Menikah Dengan CEO

Menikah Dengan CEO
Episode 98


__ADS_3

Vivi dan dicky Baru saja sampai di villa Graha yang cukup jauh dari pemukiman masyarakat , mereka ke tempat ini menaiki jet pribadi  , setelah melakukan pendaran dengan mulus mereka kini menaiki mobil untuk menuju villa Graha , penjagaan ketat di tempat itu tak hanya itu mereka juga menyediakan 1 pesawat jet pribadi untuk kebutuhan Herlambang jika sewaktu waktu pria lanjut usia itu terjatuh sakit mereka tidak perlu menunggu lama untuk membawanya pergi ke ke rumah sakit , walau sebenarnya sudah ada beberapa dokter pribadi yang menanganinya di villa itu.


“ gara gara kamu terburu buru aku gak bawain oleh oleh untuk kakek” ucap vivi sambil memanyunkan bibirnya , melihat kearah jendela mobil yang memperlihatkan keindahan kawasan villa tersebut , dengan jelas mereka bisa melihat danau yang tak jauh dari dalam mobil.


“ di sini semua sudah ada gak perlu repot repot” ucap dicky sambil mengacak rambut istrinya , tentu saja vivi semakin mengembungkan pipinya karena tak suka dengan perlakuan suaminya yang merusak tatanan rambutnya .


, sedangkan sopir yang tidak sengaja melihat kejadian itu merasa seperti mimpi yang dia tahu bos muda nya itu tidak pernah bersifat hangat pada orang lain. Kemudian sopir itu kembali memfokuskan diri untuk melihat rute jalan yang akan mereka lalui.


Kini mereka sudah turun dari mobil , vivi berjalan mendahului suaminya dia masuk terlebih dulu ke dalam villa , sedangkan Dicky baru saja menerima telepon dari Dimas , perasaan cemas berkecamuk begitu saja setelah mendapat kabar dari asistennya itu , kemudian dia masuk ke dalam villa untuk menyusul istrinya.


“ aku tidak menyangka dia sangat mengemaskan saat masih kecil” ucap vivi saat melihat foto Dicky yang masih berusia 5 tahun saat itu dicky memiliki tubuh  gendut. Ditemani oleh Herlambang mereka terkekeh saat melihat beberapa foto yang ada di dalam album yang mereka lihat.


“ kau tahu dia bahkan menyuruh seseorang untuk mencuri album ini,  agar tidak ada yang melihat foto dirinya yang kayak kendi” ucap Herlambang sambil tertawa lepas ,


“banar kah , apa dia berhasil” ucap vivi antusias ingin mendengar penjelasan Herlambang


“tentu saja tidak , jika dia berhasil bagaimana mungkin foto ini ada di sini sampai sekarang” ucap Herlambang

__ADS_1


“seperti nya ada yang lupa ingatan” ucap Dicky yang baru saja masuk ke area taman yang ada di villa itu , sontak saja vivi bingung dengan apa yang di ucapkan suaminya itu ,


Sontak saja Herlambang mengingat kejadian 10 tahun silam di mana dirinya merengek pada cucunya agar tidak membakar foto masa kecil cucunya itu , bahkan dia harus membayar harga mahal untuk mendapatkan album foto itu 4% saham perusahaan A.H “  kau tahu cucu menantu dulu ada pemuda yang memeras kakeknya sendiri untuk kepentingan pribadinya” sindir Herlambang


“ bisa bisanya ada cucu berengsek seperti itu” ucap vivi antusias saat mendengar ucapan pria tua yang ada di sebelah tempat duduknya, Sontak saja Dicky merasa tersindir dengan ucapan kedua orang itu yang sampai saat ini masih memojokkannya.


“ aku harus segera pergi” ucap dicky memotong perbincangan istri dan kakeknya , dia merasa cukup terhibur dengan apa yang mereka ucapkan , walau dia yang menjadi cucu berengsek dalam cerita tersebut  , toh itu semua kenyataan .


“ kenapa buru buru , apa kau sudah mulai merasa tersindir dan tidak tahan mendengar cerita ku , kau bisa kembalikan sahamku bila aku menyinggungmu” ucap Herlambang ,


“ setelah urusan ku selesai aku akan menghancurkan album itu” ucap dicky dengan nada mengancam


“ kau lihat cucu menantu , dia mengancam pria tua tak berdaya ini lagi, setelah semua ku berikan padanya kini apa lagi yang ku punya” ucap Herlambang sambil memasang wajah memelas.


“ tenang saja , aku akan melindungimu dan album ini” ucap vivi sambil memeluk album yang ada di tangannya , “ ya sudah kau boleh pergi” ucap vivi pada suaminya


“bukankah mereka sangat kompak untuk mengintimidasi aku  ”  gumam dicky dalam hati , setelah mendaratkan kecupan di kening istrinya Dicky pergi dari villa itu , dia harus segera menyelesaikan masalah perusahaan , kini sudah tidak ada lagi senyum seperti beberapa saat lalu saat bersama dengan istri dan kakeknya , kini wajahnya cenderung memperlihatkan sifat acuk dan mengintimidasi bagi orang yang tidak mengenal watak asli dicky .

__ADS_1


※※※


Sudah dua jam lebih Dicky sudah sampai di perusahaan A.H ,  banyak wartawan yang berada di depan gerbang utama perusahaan tersebut yang menginginkan kejelasan tentang foto yang beredar tadi pagi , walau saat ini foto foto itu sudah di hapus dari media sosila , bahkan foto yang di unduh ke ponsel hilang begitu saja  , namun mereka tidak heran dengan hal tersebut , dengan kekuasaan Perusahaan A.H semua dapat mereka lakukan tanpa meninggalkan jejak. Masalahnya saat ini para dewan direksi mendesak untuk melakukan rapat darurat pemegang saham untuk di percepat , lebih tepatnya mereka ingin mendengar penjelasan dicky dengan apa yang terjadi pagi ini yang membuat saham perusahaan mereka turun secara berkala karena kejadian itu .


 


 


 


 


Mohon bantuannya untuk like komen dan vote , biar saya semangat nulisnya di tengah tengah kesibukan saya , terima kasih sudah mau membaca novel ini🙏🙏🙏


 


 

__ADS_1


__ADS_2