Menikah Dengan CEO

Menikah Dengan CEO
Episode 23


__ADS_3

Vivi terkekeh setelah menutup pintu kamarnya, dia benar benar tak percaya jika sang suami pergi sendiri untuk beli yuh barang “ ternyata dia tak seburuk yang aku pikirkan” ucap vivi sambil melangkahkan kaki masuk ke dalam kamar mandi , dia berpikir jika pernikahannya itu akan berakhir seperti di sinetron sinetron di mana pemeran wanita akan disiksa oleh sang suami .


Beberapa saat kemudian , dicky sudah memesan makan siang untuk mereka karena dia tahu jika wanita sedang datang bulan itu bawaanya mager inginnya yang instan.


“ itu apaan” tanya vivi melihat dua kanyok keresek di atas meja


“ makanan , mau makan sekarang apa nanti” ucap dicky kemudian menoleh kearah istrinya “ astaga” ucapnya sambil mengelus dada , setelah melihat istrinya mengenakan masker


“ apa apa an kayak gak pernah lihat orang pakek masker aja” ucap vivi sambil membuang masker tisu yang ada dimukanya.


“aku hampir mati jantungan , emang kamu mau jadi janda muda” ucap dicky kesal kemudian memalingkan wajahnya dari sang istri


“ ya enggak lah belum ngapa ngapain udah jadi janda”ucap vivi , kemudian menutup mulutnya “nih mulut gak pernah di sekolahin apa” gumamnya dalam hati


Sontak saja membuat dicky menoleh kearah istrinya saat mendengar apa yang dikatakan sang istri “kamu bilang apa cobak diulang” ucap dicky sengaja menggoda sang istri


“ ngomong apaan , ayo makan dulu nanti keburu dingin” ucap vivi sengaja mengalihkan pembicaraan kemudian membuka kotak makanan yang ada diatasi meja


Dicky tersenyum geli melihat , melihat istrinya yang salah tingkah , dia pun ngikut sang istri untuk makan siang


Jam 7 malam vivi menerima pesan dari anis , kalau sekolahan mereka akan mengadakan reuni untuk angkatan mereka , vivi berpikir dua kali apa dia absen saja seperti tahun tahun yang lalu , karna dia tidak mau bertemu dengan teman teman yang super nyebelin pas dia sekolah dulu ,


“ kenapa wajah kamu seperti baju belum disetrika” ucap dicky saat melihat istrinya berada di sofa yang ada dikamar mereka


“ sekolahan aku mau adain reuni ,Cuma aku males yang mau dateng” ucap vivi dengan wajah kusut

__ADS_1


“ya gak usah dateng kalau kamau gak mau”ucap dicky kemudian duduk di sebelah sang istri


“mau nya sih gitu , pi aku sudah sering absen jadi gak enak”ucap vivi pasrah “terpaksa deh mau gak mau harus dateng ” imbuhnya


“ memang kenapa kami kok gak mau dateng ke acara itu” tanya dicky kemudian merebahkan kepalanya di atas paha sang istri


“kau” seru vivi melihat tingkah suaminya


“ sebentar” sahut dicky , “kenapa?”


“apanya?” tanya vivi yang gak paham pertanyaan sang suami


“ kok gak mau dateng ke reuni an!” ucap dicky kemudian berbalik membuat mukanya bosa dengan jelas melihat wajah istrinya


“ males ketemu orang yang disana” ucap vivi , terlihat sebuah kesedihan yang tergambar di wajahnya.


“ sok tau kamu” ucap vivi sebuah senyum mengembang di bibirnya , dia baru sadar jika suaminya itu 100 kali lebih segalanya dari pada orang yang telah menyakitinya saat duduk di bangku SMA dulu


“ bener kok” ucap dicky membanggakan dirinya “ kamu saja yang kekurangan vitamin A sampai sampai tidak bisa lihat dengan jelas wajah tampan suamimu ini” imbuh nya


“ wah mulai deh” ucap vivi sambil menggelengkan kepala “ coba aku lihat” ucap vivi sambil menundukkan kepala


Dicky tidak menyia-nyiakah kesempatan seperti ini dia langsung memegang tengkuk istrinya membuat jarak diantara keduanya menghilang , dicky langsung mengecup bibir istrinya . tidak ada perlawanan dari sang istri , kemudian dicky beranjak duduk , dia melihat istrinya mau berdiri namun tangannya dengan cepat meraih pinggang sang istri menarik ke dalam pelukannya ,


Ahh” jerit vivi saat tubuhnya terkuyuh ke samping , tepatnya ke pangkuan suaminya

__ADS_1


Deg deg


Nafas vivi terengah engah karna ulah suaminya “ kau mau buat aku mati jantungan” ucap vivi marah


Tanpa berucap apa pun dicky langsung melumat bibir mungil istrinya , cukup lama dia melumat bibir sang istri namun tak mendapat respon ,


Ah” jerit vivi \, karena suaminya sudah m**** p***** miliknya\,


Seulas senyum terpampang di bibir dicky saat mendengar desahan istrinya , tak lama kemudian vivi pun membalas ciumanya . keduanya larut dalam permainan mereka ,


Keduanya menarik nafas dalam setelah melepas pagutan mereka , wajah vivi merona malu karena kelakuan suaminya . sebuah kecupan mendarat di kelopak mata dan bibir nya , dia melihat dengan jelas sebuah senyum tergambar di bibir suaminya “ bisa bisanya pria di hadapanku ini terlihat sangat tampan,” gumam vivi dalam hati , bayangan suaminya waktu malam pengantin mereka terlintas di benak vivi , membuat dia menelan ludah saat mengingat perut suaminya yang terlihat seperti roti sobek


“ apa kau kini menyadari ketampanan wajah suami mu sayang” goda dicky karena cukup lama istrinya itu memandang wajahnya


Vivi tersadar dari pikirannya yang melayang ke mana mana “ aku hanya berpikir sampai kapan kau akan membuatku duduk di pangkuan mu” ucap vivi , karna tangan suaminya memegang pinggangnya


“ sampai besok pagi juga gak papa!” ucap dicky tanpa rasa malu ,


“Mau mu” sahut vivi , kemudian turun dari pangkuan suaminya


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2