
Alex baru saja keluar dari kamar mandi dan sudah berganti pakaian begitu pun dengan cika , mereka berencana untuk makan siang yang tertunda.
Alex sudah memberikan nominal uang yang dia janjikan untuk cika bahkan dia memberi lebih untuk wanita cantik itu.
Cika memasang wajah ceria menutupi apa yang dia rasakan dengan senyum yang menawan , saat di dan alex keluar dari lobi hotel.
※※※
Dicky dan vivi saat ini sudah sampai di rumah , mereka membawa masuk belanjaan mereka , “apa kau haus” tanya vivi saat melihat suaminya sudah selesai menaruh barang belanjaannya di dapur
“ iya beri aku segelas air” ucap dicky sambil bernafas panjang , karena cukup banyak barang yang mereka beli tadi
“ini” ucap vivi karena dari tadi dia memang sudah berada di dekat dispenser , dicky menerima air pemberian istrinya dan langsung meminum sekaligus “ bekas ku” seru vivi sambil menunjukkan giginya yang putih
Karena sudah terbiasa dengan tingkah istrinya , dicky hanya tersenyum masam “ bahkan aku sudah mencicipi semua” goda dicky
“ dasar mesum” seru vivi , wajahnya memerah saat mendengar kata kata vulgar yang dikatakan suaminya “aku mau mandi dulu” imbuhnya
“ perlu aku bantu” tawar dicky dengan senyum licik
“ tidak usah” sahut vivi kemudian pergi meninggalkan suaminya , beberapa saat kemudian vivi sudah selesai mandi , kini dia meminum susu yang tadi dia beli , sedangkan suaminya membantu dia mengeringkan rambut dengan hair dryer , “aku akan masuk kerja besok” ucapnya di sela sela dia menyedot susu ke dalam mulutnya , tak ada respon dari suaminya “aku bosan Cuma diam di rumah seharian” imbuhnya
“ baik lah kau akan bekerja besok” ucap dicky karena tidak ingin istrinya merasa bosan “ bukankah kau bisa pergi belanja kalau Cuma bosan” imbuhnya
“gak punya teman” sahut vivi karena dia memang bukan orang yang pandai mencari teman , walau ada anisa sama lilis tapi mereka sama sama kerja . “anisa kerja gak punya waktu untuk belanja”
__ADS_1
“ya sudah kalau kamu mau pergi belanja sama anisa , kalian bisa pergi kapan pun” tawar dicky
“emangnya boleh seperti itu?” tanya vivi “ yang ada nanti gaji aku sama anisa di potong” imbuh vivi sambil memanyunkan bibir
“ apa kau hilang ingatan” ucap dicky sambil mencubit hidung istrinya , karena gemas dengan tingkah istrinya itu “ bukan kah suamimu bos nya” imbuh dicky sambil melepas cubitannya
“ ya aku *** tapi gak harus nyubit hidungku juga keles” seru vivi sambil mengelus hidungnya yang nampak merah
“ iya iya aku salah , mau makan malam di rumah apa di luar saja” tanya dicky
“ di rumah saja , males yang mau gonta ganti baju” ucap vivi
“ ya sudah ayoo aku bantu masak” tawar dicky
※※※ ※※
Alex sudah membaca berkas tentang ana shu , dia benar benar tak menyangka jika wanita cantik itu berasal dari negara yang sama dengannya ,
“ Sofi” seru alex saat membaca nama vivi , seulas senyum mengembang dibibirnya , wanita cantik itu mengingatkannya pada gadis kecil yang pernah dia kenal dulu , awalnya dia ragu karena setahu dia anna shu warga negaraan korsel namun tidak dengan sekarang “ kali ini aku menemu kan mu” ucapnya penuh keyakinan.
※※※
Berhubung hari ini hari Sabtu vivi dan anisa berencana untuk belanja setelah selesai makan siang , kini mereka ada di cafe tempat biasa mereka makan siang
“kenapa muka mu ditekuk kayak gitu” tanya vivi
__ADS_1
“ capek , cucian aku numpuk mesin cuci di tempat aku rusak, pakaian buat kerja udah nipis ” seru anisa sambil memakan kentang goreng
“ gitu aja pusing , tuh lihat apa gunanya mereka buka usaha Loudri kalau gak kamu manfaati” ucap vivi sambil menunjuk tempat loudri yang berada di seberang jalan
“ benar baru inget aku , soalnya aku berpikir untuk beli yang baru besok , jadi gak kepikiran buat loudri in baju” ucap anisa setelah itu dia terkekeh , Vivi hanya menggeleng menanggapi sahabatnya itu ,
“ kamu udah pamitan kan sama bos kalau mau pergi sama aku” tanya anisa , karena dia takut kalau temannya itu akan membawa masalah kepadanya , karena gak berpamitan sama suaminya .
“ iya aku udah pamitan , malah dia yang menyuruh aku bawa kamu belanja tadi” ucap vivi , tadi dicky berpamit kalau dia ada pekerjaan yang harus diselesaikan secepatnya , dia menyuruh istrinya itu pergi belanja dari pada diam dirumah
“ waw enaknya punya suami seperti dia , suami idaman” seru anisa
Vivi menelan ludah mendengar ucapan anisa bukannya kenapa , andai anisa tau sifat mesum , narsis , dan yang lainnya , vivi percaya kalau anisa bakal narik kata kata yang baru saja dia ucapkan, namun vivi sendiri bersyukur memiliki suami dicky terkenal dingin membuat para wanita yang tergila gila padanya tidak berani untuk mendekat , lebih tepatnya tidak punya kesempatan
__ADS_1