Menikah Dengan CEO

Menikah Dengan CEO
Episode 122


__ADS_3

Bryan adalah anak ayahnya dari wanita asal Belanda yang menjebak Bagas saat pria itu masih kuliah di Canada , Bryan masuk ke dalam keluarga Herlambang saat usianya sepuluh tahun , ketika itu usia Dicky baru 8 tahun , sejak kecil sifat Bryan sudah menyimpang , anak berusia 10 tahun itu suka membunuh binatang peliharaan Dicky dengan cara yang mengenaskan , tak hanya itu bocah itu sering merusak barang atau merebut apa yang dimiliki oleh Dicky. Sikap perilaku Bryan yang menyimpang dikarenakan saat tinggal dengan ibu kandungnya dia selalu di siksa kadang di kurung di dalam kamar tanpa di beri makan , beruntung seseorang yang mengenal Bagas memberi informasi tentang kejadian itu , awalnya Bagas tak langsung percaya jika Bryan adalah putra nya hanya dengan mendengar informasi itu , setelah dia mendapat foto Bryan kecil yang mempunyai paras yang tak jauh beda dengan putranya yang berusia 8 tahun , pria itu segera bergegas untuk mengubah hak asuh Bryan atas nama dirinya , sedang kan ibu Bryan meninggal karena kecelakaan mobil saat dikejar polisi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.


Mereka berusaha memperbaiki sifat Bryan dengan bantuan psikiater  , walau pun begitu sila  selalu memperhatikan Bryan sama dengan anaknya sendiri bahkan saat itu dia lebih sering menghabiskan waktu dengan Bryan dari pada dengan putra kandungnya.


Karena sikapnya yang buruk Dicky dilarang untuk terlalu dekat dengan Bryan oleh Bagas takut jika putra sulung nya itu akan menyakiti adiknya , apalagi setelah apa yang diperbuat bocah berusia 10 tahun itu pada benda-benda yang berhubungan dengan putra bungsunya di rusak begitu saja.


Dicky baru saja menghubungi ibunya melalui panggilan telepon, dia memberi tahu pada sila jika anak kesayangan nya itu sudah kembali.


“ aku akan mematahkan lehernya jika dia melukai istriku walau seujung kuku” ucap Dicky sinis.


“ bisa kah kau tak melakukan itu , walau bagaimanapun dia kakak mu” bela sila , dia tak ingin kedua putranya itu saling menyakiti satu sama lain , tapi dia juga khawatir dengan menantunya yang sedang mengandung cucu pertama nya itu.


“ perlu mami ingat, Vivi istri ku mam bukankah itu kewajiban ku untuk melindungi nya , aku menelepon bukan untuk meminta persetujuan dari mami , perlu mami tahu tadi malam Vivi hampir saja celaka karena ulah Bryan” ucapnya kesal kemudian langsung mematikan sambungan teleponnya.


Dicky tak habis pikir kenapa ibunya itu masih saja membela kakak tirinya setelah apa yang dilakukan oleh pria gila itu.


“ Sayang apa yang kau lakukan cepat sedikit nanti telat” ajak Vivi , dia terlihat cantik walaupun  hanya mengenakan daster bumil bermotif bunga , hari ini dia akan menemani suaminya ke kantor .


Dicky segera melebarkan langkah kaki menuju ke mobil di mana saat ini Vivi sudah duduk di bangku penumpang , seperti biasanya dia membawa sendiri mobil sport hitam miliknya .

__ADS_1


“ kenapa kau malah pakai daster” ucap Dicky yang tengah mengemudi mobil.


“ gerah” ucapnya santai , wanita berparas cantik itu memangku bekal makanan yang sudah di siapkan oleh juru masak.


“ gerah” Dicky membeo , mengulang kalimat yang di ucapkan istrinya dengan nada mengejek,


“ dasar” desis Vivi , mengerti nada ejekan suaminya itu , toh tak masalah walau kadang suaminya itu sedikit cerewet karena ulahnya , tapi pria tampan yang sibuk mengemudi mobil itu tidak akan menolak keinginannya.


“ sepertinya tadi malam ada yang bicara ingin hidup sederhana” ucap Dicky , tadi malam dia tak sepenuhnya tidur jadi dengan jelas dia mendengar ucapan istrinya.


“ aku hanya mengandai andai saja , ok” sahut Vivi kesal .


“ ok nyonya anda selalu benar dan saya yang salah” ucap Dicky , hampir setiap saat kedua pasangan itu selalu meributkan hal-hal kecil “ sebagai hukum aku akan menyerahkan raga ku ini pada mu malam ini , kau bisa berbuat semau mu” goda Dicky sambil mengacak rambut istrinya.


senyum kecil terukir dibibir Dicky “ yang paling mesum adalah orang yang mencintai orang mesum sayang kau perlu ingat itu ” ucapnya , kemudian menghentikan mobil yang di kendarai , karena mereka sudah berada di area parkir perusahaan A.H group .


Hari sudah semakin siang sudah menunjukkan jam 1 siang , Dicky masih sibuk dengan pekerjaan nya , karena makanan sudah ludes , Vivi berinisiatif untuk mencari makan siang di cafe langganan nya saat bekerja di perusahaan suaminya .


Banyak mata yang dibuat heran dengan penampilan wanita , wanita yang hanya mengenakan daster bermotif bunga , dan sandal jepit biasa yang menjadi alas kaki jenjang wanita itu , walau pun mengenakan barang biasa Namun tak mengurangi aura cantik nya , apalagi rambut nya yang di kepang dua membuat dia tampak seperti bunga desa.

__ADS_1


Seorang pria bertubuh tinggi rambut pirang , sedangkan dalam situasi sulit karena makanan yang dia makan belum di bayar karena , dikarenakan mesin gesek yang ada di tempat itu rusak , dan malangnya pria itu tak membawa sepeser uang pun , pria itu sudah berulang kali menghubungi bawahannya a hanya saja tidak terhubung .


 


 


Selesai , siapakah pria tersebut dan apakah Vivi akan bertemu Dengan pria itu???


Apa yang akan terjadi pemirsa???


Jangan lupa like komen dan vote seiklasnya ya kak , terima kasih untuk dukungan nya .


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2