Menikah Dengan CEO

Menikah Dengan CEO
Episode 49


__ADS_3

 


 


Setelah pulang dari rumah sakit dicky sudah meminta ART kepercayaan orang tuanya untuk bekerja di rumahnya ,  bahkan dia sudah menyeleksi dengan sek sama setiap ART yang akan bekerja di rumahnya demi keselamatan istri dan anaknya nanti.


“ ngapain mereka disini” tanya vivi saat masuk rumah “bukankah mereka hanya bekerja 6 jam saat tidak ada orang di rumah” imbuh vivi


“ aku sengaja menyuruh mereka tinggal disini untuk menyuapkan segala keperluanmu” ucap dicky sambil berjalan masuk beriringan dengan istrinya


“ aku masih belum membutuhkan mereka , nanti jika perut aku sudah mulai membesar mereka bisa kesini”  ucap vivi , karena dia sendiri belum bisa untuk beradaptasi dengan orang baru ,


“ tapi” ucap dicky terhenti saat istrinya menatap lekat matanya , mengisyaratkan jika dia tidak ingin dibantah “ baiklah , mereka akan kerja selama siang hari dan akan pulang setelah menyelesaikan tugas mereka ” ucapnya


“Selamat sore” sapa ART itu serempak


“ sore” sahut vivi ramah ,


“ apa ada yang anda perlukan” tanya salah satu ART itu ,


“ tidak ada , kalian lanjutkan saja pekerjaan kalian” ucap vivi , mereka mengangguk i ucapan vivi kemudian pergi mengerjakan tugas mereka masing masing


※ kamar


“ sayang aku aku akan kembali ke kantor , kalau perlu apa apa panggil mereka” ucap dicky , sambil menghampiri istrinya yang sedang berbaring di ranjang


“ iya sana pergi” usir vivi , dia merasa kesal pada suaminya dari tadi yang melarang segala sesuatu yang di lakukan olehnya.


“ ya sudah baik baik di rumah” ucap dicky sambil menghadiahkan sebuah kecupan di kening istrinya ,

__ADS_1


Iya iya” sahut vivi


Dicky hanya tersenyum mendengar jawaban istrinya , kemudian beranjak pergi


“ akhirnya “ seru vivi sambil membuang nafas lega , saat suaminya sudah keluar dari kamar,


Setelah merasa bosan di makar vivi memutuskan untuk pergi ke dapur “ masak apa?” tanya vivi saat melihat nia sedang memasak


“ ini sedang masak rendang” jawab nia sopan


“ apa kalian sudah makan?” tanya vivi , sambil melihat masakan yang ada di kompor hanya cukup untuk dirinya dan dicky


“ belum nyonya”  ucap nia ragu ragu


“ kalau begitu tambain dagingnya sekalian masak untuk kalian , sayurnya juga , biar aku yang masak nasinya” ucap vivi antusias


“ tapi nyah” sanggah nia , karena dia baru di beri tahu oleh dicky jika mereka akan bekerja seperti biasa , untuk hari ini saja dicky meminta mereka untuk menemani istrinya


Nia hanya mengaruk kepala dan melakukan apa yang dikatakan nyonya mudanya itu ,


Disisi lain dicky sedang bertemu dengan  adikusuma , membicarakan tentang pemecatan dan masalah perusahaannya dia tidak terima dengan apa yang dilakukan oleh dicky padanya


“ kau tidak bisa berbuat begini pada ku hanya karena masalah ini, aku akan medidik putriku yang bodoh itu lebih disiplin lagi  , dia masih labil bukankah kau seharusnya memisah masalah pribadi dan kerjaan” ucap kusuma , karena dia tidak mengetahui jika apa yang terjadi padanya bukan hanya karena kssalahn putrinya


“sudah selesai” ucap dicky yang dari tadi sudah mulai merasa terganggu “ baca ini” imbuhnya , memberikan beberapa dokumen pada kusuma yang kini duduk di depan meja kerjanya


Mata kusuma terbelalak saat membuka lembar demi lembar dokumen yang diberikan oleh dicky “  kau pikir aku tidak mempertimbangkanmu ”ucap dicky menatap sinis kusuma  “setelah apa yang kau perbuat” imbuhnya


Kusuma bisu tanpa kata saat mendengar ucapan dicky , dia tau persis nasib orang yang menghianati dicky akan berakhir mengenaskan “ semua akan diproses melalui hukum” ujar dicky

__ADS_1


“ aku mohon berikan aku kesempatan satu kali lagi” pinta kusuma


“ kesempatan hanya datang pada orang yang siap, kau bisa pergi” ucap dicky , sebagai seorang pemimpin perusahaan besar dia harus bisa mengambil keputusan yang tepat , karena nasib ribuan karyawannya ada di tangannya.



Vivi saat ini sendiri di rumah dia sudah menyuruh ART nya pulang setelah selesai makan , dia menghabiskan waktu di depan tv , menonton drama kesukaannya sudah jam 8 malam tapi dicky belum pulang ,


Setengah jam kemudian dicky pulang , dia melihat istrinya sudah tertidur di depan tv , dia berjalan pelan mendekati istrinya , menyibak rambut yang menutupi wajah istrinya kemudian mengecup kening istrinya  , seulas senyum mengembang di bibir dicky .


Setelah itu dia beranjak ke dapur untuk memanaskan makanan untuk mereka, dia tahu istrinya belum makan , karena tanpa sepengetahuan istrinya dia menyelipkan cctv berukuran mini di beberapa ruangan selama mereka di rumah sakit , agar dia bisa melihat apa saja yang dilakukan oleh istrinya .


 


 


Kakak terima  kasih untuk dukungannya , semoga tidak bosan baca karya saya , seandainya alur ceritanya mulai tidak bagus mohon komen sebanyak banyaknya , agar aku bisa memperbaiki alurnya , komen dan like anda sagat berarti untuk saya terima kasih


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2