
Esoknya, Yui sudah resmi tidak bekerja di mall Gardania. Departemen store itu sudah tidak ada, sudah di hilangkan dari mall Gardania. Yui benar-benar tidak menyangka, Xibai berani melakukan pembangkrutan usahanya sendiri, hanya karna dia tidak menginginkan Yui bersikeras untuk bekerja disana. Apa bagusnya sih Departemen Store? bukankah PT Hexian ratusan lebih bagus dari perusahaan di negeri ini? Xibai benar-benar tidak mengerti apa yang ada di pikiran Yui.
"Kamu benar-benar bertindak sesukamu ya!" Ucap Yui, karna dia pagi-pagi sudah mendapatkan kabar kalau dia sudah tidak bisa bekerja disana lagi di karenakan departemen storenya sudah bangkrut. Xibai tak mau membahas masalah ini dan langsung turun ke bawah untuk sarapan. "Bai!" Yui yang masih memakai baby doll mengikuti langkah Xibai untuk turun ke bawah.
"Kenapa kalian ribut seperti anak kecil begini?" Tanya Mama yang memperhatikan Yui dan Xibai berlarian ketika menuruni tangga. "Ma, anak mama ini benar-benar keterlaluan" Keluh Yui sembari menunjuk-nunjuk suaminya. Xibai hanya memalingkan mukanya yang datar, "Ada apa memangnya dengan Xibai?" Tanya Ayah yang sedari tadi ada di meja makan. Xibai duduk dan mendahului semua orang untuk makan."Dia menghilangkan Departemen Store Gardania, Pa" Jelas Yui, emosinya sudah menggebu-nggebu karna sudah tak tahan, Xibai memang benar-benar seenaknya sendiri. "Oh masalah itu? Xibai sudah memberi tahu papa sebelumnya" Ucap papa, sepertinya papa tenang-tenang saja, tapi kenapa?
Yui menaikan alis kanannya, tapi sebelum dia bertanya, Xibai meletakkan alat makanya dengan keras, sepertinya dia memang sengaja mencegahku untuk tidak berbicara lagi. "Kau mau tau kenapa? supaya kau tidak bisa lagi bekerja di toko murahan seperti itu" Ucap Xibai, dia berbicara dengan nada yang sangat dingin tanpa menoleh ke arah Yui. "Tapi itu juga bisnismu, kenapa harus sampai seperti itu?" Tanya Yui yang masih sangat keukeh ingin mengetahui, kenapa Xibai harus sampai seperti ini?!
"Kau bebal juga ya? heh, mulai saat ini, kau ikut aku ke perusahaan!" Titah Xibai padanya. Yui hanya bisa mematung tak berkutik, mama juga tidak bisa menolongnya. Karna berdasarkan dari sifat Xibai, kalau dia bernada dingin seperti tadi, itu sudah mutlak keinginannya, tidak bisa dilawan. Dan Papa pun juga setuju apa yang dikatakan Xibai, jadi sepertinya Papa juga tidak akan menegakkan keadilan untuknya.
Kenapa bisa jadi begini sih? aku ini hanya ingin bekerja dengan tenang, dan tidak mau ada unsur pemaksaan!
**MENIKAH DENGAN CEO**
Pagi ini Yui mengikuti Xibai untuk bekerja di PT Hexian,
dia memakai setelan kerja yang sangat rapi. Dia sudah mengatakan pada Xibai, kalau dia tidak mau di tempatkan di posisi yang tidak masuk akal, misalnya seperti posisi sekertaris dan manager atau semacamnya hanya karna aku istrinya. "Percaya diri banget? posisi itu hanya untuk orang yang pintar" Ucap Xibai bernada mengejek. Yui merengutkan wajahnya, untung saja dia tidak mogok untuk hidup! karna Xibai benar benar seenaknya dalam mengatur hidupnya. "Jadi maksutmu aku ini bodoh?" Tanya Yui dengan kesal. "Sadar diri ternyata" Timpa Xibai mengejek. "Oh! Gitu ya" Yui sengaja berjalan dan menginjak kakinya dengan keras, Xibai hanya bisa menahan sakit dan berusaha bersikap cool didepan istrinya.
PT. Hexian yang sangat megah, yang sangat mewah, perusahaan nomor 1 di negeri ini benar-benar menakjubkan! seperti keajaiban Yui bisa bekerja disini. "Boss He" gumam Yui yang tak sengaja didengar oleh Xibai. "Jangan memanggilku seperti itu, kau ini istriku, statusmu sangat tinggi" Ucap Xibai. Ketika mereka masuk di pintu perusahaan, mereka sudah menjadi sorotan. Bagaimana bisa Xibai bersandingan dengan wanita? bukanya Xibai sangat membenci lawan jenisnya? seperti itulah pikiran orang-orang.
Yui sangat tegang, karna semenjak dia lulus kuliah, dia tidak pernah lagi menjadi pusat perhatian, di puja-puja, bahkan dulu yang sampai gila mengejarnya. Harus bagaimana lagi? Yui adalah wanita yang sangat lembut, anggun, dan tentunya yang paling pintar di universitasnya. Namun, hanya nasib yang tak berpihak padanya, malang sekali.
"Kenapa semua pegawai mu memperhatikan kita?" Tanya Yui, dia berbicara sambil menatap lurus jalanya,. tak menoleh kemana-mana. Benar, dia sebenarnya memang berbakat untuk jadi model. Gayanya yang modis, cara jalanya yang sempurna, sikapnya yang bisa mengimbangi Xibai, dia juga sangat bisa bertingkah dengan sangat dingin. Otaknya bukan main, bahkan tidak akan kalah jika dibandingkan dengan ke jeniusan Xibai.
"Heh, kau adalah satu-satunya wanita yang bisa berjalan mendampingiku, kau seharusnya merasa terhormat" Ucapan Xibai berniat untuk meremehkannya. Karna memang benar, Selama Xibai hidup dia tidak pernah mau berjalan berdampingan dengan wanita, kadang sama ibunya saja dia merasa tak nyaman karna parfumnya sangat menyengat di hidung Xibai. Memang benar, Yui adalah wanita satu-satunya yang mampu berada disampingnya. Tapi Yui terus berfikir, apakah dia benar-benar beruntung atau buntung? statusnya saja masih istri yang tak dicintai.
__ADS_1
Yui hanya melirik dengan malas, Merasa terhormat? hilih. Setelah menjadi pusat perhatian yang amah heboh itu, Yui dan Xibai berdiskusi diruangan Direktur. "Kau mau dibagian apa?" Ucap Xibai tanpa adanya basa-basi terlebih dahulu. "Exusme? bukankah anda yang menyeret saya untuk bekerja disini? lalu anda bertanya kepada saya 'mau di bagian apa'?" Yui menyipitkan matanya melihat Xibai yang sedang sibuk memeriksa dokumen-dokumen yang di atas meja. Ketika Yui berbicara seperti itu padanya, Xibai melirik Yui dengan tatapan yang sinis. "Oh? Nona, apakah anda benar-benar sebegitu tidak maunya kah bekerja di perusahaan ku ini?" Xibai membalas perkataan Yui, dia menurunkan kacamata bacanya dan mengangkat alis kanannya.
"Benar-benar tidak mau!" Bentak Yui, dia menyilangkan kedua tanganya di dada dan memalingkan wajahnya. "Kalau begitu, kau di bagian Tim Desainer" Ucap Xibai yang sangat malas berdebat dengan istrinya.
Wah desainer, impianku!
"A..apakah boleh?" Yui menurunkan tanganya yang ada di dadanya, dan menoleh pelan ke arah Xibai yang masih sibuk dengan pekerjaanya. "Tentu saja sangat boleh, mau kau jadi sekertaris, manager tentu saja boleh, asal kemampuanmu harus memadai posisimu" Ucap Xibai menjelaskan. "Wah~ kalau begitu... apakah posisi Direktur bisa aku tempati?" Yui berusaha menggoda Xibai. Xibai bangkit dari kursi kerjanya, lalu berjalan ke arah Yui yang duduk di sofa. "Kalau kau mau posisiku, kau harus bisa lebih unggul dariku" Ucapnya sembari menyeringai jahat, dia sedang berdiri tepat di depan Yui yang sedang duduk manis di sofa.
Yui menarik dasinya Xibai dengan sangat kencang. Wajah mereka sekarang sangat dekat, ujung hidungnya saling menempel. Wajah keduanya sangat memerah "Itu gampang" seringai Yui.
Wanita ini benar-benar.....
Xibai tak bisa menahan posisinya yang sedang membungkuk itu, dia kehilangan keseimbangannya sehingga dia pun terjatuh di pelukanya Yui, bibirnya tak sengaja menempel. Mereka membulatkan matanya, tapi sepertinya Xibai memang tak mau lepas dari pelukan Yui. Dia mulai memegang leher istrinya dengan sangat lembut. Ciuman yang tak sengaja itu berubah menjadi Ciuman yang sangat panas. Mereka saling bertukar nafas, lidah mereka saling bersentuhan, Xibai terus ******* bibir Yui yang mungil itu tanpa jeda. Tanganya sudah kemana-mana, bahkan baju Yui yang rapi sudah berantakan tak karuan akibat ulah Xibai yang amat ganas. Yui mendesah tak karuan, mengerang karna nikmat. Sepertinya Xibai benar-benar ahli soal ini. "Uhm s..sebentar Unghhh" Desah Yui, dia ingin memberhentikan tindakan-tindakan nakal suaminya. Lalu spontan, gerakan Xibai terhenti. "Ng?" Xibai melihat wajah Yui yang sangat memerah, yang sangat menikmati itu menjadi gemas.
Sangat menggemaskan.
"K..kau y..yakin m..melakukan ini disini?" Ucap Yui sambil malu-malu, dia tidak berani melihat mata suaminya yang nakal itu.
"Pffttt" ketika Yui bertanya seperti itu, Xibai menahan tawanya. Yui semakin malu, wajahnya bak kepiting rebus sekarang, sangat merah. "Baiklah, baiklah. Kita lanjutkan nanti dirumah" Senyum Xibai. Baru kali ini dia melihat senyuman yang sangat tampan dari wajah suaminya. "Kau pulang saja dulu, kalau kau tetap disini, aku benar-benar akan melahapmu sampai habis" Ucap Xibai menggoda. Xibai benar-benar tidak tahan karna istrinya itu sangat menggoda hasratnya. Biasanya dia tak pernah memiliki perasaan seperti ini terhadap wanita lain, tapi dirinya kepada Yui benar-benar berbeda. Xibai pun tersenyum heran memikirkan hal itu.
Bersambung.
Hatiku sangat berdebar-debar saat melihatmu yang sangat mempesona. Hatiku luluh tak berdaya di hadapan senyumanku, kau sungguh kelemahan terbesarku. Hal yang ku punya di dunia ini jika dibandingkan dengan dirimu, tiada tandingannya. Kau adalah permataku, sayang.
Jangan lupa rate ⭐5
Di like per bab nya.
__ADS_1
Di vote jika berkenan.
Silahkan komentar sesuka hati anda.
Baca juga yuk karya author yang lain.
- 'Ruang Hampa🥀' kumpulan sajak-sajak yang menyayat hati.
- 'Pacar Mafiaku' Chat Story style.
- 'Menikah Dengan CEO' Kisah antara korban menggantikan perjodohan adik tirinya.
Dan jangan lupa di baca juga karya teman-temanku.
- Kikan selviani putri 👉🏻 Verlaat me niet
- Golden Woman 👉🏻 Salah Paham
- Dewi Luna 👉🏻 Langit Untuk Luna
- Khay_Za 👉🏻 Perfect Husband (El dan Luna)
- Just Vinoy 👉🏻 Menikahi Om-Om
- Dimus 👉🏻 Cinta seorang pemalu
- Junius 👉🏻 Creepy Stories (lomba cerita seram) Boom Like yak.
Cari saja nama author atau judulnya, jangan lupa di rate ⭐5 ya, mohon dukungannya ya teman-teman semuanya. Kami menantikan kunjunganya. Terimakasih❤️
__ADS_1
sᴀʟᴀᴍ ʜᴀɴɢᴀᴛ ᴅᴀʀɪ ᴀᴜᴛʜᴏʀ - ᴀʟᴜsʜᴀ ᴠᴇʏʏᴀ🥀