
Hari berikutnya
Vivi sudah melakukan beberapa pemeriksaan pagi tadi , saat ini Yusman dan ira menemui dokter untuk menanyakan hasil dari pemeriksaan tersebut , dokter mulai menjelaskan jika vivi mengalami gagar otak ringan yang disebabkan oleh keinginan vivi sendiri untuk melupakan semua kejadian buruk yang menimpa dirinya, dokter juga menjelaskan kejadian ini sangat jarang terjadi tapi ada baiknya untuk kehidupan vivi kedepannya yang tidak akan memiliki kenangan suram dan bisa menjalani hidup normal , dokter juga menjelaskan jika ada kemungkinan vivi mengingat kejadian itu tapi semua itu tidak akan berpengaruh pada ingatan yang akan dia jalani kedepannya.
Flasback off
Setelah mendengar apa yang diceritakan oleh yusman , dicky kembali ke kamar dia duduk di ranjang bersandar ke headboard memandangi istrinya yang sudah tertidur , dicky masih ingat dengan kalimat terakhir dari pembicaraannya dengan mertuanya jika penculik ( dalang penculikan vivi) saat ini sudah kembali , Yusman berpesan agar dirinya berhati hati dalam melakukan tindakan , sontak saja ingatannya tertuju ke wanita (erica) yang masuk ke dalam kamar hotelnya , karena Yusman juga menjelaskan jika penculik itu memiliki saham perusahaannya , “ sial” umpat dicky kesal , bisa bisanya dia kecolongan dan melepaskan wanita itu begitu saja tanpa memeriksa identitas asli wanita tersebut , dengan cepat dia meraih hp yang ada di meja yang tak jauh dari ranjang , untuk mengirim pesan ke Dimas agar mencari tahu siapa wanita tersebut.
※Pagi
Setelah menghabiskan sarapan vivi dan Dicky pulang ke rumah mereka selama perjalanan Dicky hanya berbicara beberapa kata dengan istrinya , vivi merasa heran dengan suaminya “ apa kau baik baik saja” tanya vivi saat mereka sudah turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam rumah.
“ tidak ada apa apa tidak perlu cemas ” ucap dicky saat melihat raut wajah istrinya “ wajahku akan tetap terlihat tampan meski belum mandi” imbuh dicky mencoba mengalihkan pembicaraan agar istrinya tidak cemas , saat berada di kediaman yusman dia menerima pesan dari dicky isi pesan tersebut membuat dia gelisah
“ mulai deh” ucap vivi dengan nada mencibir , kemudian berjalan mendahului suaminya.
“ memang faktanya begitukan?, walau aku gak mandi 3 hari wajahku akan tetap tampan” ucap dicky dengan PD nya sambil menyamakan langkahnya dengan istrinya.
__ADS_1
“ ya kau akan menerima penghargaan pria tertampan sekaligus pria terjorok” ucap vivi sambil menjulurkan lidah pada suaminya ,
“ dasar kau” ucap dicky sambil mengacak rambut istrinya ,sontak saja vivi kesal dan membalas perlakuan suaminya dengan menggelitik pria tersebut. Satu jam kemudian Dicky sudah berpakaian rapi untuk pergi ke kantor , sedangkan vivi baru saja selesai mandi mengenakan daster yang dia beli beberapa hari lalu
“ ngapain Mandang aku kayak gitu , baru sadar kalau aku itu cantik walau Cuma pakai daster” ucap vivi sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk
“ aku pikir emak emak yang keluar dari kamar mandi” ucap Dicky sambil memakai dasi
“dasar , sini biar aku yang ikat” ucap vivi menawarkan diri untuk membuat simpul , dia berjalan ke tempat suaminya berdiri, beberapa detik kemudian “ sudah selesai” ucap vivi sambil mengambil jas untuk suaminya.
“ siang ini aku tidak makan siang di rumah” ucap dicky sambil mengenakan jas yang diberikan oleh istrinya.
“ tidak perlu , beberapa hari terakhir ini kau terlalu banyak beraktivitas , selanjutnya akan ku serahkan semua pekerjaanmu pada yun jha” ucap dicky , kalau dia tidak mengambil keputusan seperti itu kemungkinan istrinya akan tertular yun jha yang pekerja keras itu , walau sebenarnya dia juga tenang selama ini istrinya memiliki asisten yang kompeten , dan melakukan hal terbaik untuk istrinya.
“ dia sudah terlalu banyak mengurus pekerjaan di negara K sepertinya aku akan mencari orang yang bisa bekerja sama dengan yun jha , agar dia tidak terlalu bekerja keras” ucap vivi karena dia tahu betul jika yun jha selama ini jarang menggunakan hari liburnya untuk bersantai , asistennya itu cenderung bekerja keras untuk memperbaiki status sosialnya agar tidak dipandang sebelah mata oleh orang yang lain , apa lagi di negaranya sebuah status sosial sangat di junjung tinggi.
“baik lah terserah kau saja , ya sudah aku berangkat dulu” ucap dicky sambil mengecup kening istrinya setelah dia mengambil tas yang di pengang oleh vivi.
__ADS_1
“ hati hati” ucap vivi , dia berjalan ke dekat jendela untuk mengeringkan rambut , setelah melihat suaminya keluar dari kamar mereka.
※ kantor
Saat ini Dicky dan Dimas memasuki area kantor ada beberapa pegawai yang berpapasan dengannya mengucapkan salam dan membungkukkan tubuh , mereka berdua memasuki lift khusus untuk CEO yang dijaga dua pengawal di depan pintu lift tersebut , Dicky menyuruh bagian keamanan yang dia kerjakan secara khusus untuk memperketat penjagaan di kantor atau pun di rumahnya , untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan menyangkut rapat saham yang akan di adakan.
“ aku benar benar tidak menyangka akan melakukan kesalahan sekecil ini” ucap dicky setelah menerima biodata lengkap erica “ kau surih rian untuk mencari tahu semua yang dilakukan oleh wanita itu , periksa akun banknya” ucap Dicky pada Dimas yang berdiri didepang meja kantornya , dimas mengangguk paham kemudian pergi dari ruangan Dicky. Setelah Dimas keluar dari ruangannya dicky kembali bekerja seperti biasanya dia yakin jika orang orang yang bekerja untuknya bisa mengatasi masalah tersebut.
, bantu like komen dan vote ya kak terima kasih
__ADS_1