Menikah Dengan CEO

Menikah Dengan CEO
Episode 29


__ADS_3

“ bagaimana kalau ada pegawai kantor lainnya lihat kamu makan siang dengan ku” ucap vivi , setelah dimas pergi


“ memangnya kenapa toh aku bayar makanan pakek uang ku sendiri” ucap dicky acuh menanggapi istrinya


“ hemzz , aku hanya tidak ingin mereka membuat berita yang enggak enggak” ucal vivi memesang wajah sedih


“ jika itu terjadi aku akan memecat mereka karena sudah ikut campur dalam masalah pribadiku” ucap dicky , dia ingin tersenyum melihat wajah istrinya yang kusut ,


“ maaf vi aku telah” ucap anisa yang belum sadar dengan keberadaan bos nya


“ iya gak papa cepet duduk, bentar lagi pesenanya dateng” ucap vivi kemudian bergeser ke bangku sebelahnya


“ eh pak bos” ucap anisa setelah duduk, dengan wajah ke bingungan , dia takut kalau menggangu bosnya itu dan istrinya


“Udah duduk aja gak usah merasa gak enak , seharusnya yang pergi itu dia kalau merasa terganggu” ucap vivi saat melihat anisa mau beranjak dari kursi


“ udah duduk aja” ucal dicky ramah


Anisa menyenggol lengan vivi “ oh ya kok makannanya belum dateng” tanya anisa


“ tuh , aku udah minta mereka anterin kalau kamu sudah dateng” ucap vivi , setelah melihat pelayan café membawa pesananya .


Beberapa saat kemudian makanan yang dipesan dimas sudah berada di meja , saat 4 orang itu sedang makan siang bersama


※ kantor


Saat ini vivi dan beberapa rekan kerjanya begitupun dengan anisa kini mereka berada di ruang rapat , sedang menunggu perwakilan dari perusahaan A

__ADS_1


“nih orang suka buang buang waktu” gerutu vivi karena mereka sudah menunggu selama 20 menit


“ benar , entah alasan apa yang akan mereka ucapkan nanti” ucap anisa menyetujui pendapat vivi


Beberapa saat kemudian perwakilan dari perusahaan A datang , mereka mengirim 3 orang untuk perencanaan pembangunan hotel di kota S .


“ maaf kami datang terlambat” ucap salah satu perwakilan dari perusahaan A “ mohon dimaklumi” imbuhnya kemudian mereka duduk


Mata vivi terbelak saat melihat orang terakhir yang masuk kedalam ruangan itu “Eric” gumam vivi pelan , kemudian bersikap sewajarnya seakan mereka tidak pernah kenal sebelumnya . tak hanya dirinya yang kaget eric pun begitu


Hampir 1 jam mereka membahas perencanaan pembangunan hotel , dan akhirnya selesai .


“ fuhh , pengap aku” ujar vivi setelah keluar dari ruang rapat ,


“ sudah sudah , gak usah diinget toh lebih cakep yang sekarang dari segala bidang” ucap anisa menenangkan vivi , dia tahu jika sahabatnya itu tidak mencintai mantannya hanya saja vivi terlanjur benci pada kelakuan eric yang menurutnya sangat menjijikkan


※pinggir jalan


Dari kejauhan di dalam mobil eric melihat keberadaan vivi , dia berniat untuk mengantar vivi pulang , tadi dia sengaja untuk menunggu vivi di area kantor tempat vivi bekerja


Sebuah klakson mobil berbunyi “ ayo cepat masuk” ajak dicky yang mengendarai mobil Lamborghini berwarna putih


“ kenapa mobil yang tadi , kok ganti bawa ini” ucap vivi setelah mendaratkan bokongnya di jok penumpang


“ mobil yang tadi masuk bengkel”ucap dicky kemudian melajukan mobilnya , setelah melihat istrinya selesai memasang seatbelt


“siapa yang memberi tumpangan sofia” ucap eric saat melihat mantan pacarnya itu naik ke mobil mewah berwarna putih “apa dia kekasihnya” imbuhnya kemudian membuntuti mobil yang membawa vivi pergi .

__ADS_1


“ kak”


“hemzz”


“sepertinya ada yang membuntuti kita”ucap vivi , yang dari tadi melihat kearah samping dan tidak sengaja melihat mobil berwarna hitam mengikuti mereka , karena sudah beberapa belok kan atau perempatan tapi mobil itu masih saja mengekori dari belakang


“ perasaanmu saja” ucap dicky menenangkan istrinya , walau dia juga tahu kalau sedari tadi dia melihat ada orang yang membuntutinya , dia sengaja melewati jalan yang tidak searah dengan rumahnya dengan alasan ingin menguji mesin mobil pada istrinya.


“enggak beneran kalau gak percaya coba tancap gas , mumpung sepi , nanti dia juga bakalan ikut ikutan” saran vivi


“sesuai perintahmu nyonya”ucap dicky kemudian menancap gas , memang benar perkiraan istrinya  mobil di belakang ikut mempercepat lajunya ,  “ mungkin dia tidak akan membayangkan ini” ucap dicky dengan senyum licik


Sedangkan vivi deg deg an gak karuan karena sang suami benar benar mempercepat laju mobilnya seperti pembalap saja


Pas saat melihat papan yang memperbolehkan untuk memutar arah , berhubung ke adan jalan sepi ( tidak macet) seperti biasanya. Dicky mengurangi sedikit kecepatannya dan memutar arah mobil kearah berlawanan, kemudian menancap gasnya kembali , “  lolos” ucap dicky sambil mengurangi laju mobilnya


Vivi mengambil nafas dalam dalam karena dia tadi benar benar tidak berpikir kalau suaminya bakalan memutar arah dengan kecepatan seperti itu  “ apa kakak bekas pembalap ” seru vivi , sambil menytabilkan nafasnya


Disisi lain eric mengumpat , dia benar benar tidak menyangka kalau orang yang memberi tumpangan pada vivi orang gila bisa bisanya memutar arah dengan kecepatan seperti itu , “ sial” umpatnya.


bersambung


terima kasih untuk para pembaca yang sudah mau meluangkan waktu untuk membaca karya saya , dan untuk para pembaca yang selalu penasaran dengan kelanjutan dari novel ini , silahkan buka aplikasi mangatoon anda pada jam 11 malam. dijamin sudah ada eps baru .


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2