
Jam sudah menunjukkan jam 10 malam , Vivi baru saja selesai makan , sedang kan suaminya tertidur saat menemaninya makan , bagaimana Dicky tidak tidur karena istrinya itu baru saja makan 2 mangkok rawon , dengan alasan takut lapar pas tengah malam.
Vivi menatap wajah tampan suaminya , kejadian beberapa waktu lalu saat erica menggoda suaminya saja membuat dia khawatir setengah mati takut suaminya nyangkut sama wanita sundel itu , apalagi kali ini tiba tiba saja mantan suaminya kembali entah dari mana , yang membuat dia gelisah apalagi sikap suaminya beberapa hari ini yang cuek banget gak seperti biasa.
“ Andaikan kita dari keluarga sederhana mungkin hidup kita gak akan seribet ini , setiap saat banyak wanita yang tidak tahu malu ingin menggodamu “ ucap Vivi lirih , melihat wajah suaminya yang tertidur .
“ Sayang bangun” ucapnya sambil memencet hidung mancung suaminya.
“ 5 menit” sahut Dicky yang masih enak dengan posisinya.
“ Kalau gak bangun aku tinggali kamu di sini” ucap Vivi yang kini beranjak dari kursi tempat makan , yang benar saja Vivi berjalan meninggalkan suaminya di ruang makan.
“ Tega banget kamu” seru Dicky sambil mengejar istrinya “ padahal aku nungguin kamu makan” imbuhnya , sekilas Dicky melihat laser berwarna merah yang berada tepat pada bahu istrinya , Kemudian menoleh ke belakang mengarah ke kolam yang ada di samping mansion itu , dia melihat sebuah cahaya dari kejahuan yang tentunya dia tahu cahaya apa itu , dengan langkah tenang dia berjalan mendekap tubuh istrinya saat itu juga , menutup kedua telinganya wanita itu .
__ADS_1
Di sebuah helikopter seorang sedang membidik sasaran nya , sudah siap untuk menembak
Prang
Suara kaca jendela pecah “ apa yang terjadi , seperti nya ada kaca pecah” tanya Vivi .
“ Tidak , ku rasa ada kucing yang menjatuhkan piring” ucap Dicky , untungnya setiap kaca di mansion nya itu terbuat dari bahan yang bisa menahan peluru , hanya menimbulkan suara seperti kaca pecah saat ada benda yang menghantamnya.
“ya sudah besok beli kucing , Ayo cepat tidur” ajak Dicky , yang langsung mengendong tubuh istrinya ke dalam kamar tanpa membuat wanita itu curiga , kejadian ini memang sudah dia prediksi kan sebelumnya , hanya saja dia tak mengira akan secepat ini , untungnya dia sudah menyiapkan beberapa penjaga di mansion itu untuk meng antisipasi hal yang tak di inginkan. Dia percaya mereka akan menyelesaikan masalah kali ini ' Bryan' gumamnya dalam hati dengan nada kesal , jika terjadi sesuatu dengan istri dan anaknya sekalipun itu ibunya melarang untuk menyakiti pria itu (Bryan) tidak akan bisa membuatnya melepaskan Bryan begitu saja , cukup pria sialan itu merebut atau menghancurkan miliknya di di masa lalu , namun tidak dengan kali ini dan seterusnya.
Disisi lain seorang pria menghubungi Bryan, pria berparas tampan itu saat berada di hotel dia baru saja sampai di Indonesia satu jam yang lalu , wajah tampannya itu hanya lah topeng yang menutupi sikap aslinya , dengan wajahnya yang tampan itu banyak wanita yang terbuai dengannya dan banyak yang mati di tangannya , hanya satu wanita yang tidak tertarik dengan pria itu, wanita yang menghilang tanpa jejak beberapa tahun lalu.
Brya tersenyum simpul setelah mendengar jika bawahannya gagal untuk melukai musuhnya, sebenarnya dia tidak begitu menyesal mendengar kabar itu , karena dia sudah menduga hal itu “ ini hanya salam pembuka yang ku persiapkan untuk mu” tentu kalimat itu tertuju ke Dicky , dari dulu dia selalu mengganggu atau merusak barang milik pengusaha terkaya SE Asia itu karena dengan begitu dia akan merasa puas.
__ADS_1
“ Ku rasa dia sudah pintar melindungi miliknya” ucapnya senyum kecil terukir di bibirnya , pria itu kini sedang menatap keluar jendela hotel , ada perasaan rindu akan tempat itu , ingin rasanya dia berkunjung namun setelah apa yang dia perbuat dia takut jika keluarga itu tidak menerima kedatangan nya, apalagi setelah apa yang baru saja dia sajikan untuk Dicky .
Vivi sudah tertidur pulas di atas ranjang , sedangkan Dicky baru saja mendapat kabar dari Ryan jika Bryan baru saja sampai di Indonesia satu jam yang lalu “ bukankah ini sudah keterlaluan , aku bahkan tidak pernah mengusik kehidupannya , bisa bisanya dia selalu mencari gara gara dengan ku” ucap Dicky geram dengan kakak tirinya itu , sekaligus psikopat gila yang membunuh temannya saat di London ,
Jangan lupa tinggalkan jejak like , komentar , vote seiklasnya jika ingin novel ini berlanjut , dan juga share
__ADS_1