
“ kejadian itu terjadi sekitar 20 tahun yang lalau” ucap Yusman membuyarkan keheningan diantara mereka berdua , Yusman menarik nafas panjang setelah mengucapkan kalimat itu , dia tidak mau larut dalam kesedihan itu , dia mulai menceritakan apa yang terjadi pada menantunya itu , saat vivi di culik oleh pesaing bisnisnya kala itu , selama beberapa hari dia mencari tahu keberadaan putrinya dan juga alex saat dia menemukan mereka berdua hal yang mengerikan terjadi pada kedua bocah itu ,
Flas back
20 tahun yang lalu
Setelah alex dirujuk ke rumah sakit yang ada di luar negeri kemarin malam untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik , sudah dua hari vivi setelah Yusman membawanya ke rumah sakit gadis kecil itu belum makan sama sekali karena sok mengingat apa yang terjadi, hari ini dia diam seribu bahasa setelah kemarin dia menceritakan apa yang terjadi pada ira dan juga Yusman , sontak saja membuat Yusman dan ira terteguh mendengar semua cerita selama putrinya itu diculik, setelah menceritakan semua itu pada kedua orang tuanya dan petugas kepolisian yang menyamar sebagai suster agar vivi tidak merasa terganggu , vivi menjerit histeris semua bayangan di mana alex di aniaya oleh anak anak jalanan dan jeritan anak jalanan yang kesakitan karena siksaan yang mereka terima yang dia dengar saat malam hari seolah berputar di benaknya.
Saat ini vivi berada di ruang rawat duduk termenung di atas ranjang dia tidak mempedulikan suster atau dokter yang masuk ke dalam ruangannya untuk memeriksa dirinya atau sekedar mengganti infus, bahkan saat ira menyuapi nya makan bocah berusia 5 tahun itu hanya diam tak menghiraukannya .
“ pa , ke mana putri kecilku yang tidak bisa diam” ucap ira saat melihat putrinya yang ada di dalam ruang rawat , sambil menangis pilu di dalam pelukan suaminya.
“ semua akan baik baik saja” ucap Yusman sambil menepuk bahu istrinya pelan , dia tahu istrinya sangat terguncang dengan keadaan putrinya saat ini , bahkan sudah beberapa hari istrinya itu tidak makan dqn tidur dengan teratur.
“ tapi pa” ucap ira khawatir, dia menatap wajah suaminya
“ kau bahkan belum makan dengan teratur , jika kau juga sakit maka siapa yang akan merawat putri kita” ucap Yusman , dia memeluk tubuh istrinya erat , sebagai seorang suami dia harus bisa meluangkan waktu untuk istri dan juga anaknya bahkan sudah beberapa hari dia tidak tidur karena permasalahan yang menimpa keluarganya , dia bertekat akan membuat orang yang telah mengusik keluarganya merasakan yang namanya hidup segan mati tak mau .
Sudah dua minggu lebih keadaan vivi masih sama tak ada perubahan , sedangkan dalang dibalik penculikannya melarikan diri ke luar negeri , sontak saja membuat Yusman marah pada bawahannya yang tidak becus mengurus perkara tersebut,
Yusman berjalan ke ruang rawat putrinya setelah menerima telepon dari ira “ ma apa yang terjadi” ucap Yusman setelah mendapati istrinya berada di luar ruang rawat vivi . ira menjelas kan apa yang terjadi pada Yusman bahwa putri mereka saat ini tidak sadarkan diri , setelah beberapa saat lalau ira membawa putrinya dengan kursi roda ke taman yang ada di area rumah sakit untuk mencari suasana baru, karena sudah beberapa hari dia menemani putrinya di dalam ruangan menceritakan dongeng dan beberapa hal lainnya agar putrinya tidak merasa kesepian , setelah setengah jam berada di taman suhu tubuh putrinya naik dengan drastis ira membawa putrinya kembali ke ruang rawatnya baru setengah perjalanan vivi tak sadarkan diri , 20 menit telah berlalu dokter yang menagani vivi keluar dari ruangannya
“ bagaimana keadaan putri saya dok” ucap Yusman saat melihat dokter keluar dari ruang rawat putrinya ,
__ADS_1
“ saat ini suhu tubuh pasien masih belum sadarkan diri , dan suhu tubuhnya juga masih belum turun , kami sudah melakukan yang terbaik untuk putri anda, yang perlu kita lakukan adalah berdoa agar bisa melewati masa kritisnya” ucap dokter yang menangani vivi, Yusman mengangguk paham maksud ucapan dokter , kemudian dokter itu pergi untuk melihat hasi6l tes yang dia lakuan ke vivi kemarin
“ pa , ini salah mama, kalau aku gak bawa dia keluar dari ruangannya semua ini gak akan kejadian” ucap ira penuh rasa bersalah mengetahui kondisi anaknya saat ini
“ sudah tidak perlu menyalahkan diri sendiri , lebih baik kita berdoa agar dia cepat membaik” ucap Yusman rasa bersalah dan tak mampu melindungi keluarganya berkecamuk dalam benaknya ,konsekuensi yang dia terima tidak sebanding dengan apa yang dia miliki saat ini , jika perusahaan yang dia kelola tidak berkembang pesat semua ini tidak akan terjadi dan membuat orang yang iri padanya semakin membenci dan ingin menghancurkan apa yang dia miliki.
Sudah dua hari vivi belum sadarkan diri , saat ini suhu tubuhnya sudah mulai stabil, ira dan Yusman berada disisi putrinya dari kemarin bergantian beristirahat di ruangan ini , mereka kawatir saat putrinya sadar tidak ada orang di sampingnya , malam ini Yusman yang menjaga putrinya tanpa mengalihkan pandangannya dari putrinya yang belum sadarkan.
“ sampai kapan kau akan tidur” ucap Yusman sambil mengacak rambutnya , dia sungguh tak berdaya melihat keadaan putrinya saat ini , Yusman hendak beranjak dari duduknya tiba tiba saja tangan vivi memegang tangannya
“ pa haus” ucap vivi dengan nada serak hampir tak terdengar , sontak saja Yusman langsung menyambar air yang ada di meja dan memberikan pada putrinya, setelah menaruh gelas bekas vivi Yusman memeluk putrinya dengan perasaan bahagia sekaligus berhati hati karena tak ingin tubuh putrinya yang ringkih itu terluka karena tindakannya. Setelah merasa puas memeluk tubuh putrinya Yusman membangunkan ira kemudian menghubungi dokter untuk segera memeriksa keadaan putrinya. Tak butuh waktu lama dokter dan suster yang bertugas di rumah sakit itu sudah berada di ruang rawat vivi , setelah memeriksa keadaan vivi dan memberikan beberapa pertanyaan pada vivi mengenai kejadian yang menimpanya terakhir kali , namun bocah itu tidak mengingat hal tersebit
“ siapa Alex, bukankah kemarin mama mau ajak aku ke kebun binatang” ucap vivi bingung dengan pertanyaan ira dan juga dokter yang bertugas
__ADS_1
__ADS_1