
Setelah pulang dari rumah sakit dicky sudah meminta ART kepercayaan orang tuanya untuk bekerja di rumahnya , bahkan dia sudah menyeleksi dengan sek sama setiap ART yang akan bekerja di rumahnya demi keselamatan istri dan anaknya nanti.
“ ngapain mereka disini” tanya vivi saat masuk rumah “bukankah mereka hanya bekerja 6 jam saat tidak ada orang di rumah” imbuh vivi
“ aku sengaja menyuruh mereka tinggal disini untuk menyuapkan segala keperluanmu” ucap dicky sambil berjalan masuk beriringan dengan istrinya
“ aku masih belum membutuhkan mereka , nanti jika perut aku sudah mulai membesar mereka bisa kesini” ucap vivi , karena dia sendiri belum bisa untuk beradaptasi dengan orang baru ,
“ tapi” ucap dicky terhenti saat istrinya menatap lekat matanya , mengisyaratkan jika dia tidak ingin dibantah “ baiklah , mereka akan kerja selama siang hari dan akan pulang setelah menyelesaikan tugas mereka ” ucapnya
“Selamat sore” sapa ART itu serempak
“ sore” sahut vivi ramah ,
“ apa ada yang anda perlukan” tanya salah satu ART itu ,
“ tidak ada , kalian lanjutkan saja pekerjaan kalian” ucap vivi , mereka mengangguk i ucapan vivi kemudian pergi mengerjakan tugas mereka masing masing
※ kamar
“ sayang aku aku akan kembali ke kantor , kalau perlu apa apa panggil mereka” ucap dicky , sambil menghampiri istrinya yang sedang berbaring di ranjang
“ iya sana pergi” usir vivi , dia merasa kesal pada suaminya dari tadi yang melarang segala sesuatu yang di lakukan olehnya.
“ ya sudah baik baik di rumah” ucap dicky sambil menghadiahkan sebuah kecupan di kening istrinya ,
__ADS_1
Iya iya” sahut vivi
Dicky hanya tersenyum mendengar jawaban istrinya , kemudian beranjak pergi
“ akhirnya “ seru vivi sambil membuang nafas lega , saat suaminya sudah keluar dari kamar,
Setelah merasa bosan di makar vivi memutuskan untuk pergi ke dapur “ masak apa?” tanya vivi saat melihat nia sedang memasak
“ ini sedang masak rendang” jawab nia sopan
“ apa kalian sudah makan?” tanya vivi , sambil melihat masakan yang ada di kompor hanya cukup untuk dirinya dan dicky
“ belum nyonya” ucap nia ragu ragu
“ kalau begitu tambain dagingnya sekalian masak untuk kalian , sayurnya juga , biar aku yang masak nasinya” ucap vivi antusias
“ tapi nyah” sanggah nia , karena dia baru di beri tahu oleh dicky jika mereka akan bekerja seperti biasa , untuk hari ini saja dicky meminta mereka untuk menemani istrinya
Nia hanya mengaruk kepala dan melakukan apa yang dikatakan nyonya mudanya itu ,
Disisi lain dicky sedang bertemu dengan adikusuma , membicarakan tentang pemecatan dan masalah perusahaannya dia tidak terima dengan apa yang dilakukan oleh dicky padanya
“ kau tidak bisa berbuat begini pada ku hanya karena masalah ini, aku akan medidik putriku yang bodoh itu lebih disiplin lagi , dia masih labil bukankah kau seharusnya memisah masalah pribadi dan kerjaan” ucap kusuma , karena dia tidak mengetahui jika apa yang terjadi padanya bukan hanya karena kssalahn putrinya
“sudah selesai” ucap dicky yang dari tadi sudah mulai merasa terganggu “ baca ini” imbuhnya , memberikan beberapa dokumen pada kusuma yang kini duduk di depan meja kerjanya
Mata kusuma terbelalak saat membuka lembar demi lembar dokumen yang diberikan oleh dicky “ kau pikir aku tidak mempertimbangkanmu ”ucap dicky menatap sinis kusuma “setelah apa yang kau perbuat” imbuhnya
Kusuma bisu tanpa kata saat mendengar ucapan dicky , dia tau persis nasib orang yang menghianati dicky akan berakhir mengenaskan “ semua akan diproses melalui hukum” ujar dicky
__ADS_1
“ aku mohon berikan aku kesempatan satu kali lagi” pinta kusuma
“ kesempatan hanya datang pada orang yang siap, kau bisa pergi” ucap dicky , sebagai seorang pemimpin perusahaan besar dia harus bisa mengambil keputusan yang tepat , karena nasib ribuan karyawannya ada di tangannya.
※
Vivi saat ini sendiri di rumah dia sudah menyuruh ART nya pulang setelah selesai makan , dia menghabiskan waktu di depan tv , menonton drama kesukaannya sudah jam 8 malam tapi dicky belum pulang ,
Setengah jam kemudian dicky pulang , dia melihat istrinya sudah tertidur di depan tv , dia berjalan pelan mendekati istrinya , menyibak rambut yang menutupi wajah istrinya kemudian mengecup kening istrinya , seulas senyum mengembang di bibir dicky .
Setelah itu dia beranjak ke dapur untuk memanaskan makanan untuk mereka, dia tahu istrinya belum makan , karena tanpa sepengetahuan istrinya dia menyelipkan cctv berukuran mini di beberapa ruangan selama mereka di rumah sakit , agar dia bisa melihat apa saja yang dilakukan oleh istrinya .
Kakak terima kasih untuk dukungannya , semoga tidak bosan baca karya saya , seandainya alur ceritanya mulai tidak bagus mohon komen sebanyak banyaknya , agar aku bisa memperbaiki alurnya , komen dan like anda sagat berarti untuk saya terima kasih
__ADS_1