
Setelah selesai sarapan dicky menerima telepon dari sekretarisnya ( dimas) dia harus datang ke kantor karna ada urusqn yang tidak bisa diwakili oleh orang lain
“ mau ke mana kok udah rapi?” tanya vivi yang baru saja masuk kedalam kamar , sudah mendapati suaminya berpakaian rapi
“ ada masalah dikantor , tolong pakek in dasi aku” ucap dicky sambil berjalan kearah istrinya
“ aku sendiri donk” ucap vivi sambil membuat simpul dasi suaminya,
Sebuah kecupan mendarat di keningnya “ kalau kamu bosen tinggal sendiri kamu bisa pergi shoping , ini buat kamu , password nya tanggal pernikahan kita” ucap dicky sambil menjulurkan kartu ATM pada istrinya
“ aku punya sendiri kok” tolak vivi , sambil merapikan dasi dan juga kemeja suaminya
“ ini kewajibanku mencukupi kebutuhanmu, kamu gak boleh nolak” ucap dicky , sambil memberikan kartu Atm itu pada istrinya “ bukannya kamu mau ke acara reuni , beli apa yang kamu mau” imbuhnya
Vivi bernafas panjang mendengar instruktur suaminya itu “ bagaimana kalau aku menghabiskan semua uang mu” ucap vivi , ingin tahu respon suaminya , apakah suaminya itu membatasi pengeluarannya
“ tidak masalah selama kamu bisa” ucap dicky
Vivi melihat kartu ATM yang ada di tangannya , kemudian menelan ludah “ black cart” gumamnya dalam hati
“ ya sudah aku berangkat dulu” pamit dicky , kemudian mengcup bibir istrinya yang masih memandangi kartu ATM yang ada di tangannya,
Vivi seperti sudah terbiasa dengan sikap mesum suaminya itu, hanya bernafas pasrah , kemudian dia mengekori suaminya dari belakang
“hati hati” ucap vivi saat suaminya sudah keluar dari apartemen mereka
“ iya , jangan jadi anak nakal selama aku kerja” ucap dicky sengaja menggoda istrinya
“ kau juga” sahutnya , kemudian menutup pintu .
__ADS_1
“aku belum ketemu sama anis beberapa hari ini” ucapnya setelah duduk di sofa depan tv ,
※mall
Setelah berpamitan pada suaminya vivi , berangkat ke mall yang tak jauh dari apartemennya , kini dia sudah belanja baju yang sekiranya cocok untuk dia pakai ke acara reuni ,
“ lapar” serunya setelah melihat jam menunjukkan jam 1 siang , “ naik lagi deh” ucapnya , mengingat tenpat makan di mall tersebut berada dilantai palinga atas .
“ au” seru vivi karna ada seseorang yang tak sengaja menabraknya , hingga terjatuh kelantai
“ maaf aku gak sengaja” ucap pria yang menabrak vivi , sambil mengulurkan tangannya untuk membantu vivi
“ makannya jalan itu pakek mata” ucap vivi kesal , kareran bokongnya terasa sakit , kemudian menampik tangan orang yang hendak membantunya “ lain kali hati hati , bagaimana kalau yang kamu tabrak nenek nenek” imbuhnya , tanpa melihat siapa yang menabrak
“ sofia” ucap pria yang menabrak vivi ,setelah melihat dengan jelas wajah wanita yang dia tabrak
Vivi melihat ke sumber suara , dia sangat mengenali siapa yang memanggil namanya dengan sebutan sofia “ kamu” ucap vivi dengan tatapan tak suka “ pantes aja aku sial” gumam vivi dalam hati
“ maaf aku gak sengaja nabrak kamu” ucap eric ( mantan pacar vivi saat SMA)
“iya” sahut vivi singkat , kemudian mengambil paper bag yang masih dilantai .
“aku minta maaf untuk apa yang terjadi waktu itu” ucap eric penuh penyesalan
Vivi menatap tajam pria yang ada dihadapnnya kini “ tidak perlu minta maaf , aku udah lupain kejadian itu” vivi menjeda ucapannya “ gak ada yang perlu kita bahas lagi setelah semua itu” imbuhnya dengan nada penuh penekanan , kemudian meninggalkan eric yang masih mematung mendengar ucapannya itu ,
“ aku tahu kamu belum bisa ngelupain aku , akan ku pastikan kau akan kembali pada ku” ucap eric , setelah melihat wanita yang pernah menjadi kekasihnya itu pergi .
“sial bisa bisanya aku ketemu ma tuh orang disini” ucap vivi yang kini sedang menaiki eskalator “ apa aku batalin aja pergi ke acara reuni” imbuhnya,
__ADS_1
※Apartemen
Vivi sudah menyiapkan makan malam untuk dia dan suaminya , setelah itu dia berniat untuk membersihkan tubuhnya sambil menunggu suaminya pulang
“ bukan kah sudah jam lima , kenapa dia belum pulang” ucap vivi yang baru saja keluar dari kamar mandi dia hanya mengenakan handuk kimono, dia berjalan ke arah balkon Sambil menggosoh rambutnya dengan handuk , karena apartemen yang dia tinggali berada di lantai paling atas dia bisa melihat gedung dan jalan serta taman dari tempatnya kini serta lampu yang muali menyala
“ kenapa disini, anginnya kencang” ucap dicky yang sudah berada dibelakang istrinya
“ kapannya yang pulang kok aku gak denger kamu buka pintu” tanya vivi , kemudian menoleh kearah suaminya
“barusan , aku capek” seru dicky , kemudian memeluk istrinya dari belang “ seperti ini 10 menit saja” pinta dicky sambil membenamkan wajahnya di tengkuk istrinya .
bersambung
__ADS_1