
※※※※
Tepat pada jam 11 siang hotel yang di tempati dicky dan istrinya diserbu para wartawan yang ingin mewawancarai sepasang suami istri itu , untung saja dicky dan vivi sudah cek out dari hotel karena dicky sudah memprediksikan hal itu sebelumnya , kini mereka sudah berada di kediaman Herlambang karena dengan keamanan rumah itu para wartawan tidak akan bisa mengusik mereka, apa lagi hanya orang orang tertentu yang bisa keluar masuk pada rumah mewah itu.
Saat ini vivi dan sila menikmati salad dan beberpa jenis makanan ringan lainnya di area taman yang di hiasi beberapa jenis bunga , mereka duduk di pendopo berbentuk persegi pada bagian atap dengan gaya modern ,
“ apa kau suka salad bikinan mami” tanya sila saat menantunya memakan salad buatannya
“ iya rasa mantap” ujar vivi dengan mulut yang masih penuh dengan salad di dalamnya sambil mengacungkan ke dua jempolnya
Sila tersenyum mendengar ucapan menantunya itu , pasalnya selama ini suami atau putranya itu tidak begitu suka makan salad “memang aku tidak salah pilih menantu” seru sila “aku heran dengan anak itu ( dicky) kenapa dia tidak suka makan salad , sama persis dengan ayahnya” seru sila dengan nada kesal yang di buat buat
Vivi mengangguk i ucapan ibu mertuanya itu “ benar , aku juga heran” seru vivi antusias membenarkan ucapan ibu mertuanya, saat mereka berdua berkumpul mereka akan memojokkan dicky , seakan sila lupa kalau dicky adalah anak kandungnya , kadang Dicky merasa heran kepada kedua wanita yang sangat penting dalam hidupnya itu yang akan membawa bawa namanya pada setiap pembicaraan mereka.
“ehemz” dicky sengaja berdeham karena kedua wanita cantik itu tidak menyadari kedatangannya , sontak saja kedua wanita itu menoleh ke arahnya bersamaan ,
“ uhuk uhuk” vivi tersedak , dengan cepat dia menyambar air yang ada di meja
__ADS_1
“ bisa bisa nya kamu mengageti menantu aku” seru sila tak terima , menurutnya dicky lah sumber menantunya itu tersedak, “ sudah baikan” tanya sila khawatir
Ingin rasanya dicky menjerit , namun apa daya di dunia ini wanita selalu benar😔, dicky menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali “ yang suka ngomong in orang di belakang siapa yang di salah in siapa” gumam dicky dalam hati “kok aku yang di salahin” seru dicky , tentu saja pertanyaan dicky dijawab oleh ibu nya itu tanpa pikir panjang , sedangkan vivi terkekeh sambil menikmati camilan yang ada di depannya bagai mana tidak dia tidak terkekeh melihat perdebatan antara kedua ibu dan anak itu ,
“ kakek ngajak makan siang” ucap dicky setelah perdebatan mereka mereda ,
“ kenapa gak bilang dari tadi” ucap sila , kemudian segera berjalan ke dalam rumah , kalau dia kumpul sama menantunya dia suka lupa waktu “ oh my” serunya , dicky dan vivi mengekorinya dari belakang sambil bercanda ,
※※※ Ruang makan
Herlambang dan Bagas sudah menunggu sila , dicky dan vivi , selama beberapa menit dia melihat jam tanggangnya , makanan yang ada di meja masih utuh belum tersentuh , karena selama mereka selalu disiplin apa lagi saat makan merka akan menunggu anggota keluarga mereka lengkap baru mereka akan mulai makan , tepatnya kalau Herlambang ada di rumah itu.
“ kakek mau makan apa biar vivi ambilin” ucap vivi , sedangkan suaminya sudah duduk setelah menarik kursi agar dia duduki .
Sedangkan sila baru ingat kalau biasanya dia yang mengambilkan makanan untuk mertuanya itu , maklum nerves
“ memang cucu perempuan itu lebih perhatian”ucap herlambang , sengaja menyindir dicky yang sudah melahap tempe yang ada di depannya “ kakek makan ikan sama tempe saja” ucap herlambang ,
__ADS_1
dicky mengerutkan dahinya mendengar sindiran kakeknya itu , sedangkan vivi mengambilkan makanan untuk herlambang , setelah itu dia duduk usai mengambil makanan untuk dirinya sendiri ,
“kapan kau akan membereskan kekacauan yang kau buat”ucap herlambang , karena dia sudah mendengar dari orangnga kalau saat ini banyak wartawan di area kantor yang ingin mewawan carai keluarganya terkait pernikahan cucunya itu.
“ kalau aku ada waktu aku akan mengklarifikasi kalau tidak biarkan saja” ujar dicky cuek , toh itu semua tidak akan mempengaruhi perusahaan malah akan membuat para stasiun TV untung karena hal itu ,
“dasar anak nakal” seru herlambang sambil menggelengkan kepala , kemudian kembali menikmati makanannya
“bukannya kalau seperti itu malah akan membuat kita kesulitan bernafas karena akan selalu di buru oleh mereka”ucap sila , walau bagai mana pun itu akan membuat pekerjaannya terganggu “ lebih baik cepat selesaikan” imbuh sika
“ benar apa yang di ucapkan oleh mami, lebih cepat lebih baik sebelum mereka membuat berita yang tidak tidak” ucap bagas
“ baik lah , besok aku akan mengklarifikasinya” ucap dicky , dia melirik istrinha yanh sibuk dengan makan siangnya
terimakasih untik kakak kakak yang beri aku vote , dan untuk pembaca yang selalu setia membaca karya saya
__ADS_1
saya punya rencana untuk membuat nobel mengenai cika dan alex setelah novel yang kni selesai , bagaimana menurut kalian?