
Sampai di rumah dicky dan juga vivi , lebih tepatnya vivi langsung menikmati bubur kacang ijo yang mereka beli , sedangkan dicky lebih dulu mandi setalah itu menyusul istrinya sarapan pagi
“ sayang punya kamu enak enggak?” tanya vivi , karena bubur kacang ijo nya sendiri sudah hampir ludes tanpa sisa.
“ aku rasa punya ku sedikit pahit” goda dicky sambil menikmati bubur kacang ijo nya.
“ dasar pelit” seru vivi sambil memanyunkan bibirnya yang terlihat imut
“ emang nya barusan kamu mintak” ujar dicky , sambil melihat bibir istrinya yang seperti bibir ikan lohan
“ emang gak mintak sih” ucap vivi “ tapi kan seharusnya kamu lebih inisiatif tawari aku” imbuh vivi , sambil mengaduk bubur kacang ijo yang tinggal kuahnya saja
Ingin sekali dicky mencubit pipi istrinya itu saking gemasnya, akhir akhir ini istrinya itu lebih cenderung bersifat manja, “ iya sudah ini” tawar dicky menyodorkan mangkok yang ada di hadapannya pada istrinya itu
“ aku maunya disuapi” ucap vivi sambil mengedipkan kedua matanya, tak menunggu lama dicky langsung menyuapi istrinya itu , “ sudah aku sudah kenyang” seru vivi sambil memegang perutnya
“ baru satu sendok ” ucap dicky bingung
__ADS_1
“ tapi aku sudah habis dua mangkuk” seru vivi , sambil menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi,
“benar juga” gumam dicky , kemudian menikmati bubur kacang ijo yang sempat tertunda karena istrinya itu , setelah selesai sarapan dicky pergi ke kantor ,
※kantor
Sekitar jam 10 pagi dicky sudah selesai rapat , kini dia ada di dalam ruangannya membaca beberapa dokumen , selang beberapa menit dimas masuk ke dalam ruangannya , untuk melapor apa yang si minta oleh bos mudanya itu
“bagai mana hasilnya” tanya dicky sambil mengutak atik beberapa berkas yang ada di mejanya
“ bagus lah kalau begitu , lakukan seperti biasa” ujar dicky , dicky memang bukan orang yang akan memberi bantuan secara langsung , seperti memberi uang atau hal lainnya , dia akan membantu agar anak anak itu bisa menggapai cita citanya dengan arahan yang tepat , agar bisa membuat harum nama bangsa. “ oh ya bagai mana pesananku yang kemarin” tanya dicky , menatap langsung dimas , karena dari tadi dia sibuk membuka setiap dokumen yang ada di mejanya
“semua sudah di siapkan , saya sudah menyuruh rara mengantar langsung ke rumah anda” ucap dimas
Dicky mengangguk paham “ kau bisa pergi” ucap dicky , yang langsung diangguk i oleh dimas , dicky kembali mengerjakan pekerjaannya , selang beberapa menit dia meminta OB untuk membuatkan dia kopi
※ rumah
__ADS_1
vivi menyenyiram bunga yang ada di taman belang di temani oleh salah satu ART , sambil berbicara layaknya teman , satu minggu yang lalu vivi menyuruh yun jha untuk bekerja sebagai asisten pribadinya lagi , saat ini yun jha sedang mengurus beberapa dokumen sebelum dia ke Indonesia di perkirakan akan selesai dalam minggu ini ,
ting tong
“ mbak saya buka pintu dulu” pamit art itu pada vivi yang tengah menyiram tanamannya
“ iya” sahut vivi kembali fokus menyirami tanamannya ,
selang beberapa menit ART itu kembali “ mbak di luar ada banyak orang , aku belum nyuruh mereka masuk” ucap ART itu
vivi menggaruk kepala “ya sudah biar aku lihat , kamu terusi nyiram bunganya setelah itu jangan lupa beri pupuk” ucap vivi, kemudian pergi setelah menjelaskan pada ART nya itu ,
# siapa yang bertamu ke rumah vivi? apakah itu wartawan
__ADS_1