang nafas panjang setelah mendengar ucapan istrinya , tapi kali ini anggap saja dia penyalur tenaga kerja , dan akan meng iyakan ucapan istrinya agar wanita itu tidak terlalu banyak bertanya apalagi akhir akhir ini dia sering dinas luar kota “ iya ,kau tahu akhir akhir ini aku sering dinas keluar kota , karena perusahaan dalam keadaan kurang setabil , sebenarnya akuvsudah lama menggeluti pekerjaan itu ( menyalurkan tenaga kerja)” ucap Alex dengan nada memelas ,
Cika langsung menggenggam tangan Alex saat mendengar penjelasan suaminya itu, ada perasaan sedih dalam hatinya saat ini “ kenapa selama ini kau diam saja” tanyanya
Ting
Suara lift membuat keduanya sadar jika saat ini mereka masih berada di ruangan persegi itu , mereka segera keluar dari ruangan sempit itu , berjalan bergandengan tangan kearah apartemen mereka , Seulas senyum mengembang di bibir Alex tanpa sepengetahuan Cika , dia tak menyangka Wanita itu akan merespons ucapannya dengan raut wajah khawatir seperti saat ini “ karena aku tak ingin membuat mu terbebani dengan masalahku” ucap Alex setelah mereka masuk ke dalam apartemen.
Ucap Alex membuat wanita itu ingat jika dia hanya lah istri kontrak dan tak berhak untuk mencampuri urusan pribadi pria yang kini berdiri tepat di hadapannya itu.
Like like like
Komen
Vote seiklasnya
Terima kasih.
__ADS_1