Menikah Dengan CEO

Menikah Dengan CEO
Episode 61


__ADS_3

Sampai di rumah dicky dan juga vivi , lebih tepatnya vivi langsung menikmati bubur kacang ijo yang mereka beli , sedangkan dicky lebih dulu mandi setalah itu menyusul istrinya sarapan pagi


“ sayang punya kamu enak enggak?” tanya vivi , karena bubur kacang ijo nya sendiri sudah hampir ludes tanpa sisa.


“ aku rasa punya ku sedikit pahit” goda dicky sambil menikmati bubur kacang ijo nya.


“ dasar pelit” seru vivi sambil memanyunkan bibirnya yang terlihat imut


“ emang nya barusan kamu mintak” ujar dicky , sambil melihat bibir istrinya yang seperti bibir ikan lohan


“ emang gak mintak sih” ucap vivi “ tapi kan seharusnya kamu lebih inisiatif tawari aku” imbuh vivi , sambil mengaduk bubur kacang ijo yang tinggal kuahnya saja


Ingin sekali dicky mencubit pipi istrinya itu saking gemasnya, akhir akhir ini istrinya itu lebih cenderung bersifat manja, “ iya sudah ini” tawar dicky menyodorkan mangkok yang ada di hadapannya pada istrinya itu


“ aku maunya disuapi” ucap vivi sambil mengedipkan kedua matanya, tak menunggu lama dicky langsung menyuapi istrinya itu , “ sudah aku sudah kenyang” seru vivi sambil memegang perutnya


“ baru satu sendok ” ucap dicky bingung

__ADS_1


“ tapi aku sudah habis dua mangkuk” seru vivi , sambil menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi,


“benar juga” gumam dicky , kemudian menikmati bubur kacang ijo yang sempat tertunda karena istrinya itu , setelah selesai sarapan dicky pergi ke kantor ,


※kantor


Sekitar jam 10 pagi dicky sudah selesai rapat , kini dia ada di dalam ruangannya membaca beberapa dokumen , selang beberapa menit dimas masuk ke dalam ruangannya , untuk melapor apa yang si minta oleh bos mudanya itu


“bagai mana hasilnya” tanya dicky sambil mengutak atik beberapa berkas yang ada di mejanya


“ bagus lah kalau begitu , lakukan seperti biasa” ujar dicky , dicky memang bukan orang yang akan memberi bantuan secara langsung , seperti memberi uang atau hal lainnya , dia akan membantu agar anak anak itu bisa menggapai cita citanya dengan arahan yang tepat , agar bisa membuat harum nama bangsa. “ oh ya bagai mana pesananku yang kemarin” tanya dicky , menatap langsung dimas , karena dari tadi dia sibuk membuka setiap dokumen yang ada di mejanya


“semua sudah di siapkan , saya sudah menyuruh rara mengantar langsung ke rumah anda” ucap dimas


Dicky mengangguk paham “ kau bisa pergi” ucap dicky , yang langsung diangguk i oleh dimas , dicky kembali mengerjakan pekerjaannya , selang beberapa menit dia meminta OB untuk membuatkan dia kopi


※ rumah

__ADS_1


vivi menyenyiram bunga yang ada di taman belang di temani oleh salah satu ART , sambil berbicara layaknya teman , satu minggu yang lalu vivi menyuruh yun jha untuk bekerja sebagai asisten pribadinya lagi , saat ini yun jha sedang mengurus beberapa dokumen sebelum dia ke Indonesia di perkirakan akan selesai dalam minggu ini ,


ting tong


“ mbak saya buka pintu dulu” pamit art itu pada vivi yang tengah menyiram tanamannya


“ iya” sahut vivi kembali fokus menyirami tanamannya ,


selang beberapa menit ART itu kembali “ mbak di luar ada banyak orang , aku belum nyuruh mereka masuk” ucap ART itu


vivi menggaruk kepala “ya sudah biar aku lihat , kamu terusi nyiram bunganya setelah itu jangan lupa beri pupuk” ucap vivi, kemudian pergi setelah menjelaskan pada ART nya itu ,


# siapa yang bertamu ke rumah vivi? apakah itu wartawan


 


 

__ADS_1


__ADS_2