Menikah Dengan CEO

Menikah Dengan CEO
Episode 24


__ADS_3

Setelah selesai sarapan dicky menerima telepon dari sekretarisnya ( dimas) dia harus datang ke kantor  karna ada urusqn yang tidak bisa diwakili oleh orang lain


“ mau ke mana kok udah rapi?” tanya vivi yang baru saja masuk kedalam kamar , sudah mendapati suaminya berpakaian rapi


“ ada masalah dikantor , tolong pakek in dasi aku” ucap dicky sambil berjalan kearah istrinya


“ aku sendiri donk” ucap vivi sambil membuat simpul dasi suaminya,


Sebuah kecupan mendarat di keningnya “ kalau kamu bosen tinggal sendiri kamu bisa pergi shoping , ini buat kamu , password nya tanggal pernikahan kita” ucap  dicky sambil menjulurkan kartu ATM pada istrinya


“ aku punya sendiri kok” tolak vivi , sambil merapikan dasi dan juga kemeja suaminya


“ ini kewajibanku mencukupi kebutuhanmu, kamu gak boleh nolak” ucap dicky , sambil memberikan kartu Atm itu pada istrinya “ bukannya kamu mau ke acara reuni , beli apa yang kamu mau” imbuhnya


Vivi bernafas panjang mendengar instruktur  suaminya itu “ bagaimana kalau aku menghabiskan semua uang mu” ucap vivi , ingin tahu respon suaminya , apakah suaminya itu membatasi pengeluarannya


“ tidak masalah selama kamu bisa” ucap dicky


Vivi melihat kartu ATM yang ada di tangannya , kemudian menelan ludah “  black cart” gumamnya dalam hati


“ ya sudah aku berangkat dulu” pamit dicky , kemudian mengcup bibir istrinya yang masih memandangi kartu ATM yang ada di tangannya,


Vivi seperti sudah terbiasa dengan sikap mesum suaminya itu, hanya bernafas pasrah , kemudian dia mengekori suaminya dari belakang


“hati hati” ucap vivi saat suaminya sudah keluar dari apartemen mereka


“ iya , jangan jadi anak nakal selama aku kerja” ucap dicky sengaja menggoda istrinya


“ kau juga” sahutnya , kemudian menutup pintu .

__ADS_1


“aku belum ketemu sama anis beberapa hari ini” ucapnya setelah duduk   di sofa depan tv ,


※mall


Setelah berpamitan pada suaminya vivi , berangkat ke mall yang tak jauh dari apartemennya , kini dia sudah belanja baju yang sekiranya cocok untuk dia pakai ke acara reuni ,


“ lapar” serunya setelah melihat jam menunjukkan jam 1 siang , “ naik lagi deh” ucapnya , mengingat tenpat makan di mall tersebut berada dilantai palinga atas .


“ au” seru vivi karna ada seseorang yang tak sengaja menabraknya , hingga terjatuh kelantai


“ maaf aku gak sengaja” ucap pria yang menabrak vivi , sambil mengulurkan tangannya untuk membantu vivi


“ makannya jalan itu pakek mata” ucap vivi kesal , kareran bokongnya terasa sakit , kemudian menampik tangan orang yang hendak membantunya “ lain kali hati hati , bagaimana kalau yang kamu tabrak nenek nenek” imbuhnya , tanpa melihat siapa yang menabrak


“ sofia” ucap pria yang menabrak vivi ,setelah melihat dengan jelas wajah wanita yang dia tabrak


Vivi melihat ke sumber suara , dia sangat mengenali siapa yang memanggil namanya dengan sebutan sofia “ kamu” ucap vivi dengan tatapan tak suka “ pantes aja aku sial” gumam vivi dalam hati


“ maaf aku gak sengaja nabrak kamu” ucap eric ( mantan pacar vivi saat SMA)


“iya” sahut vivi singkat , kemudian mengambil paper bag yang masih dilantai .


“aku minta maaf untuk apa yang terjadi waktu itu” ucap eric penuh penyesalan


Vivi menatap tajam pria yang ada dihadapnnya kini “ tidak perlu minta maaf , aku udah lupain kejadian itu” vivi menjeda ucapannya “ gak ada yang perlu kita bahas lagi setelah semua itu” imbuhnya dengan nada penuh penekanan , kemudian meninggalkan eric yang masih mematung mendengar ucapannya itu ,


“ aku tahu kamu belum bisa ngelupain aku , akan ku pastikan kau akan kembali pada ku” ucap eric , setelah melihat wanita yang pernah menjadi kekasihnya itu pergi .


“sial bisa bisanya aku ketemu ma tuh orang disini” ucap vivi yang kini sedang menaiki eskalator “ apa aku batalin aja pergi ke acara reuni” imbuhnya,

__ADS_1


※Apartemen


Vivi sudah menyiapkan makan malam untuk dia dan suaminya , setelah itu dia berniat untuk membersihkan tubuhnya sambil menunggu suaminya pulang


“ bukan kah sudah jam lima , kenapa dia belum pulang” ucap vivi yang baru saja keluar dari kamar mandi dia hanya mengenakan handuk kimono, dia berjalan ke arah balkon Sambil menggosoh rambutnya dengan handuk , karena apartemen yang dia tinggali berada di lantai paling atas dia bisa melihat gedung dan jalan serta taman dari tempatnya kini serta lampu yang muali menyala


“ kenapa disini, anginnya  kencang” ucap dicky yang sudah berada dibelakang istrinya


“ kapannya yang pulang kok aku gak denger kamu buka pintu” tanya vivi , kemudian menoleh kearah suaminya


“barusan , aku capek” seru dicky , kemudian memeluk istrinya dari belang “ seperti ini 10 menit saja” pinta dicky sambil membenamkan wajahnya di tengkuk istrinya .


bersambung


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2