
Vivi hanya menelan ludah saat melihat suaminya makan , pasalnya suaminya itu sok jual mahal tidak mau makan karena merasa terganggu dengan pembicaraan orang orang yang ada di tempat itu , dan tampilan makanan yang biasa saja , dia heran kenapa tempat itu rame pasalnya mau dilihat dari segala sisi makanannya biasa biasa saja , tapi pikirannya berubah 180° setelah memakan makanan tersebut.
“ aku gak nyangkah kalau makanannya benar benar enak” ucap dicky sambil memasukkan makanan ke dalam mulutnya , dia sudah tidak peduli lagi dengan kebisingan yang ada di sekitarnya
“ siapa ya tadi yang jual mahal sok sok an gak mau makan” sindir vivi , sambil menikmati makanan yang ada di meja ,
“ gak ngerasa tuh” sahut vivi
“dasar” sahut vivi ,
1 jam kemudian mereka ada di salah satu pasar malam yang berlokasi tak jauh dari tempat makan yang mereka datangi , vivi dan dicky berjalan menelusuri arena pasar malam itu , mereka tidak menyangka akan bertemu dengan andik dan ira , dan yusman di tempat iti
“ kalian juga kesini” ucap vivi , kemudian menyalami kedua orang tuannya , begitu pun dengan dicky ,
__ADS_1
“ kau tahu Adek kamu kalau udah mau nya gak bisa di ajak kompromi” ucap ira
“ di mana dia sekarang” tanya vivi karena dia belum melihat batang hidung andik dari tadi , ira menunjuk ke arah tempat menembak di mana andik sedang konsentrasi menembak botol yang menjadi sasarannya itu
Yusman dan Dicky mereka mengobrol mulai dari topi kerjaan dan juga vivi , “ dulu aku takut tidak bisa melihat senyumnya lagi” ucap Yusman tanpa sadar, saat melihat vivi menertawakan adiknya karena tidak berhasil menargetkan sasarannya , dibenanya masih terbayang jelas kejadian mengerikan yang menimpa putrinya ,
Seketika Dicky berpikir sejenak menanyakan pada dirinya sendiri apa yang telah terjadi pada istrinya itu , Dicky sempat mencari tahu tentang masa kecil istrinya setelah mendengar apa yang di ceritakan andik jika istrinya itu takut dengan hantu, namun dia tidak menemukan apa apa , mungkin saat ini dia perlu menanyakan apa yang sebenarnya terjadi pada pria paru baya yang berdiri disamping-Nya itu “ sebenarnya apa yang terjadi saat itu” ucap Dicky seolah dia sudah mengetahui inti dari masa lalu istrinya.
Yusman menarik nafas panjang setelah mendengar ucapan menantunya itu “ mungkin dia sudah mendengar apa yang telah terjadi pada vivi dari pak Herlambang” gumam Yusman dalam hati , dia berpikir memang sudah waktunya menantunya itu tahu tentang masa lalu putrinya “ malam ini menginaplah di rumah” ucap Yusman dengan nada suara tenang, kemudian ikut bergabung dengan istri dan anaknya ,
“aku gak tau kalau kakak bisa main tembak tembakan , tahu begitu aku ajak dari tadi” ucap andik terkesan dengan penampilan dicky yang mampu menembak tepat sasaran “tidak seperti seseorang, yang hanya bisa teori” sindir andik sambil melirik vivi , yang sebelumnya memberi instruksi pada andik agar bisa menembang tepat sasaran .
“dasar kau bocah, kau harus ingat dia suami ku” ucap vivi , sontak saja mereka tertawa mendengar ucapan vivi , setelah puas bermain di beberapa wahana permainan mereka memutuskan untuk pulang.
__ADS_1
※※※ kediaman keluarga yusman
Stelah tahu vivi sudah tertidur pulas , dicky keluar kamar untuk menemui mertuanya setelah menerima pesan dari mertuanya itu, saat ini Dicky masuk ke dalam ruang kerja Yusman yang berada di area belakang rumah tersebut , banyak buku yang tertata rapi di rak dan foto yang terpajang didinding ruangan itu, Dicky melihat Yusman duduk di meja kerjanya pria paruh baya itu membuka satu persatu halaman album lama yang ada di meja
“ aku pikir kau sudah tidur , cepat duduk” ucap Yusman saat melihat dicky masuk ke dalam ruangannya “ lihat lah ini” ucap Yusman setelah dicky duduk berhadapan dengannya .
“ ini?” ucap dicky saat melihat foto 2 bocah umur 5 tahun dan 11 tahun, dicky tahu siapa kedua bocah yang ada di dalam foto itu , istrinya dan juga alex , saat di sekolah dasar alex adalah sahabat nya sekelas mereka sering melakukan kegiatan sekolah bersama dan bermain setelah pulang sekolah karena saat itu mereka tinggal di kompleks perumahan yang sama , sampai suatu hari alex pergi tanpa kabar , dicky masih ingat saat itu dia hampir setiap hari menanyakan alex pada wali kelas , tapi dia tidak mendapatkan info apa pun mengenai alex ,
“ iya itu foto vivi dan alex saat mereka masih kecil” ucap Yusman , yusman tahu kalau alex dan dicky saat masih kecil adalah teman dekat , dia sering mendengar alex menceritakan tentang Dicky saat di rumah pada vivi , ketika ayah alex pergi keluar kota atau luar negeri untuk perjalanan bisnis alex akan tinggal di rumahnya ,
Dicky membuka satu persatu album tersebut yang memperlihatkan Alex dan vivi saat kecil dengan raut wajah ceria di berbagai momen yang ada di foto tersebut , Dicky menatap Yusman dengan pertanyaan yang menumpuk di benaknya setelah melihat foto vivi kecil dengan tatapan kosong tidak ada senyum atau aktivitas di foto itu bocah kecil itu hanya diam tanpa expresi, dia membuka semua album foto itu dia tidak menemukan foto Alex sama sekali di bagian akhir album itu,
__ADS_1