
“ Rumah kita , ayo” ajak dicky sambil menggendong istrinya , memasuki rumah mewah itu.
Suasana rumah mewah itu sepi karena hanya mereka berdua yang ada di sana “ ah pelan pelan” pekik vivi menah perih
“ tahan sebentar” ucap dicky , dia duduk di lantai sambil membersihkan kaki istrinya , untung lukanya tidak begitu lebar karena tadi istrinya yang keras kepala itu kekeh tidak mau dibawa ke rumah sakit atau klinik “ coba berdiri” imbuhnya setelah selesai membalut plester dikaki istrinya
Vivi menuruti perintah suaminya “ makasih” ucapnya sambil mendaratkan kecupan pada bibir suaminya sebagai tanda terima kasih, entah kapan perasaannya pada sang suami mulai bersemi , mungkin ada benarnya apa yang dikatakan oleh lilis namun tak hanya itu , perlakuan baik suaminya selama ini dan tidak memaksakan kehendak pada dirinya menjadi awal dari perasaannya saat ini .
Seulas senyum tampak di bibir dicky “ bagai mana kalau kita berkeliling” ajak nya
“ ide bagus” sahut vivi , kemudian menggandeng lengan suaminya , mereka berjalan seiring “ apa tidak ada pembantu disini?” ucap vivi karena tidak menemukan satu orang pun semenjak dia sampai
“ tidak ada , hanya kita berdua” ucap dicky sekilas senyum Licik tergambar dibibirnya , dia sengaja memberi jadwal yang bertentangan untuk asisten rumah tangganya untuk datang saat mereka berdua tidak di rumah , karena dia tidak ingin waktunya dan sang istri di ganggu.
“ kenapa” ucap vivi sambil menatap suaminya
“ tentu saja karena aku tidak mau waktu ku yang berharga saat bersamamu di ganggu orang lain” sahut dicky “ kau lihat apa kau suka” imbuhnya , menyuruh istrinya untuk melihat taman bunga yang ber sampingan dengan kolam.
“ bunganya sangat cantik” seru vivi berhambur melihat beberapa macam bunga di hadapannya.
“ mama yang menyuruhku untuk membuat taman kecil disini” ucap dicky sambil berjalan mendekat pada istrinya “ apa kau suka”
“ tentu saja” sahut vivi , menatap wajah suaminya dengan penuh kasih
Entah siapa yang memulai kini keduanya sudah melumat bibir pasangan mereka , “ ayo kita pinda ke dalam saja” ajak dicky karena dia sudah tak bisa mengontrol hasratnya untuk tidak menyentuh setiap inci kulit istrinya , istrinya mengangguk mendengar ajakannya
__ADS_1
Ah uh” suara desahan memenuhi ruangan itu, keduanya berada di ruang tv untuk menyalurkan hasrat mereka ,
“ lebih cepat lagi, aku sudah tak tahan” seru vivi sambil menggigit bibir bawahnya , mendengar rintihan istrinya dicky mempercepat gerakkannya , tubuhnya ambruk setelah klimaks bersamaan dengan sang istri , keduanya ter engah engah seakan habis lari maraton.
Dicky mengambil selimut yang ada di dekat sofa , dia sudah merencanakan segalanya , menyuruh asisten rumah tangganya untuk menyediakan selimut di beberapa tempat.
“ dasar mesum parah , bisa bisanya sudah menyiapkan selimut di sini” seru vivi
“ jika aku tak memikirkanmu aku tak keberatan menatap tubuhmu yang seperti saat ini” goda dicky , menatap tubuh polos istrinya , kemudian menyelimuti tubuh mereka .
“ dasar mesum” umpat vivi , wajahnya merona seketika saat mendengar ucapan suaminya
“ terima kasih atas pujiannya” sahut dicky tanpa malu , bahkan kini dia sudah mengurung tubuh istrinya lagi.
“ mau apa?” tanya vivi gelagapan melihat suaminya yang kini sudah di atas tubuhnya “ ahh” desah vivi saat suaminya mengoda dengan memepetkan lututnya tepat di bawah bagian kewanitaannya
Ting tong
Suara bel membuyarkan kegiatan mereka “ siapa yang ganggu “ dengus dicky kesal sambil mengenakan pakaian , “ kamu pakai baju di kamar saja” ucap dicky sambil mengkode istrinya untuk masuk ke dalam kamar yang ada di samping ruang tv , dicky melangkahkan kakinya untuk membuka pintu dengan wajah masam, siapa yang berani beraninya menggagalkan kegiatannya
“ mama” seru dicky setelah membuka pintu , dia mendapati mertua dan ibunya di depan pintu
“ dasar anak nakal bisa bisanya ,tidak mempersilahkan masuk” seru sila ,
“ lupa , ayo masuk” ajak dicky mempersilahkan kedua wanita paruh baya itu masuk
__ADS_1
“ mana vivi kok gak kelihatan” tanya ira , saat mereka sudah duduk di ruang tamu
“aku disini” ucap vivi , berjalan kearah kedua wanita itu kemudian berpelukan setelahnya duduk di sebelah ira
“ kok mama gak lihat ART yang kerja disini ke mana mereka?” tanya sila , karena setahu dia ada beberapa ART yang bekerja di rumah anaknya
“ mereka dateng kalau rumah kosong” ucap dicky , cuek bebek
“ trus siapa yang masak untuk kalian?” tanya sila ,dia tidak ingin menantu nya terlalu capek di dapur , karena dia ingin cepet cepet momong cucu
“ gantian” seru vivi sejujurnya “ biasanya beli kalau pas sama sama males” imbuhnya
“Astaga kalian berdua ada ada aja” kini sila mulai paham apa maksud putranya “ kalau kamu capek , kamu suru dicky aja yang masak” ucap sila pada vivi
“ jeng ini ada ada saja, sebagai seorang istri itu harus bisa melayani suaminya dengan baik” sanggah ira , sila berbisik pada ira kemudian ira mengangguk paham “ tapi ada kalanya kalau suami juga membatu” imbuhnya , yang toba tiba membenarkan ucapan besannya karena tujuan mereka saat ini sama , sama sama pengen momong cucu.
Dicky menggeleng mendengar ucapan kedua wanita itu , “ besan yang serasi” gumam dicky dalam hati
1 jam kemudian ira dan sila sudah pulang , mereka hanya ingin bertemu dan melihat keadaan anak mereka
__ADS_1