Menikah Dengan CEO

Menikah Dengan CEO
Episode 139


__ADS_3

Saat Vivi berjalan kearah lift khusus untuk CEO itu , dia melihat suaminya keluar dengan wajah khawatir dari lift tersebut.


“ Apa yang terjadi” tanya Vivi melihat hal itu.


Saat melihat istrinya raut wajah Dicky berubah membaik “ kau baik baik saja” ucapnya saat berada tepat di depan istrinya,


“ Seperti yang kau lihat” sahutnya santai sambil mengangkat kedua tangannya.


“ Apa kalian tadi bertemu dengan Bryan” ucapnya


“ Ya kami tadi bertemu dengan Bryan” sahut Vivi


“ Lalu di mana Stella, apa bryan membawa dia pergi, apakah dia melukaimu” ucapnya beruntun, tangannya meraba wajah istrinya, melihat sesama Wajah wanita hamil itu, kemudian beralih ke tangan wanita itu, siapa tahu ada lebam yang tidak dia lihat tadi.


“ aku cemburu sayang jika kau menyebut nama wanita lain saat bersama ku, bisa bisanya kau melakukan itu” ucap Vivi , wajah nya yang cantik di tekuk masam , dia a segera meninggalkan suaminya dan masuk ke dalam lift.


Mendengar ucapan istrinya yang santai dia berpikir jika Stella baik baik saja “ sayang , aku tidak bermaksud seperti itu, aku lebih menghawatirkan mu dari pada dia” sahut Dicky segera mengejar istrinya masuk ke dalam lift.


Beberapa menit kemudian, Vivi menceritakan apa yang terjadi saat bertemu dengan Bryan dengan detai pada suaminya.


Mendengar cerita istri nya dia berniat menyuruh Stella untuk mengenakan make up seperti itu agar  Bryan dan orang suruhannya tidak mengenali wanita itu, karena dengan begitu dia akan lebih fokus pada ke selamat wanita yang sedang mengandung anaknya itu.


“ sayang kau memakan kue favorit ku” ucap Vivi merasa kesal, bisa bisanya pria yang duduk di hadapan dengan dirinya itu sudah memakan kue miliknya.


“ besok aku akan meminta Dimas untuk menyiapkan kue lebih banyak” ucapnya sambil menggigit sisa kue yang ada di tangannya.


“ aku tak menyangka seorang CEO merampas makanan wanita hamil” ucap Vivi dengan nada sinis, pasalnya dia baru makan 1 cup kue , sedangkan suaminya sudah menghabiskan 3 cup kue miliknya.


“ Bukankah itu terdengar sangat kejam” sahut Dicky, dia menelan ludah karena saat ini istrinya benar benar marah padanya, “ aku dengar tak jauh dari kantor ada penjual martabak terkenal, bagaimana kalau kita pergi ke tempat itu” rayu Dicky

__ADS_1


Vivi menatap sinis suaminya, mendengar kata martabak dia menelan ludah karena sudah lama dia tak makan makanan itu “ aku ingin jalan jalan saat ini,  kurasa ke kedai martabak bukan ide yang buruk” ucapnya sedikit gengsi.


Dicky bersyukur istrinya itu bisa dengan mudah di rayu.


“ Tapi ingat,  Kau masih berhutang kue pada ku” ucap Vivi entah sejak kapan dia sudah berdiri membawa tas tangan miliknya bersiap untuk pergi.


Dicky senyumnya memudar setalah mendengar ancaman istrinya itu.


Stelah membeli martabak sepasang suami istri itu pergi ke rumah sakit untuk melakukan tes kehamilan , sekaligus melakukan USG untuk mengetahui jenis kelamin bayinya.


Perjalanan pulang wajah Vivi berseri seri, setelah mengetahui jenis kelamin bayi yang ada di dalam perut nya itu , dia tak henti-hentinya merencanakan semua hal untuk masa depan anaknya nanti, mulai pendidikan, kebutuhan anak nya, liburan, dan hal hal lainnya yang bersangkutan dengan putranya itu .


Ya hasil USG menunjukkan jika bayi yang ada di kandungan Vivi berjenis kelamin laki laki.


Dicky tersenyum saat mendengar semua rencana istri cantik untuk buah hati mereka nanti.


Beberapa hari kemudian .


“ Tante” sapa bara saat melihat wanita cantik mengenakan daster wanita yang tak lain adalah Vivi, dia baru saja mau keluar dari mansion dengan dua pelayan yang membawa keranjang buah , pagi ini dia berencana untuk ke kebun buah.


“ ada apa” sahut Vivi dia menunduk  saat melihat bocah berusia 4 tahun itu Yang sedang menarik baju yang dia kenakan.


“ Kapan dedek kecilnya keluar dari perut tante” tanyanya polos


Vivi tersenyum menanggapi “ memangnya kenapa” tanya Vivi


“bara bosan main sendiri, kakak kakak nya gak asik” ucapnya, dengan wajah cemberut sambil menyipit kan kedua matanya.


Vivi benar benar gemas dengan bocah kecil itu , bisa bisanya dia seimut itu.

__ADS_1


“ Hari ini tante mau panen buah, bara mau ikut” ajak Vivi .


“ Hore , bara bisa panen buah” ucapnya girang.


Saat ini Stella ikut dengan mereka , dia mengenakan make up yang tebal yang untuk menyembunyikan wajahnya, untungnya bara mau ikut bekerja sama dalam hal ini, jadi dia tak perlu membuat banyak alasan pada putranya itu.


Stella menyamar sebagai seorang pelayan di mansion itu walau sebenarnya di tolak oleh Vivi , namun dia bersikeras untuk melakukan pekerjaan itu agar tidak ada yang mencurigakan.


Dia juga merasa tidak enak tinggal , makan , dan perlindungan gratis di tempat ini, dengan melakukan pekerjaannya ini setidaknya dia tidak terlalu banyak merepotkan vivi dan suaminya.


Di lain sisi


Jay barusaja turun dari mobil dia melihat sekeliling tempat itu, setelah merasa aman dia segera berjalan ke arah apartemen yang berada di pinggir an Kota.


Tanpa sepengetahuannya seseorang memakai pakaian serba hitam menggunakan kaca mata melihat nya dari jauhan dengan teropong , pria yang tak lain adalah Nil.


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2