
※ kantor
Keadaan kantor tampak tenang sepeti biasanya , dicky menghimbau untuk para karyawan agar tidak membahas apa yang terjadi kemarin , jika tidak ingin dikeluarkan dari perusahaan.
Pagi tadi doa sudah mendatangi rapat untuk pengalihan perusahaan W G , semua berjalan lancar seperti yang dia ingin kan ,
Untuk para wartawan yang menginginkan mewawancarainya , dia akan mengadakan pertemuan dengan mereka beberapa hari lagi , karena dia harus menyelesaikan masalah yang di lakukan oleh kusuma.
Di tengah tengah kesibukannya dicky menerima pesan dari istrinya , dia tersenyum saat membaca pesan dari istrinya itu ,
“ apa jadwalku setelah makan siang” tanya dicky setelah sambungan teleponnya terhubung dengan dimas
“…… ………”
“ aku serahkan urusan itu pada mu” ucap dicky , kemudian mematikan sambungan teleponnya .
※ Rumah
Ira baru saja pulang setelah membacakan udang udang untuk putrinya itu , dari apa yang tidak boleh di makan dan dilakukan saat hamil , dan lain sebagainya dia juga meminta putrinya lebih fokus pada keluarga dari pada kerjaan demi kesehatannya dan buah hatinya .
Sedangkan sila baru saja bersiap untuk pergi ke singapura karena tidak ada yang menemani mertuanya di sana “ ingat minum vitaminnya dengan teratur” ucap sila sebelum melepas pelukannya pada menantu tercintanya
“ iya mam , mami hati hati” ucap vivi “ mami gak tunggu kak dicky dulu sebentar lagi pulang” imbuh vivi
__ADS_1
“ gak , dia masih ngambek sama mami , biar minggu depan saja ketemunya” ucap sila sambil tersenyum kemudian masuk ke dalam mobil
Vivi melambaikan tangan saat mobil yang di naiki ibu mertuanya melaju ke gerbang, setelah itu dia melangkah masuk ke dalam rumah.
Setelah beberapa menit dicky sudah sampai di rumah “ di mana nyonya” tanya dicky pada salah satu pelayan yang dia jumpai , dia menteng keresek berisi mangga muda untuk istrinya ,
“nyonya ada di taman belakang” ucap pelayan itu ,
Dicky mengangguk paham “ tolong kupas ini setelah itu masukkan ke kulkas ” ucap dicky memberikan kantong keresek itu pada pelayan , pelayan itu mengangguk paham dan mengambil keresek yang dia berikan , setelah itu dia berjalan ke tempat di mana istrinya berada
“ sayang ”sapa dicky saat melihat istrinya merebahkan di ranjang yang terbuat dari rotan khusus untuk berjemur , yang ada dibawa payung besar
“berjemur” ucap vivi sambil membuka kacamata yang dia pakai “ kenapa baru nyampek” imbuhnya
“hemzz” sambil mengangguk kemudian dia berdiri dan menyalami suaminya
“ yang ini” ucap dicky sambil menunjuk bibirnya , setelah itu sebuah kecupan mendarat dibibirnya, Setelah itu mereka berdua masuk ke dalam rumah , dan menyantap makan siang mereka bersama , para pelayan yang kerja di sana merasa iri dengan keromantisan kedua pasangan itu , mereka berharap jika hubungan mereka akan tetap seperti ini sejuk dipandang mata.
※※※
Disisi lain alex sudah menerima profil asli ana shu , namun dia belum sempat membacanya karena dia masih sibuk dengan urusan kantor , walau dia terkenal sebagai play boy namun urusan pekerjaan dia tidak main main , kali ini dia mengejar atau lebih tepatnya mencari tahu keberadaan ana shu semata mata bukan karena dia ingin mempermainkannya seperti para wanita yang dia kencani selama ini, ada perasaan tersendiri yang dia rasakan untuk wanita cantik itu.
Alex menata setiap berkas yang sudah dia baca di atas meja “akhirnya selesai” ucap alex , sambil melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan jam makan siang , tangannya terhenti saat dia hendak membaca berkas ana shu, karena tiba tiba saja wanita cantik masuk ke dalam ruangannya
__ADS_1
“sayang ini sudah jam makan siang, kamu mau buat aku menunggu berapa lama lagi” rengek cika , gadis cantik yang baru baru ini terjun ke dunia model ,
“ maaf aku lupa waktu , aku baru saja mau keluar” ucap alex , tentu saja dia selalu bersikap manis pada setiap mangsanya ,apalagi dia tahu jika gadis di hadapannya kali ini masih murni , jadi dia tidak akan melepaskan begitu saja , orang lain akan mengira jika cika sama dengan gadis gadis lainya , namun dia sendiri sudah membuktikan sendiri kemarin malam jika mereka salah , namun usahanya sia sia karena ada telefon yang mengganggu kegiatannya dan mengharuskan dia pergi meninggalkan santapannya begitu saja. Sebenarnya alex tidak menikmati apa yang di berikan cika secara gratis, wanita cantik yang ada di hadapannya itu membutuhkan uang yang cukup banyak untuk membiayai perawatan ibunya , dan alex menawarkan uang yang cukup banyak asal dia mau menyerahkan tubuhnya.
“ ya sudah ayoo buruan” ajak cika sambil menggandeng tangan alex
“ tapi aku ingin makan siang yang berbeda kali ini” goda alex , dia sudah mengecek jadwalnya sore ini kosong , alhasil dia akan melanjutkan apa yang sempat tertunda kemarin malam ,
Wajah cika merona seketika saat alex membisikkan kata kata itu , dia paham apa yang di maksud olex pria tampan yang kini sudah memeluk tubuhnya itu “ aku tidak mau melakukan disini” seru cika sepontan , dia pikir alex akan melakukan hal berbau intim tersebut di ruangan kantor seperti komik atau novel yang dia baca
Sebuah jitakan mendarat di dahi cika “kenapa menjitak ku” seru cika sambil mengelus dahinya
“ aku heran apa yang ada di otak mu , bisa bisanya berfikir seperti aku akan melakukannya disini” ucap alex ,walau sebenarnya tebakan cika tidak meleset sama sekali , karena dia ingin menyantap wanita yang ada di hadapannya iti saat ini juga “ayoo kita cari hotel yang dekat dari sini”imbuh alex , kemudian mereka pergi ke tempat tujuan mereka.
__ADS_1