Menikah Dengan CEO

Menikah Dengan CEO
Episode 115


__ADS_3

Warning


Dilarang mengedarkan  novel ini tanpa ijin penulis dalam bentuk apa pun maupun audio , budidayakan menghargai karya orang lain ,


Terima kasih


Seorang wanita bertubuh tinggi sedikit berisi baru saja berjalan masuk ke dalam perusahaan A.H group , wanita yang menggunakan mini dress berwarna biru , rambut sebahu berwarna coklat muda , walau tubuh wanita itu sedikit berisi namun tak mengurangi kecantikannya sama sekali , semua karyawan menyapa penuh hormat saat berpapasan dengan wanita cantik yang membawa tas bekal di tangannya , wanita yang tak lain adalah Vivi .


Karena semua pekerjaannya (butik) di limpahkan ke Yun jha , hampir setiap hari vivi mengantar makan siang untuk suaminya , walau sudah dilarang  oleh suaminya itu namun wanita keras kepala itu tak pernah mau menggubris ucapan suaminya, walaupun demikian Dicky tak pernah menolak makanan yang sudah dia bawa .


Seseorang pria baru saja keluar dari ruang CEO dengan wajah kusut , membawa berkas ditanggangnya pria yang tak lain adalah Dimas “ anda sudah datang” sapa  Dimas saat melihat Vivi . Dimas bersyukur karena nyonya mudanya itu datang tepat waktu , jika tidak semua karyawan akan mendapatkan ceramah panjang dari Dicky.


“ hemzz , apa ada masalah” tanya Vivi antusias


“ Hampir terjadi masalah jika anda tidak segera datang” sahut Dimas ,


“ ehemz”


Mendengar suara deheman dari arah pintu di belakangnya Dimas segera menutup mulut rapat rapat , “aku lapar” ucap pria tampan mengenakan kemeja putih  jas hitam warna senada dengan celana yang dia kenakan , sepatu kulit berwarna coklat tua serta jam rolex yang melingkar di pergelangan tangannya membuat pria itu terlihat semakin sempurna dalam segala hal .


“ permisi , semoga makan siang anda menyenangkan nyonyav” ucap Dimas dengan nada sopan ,  perlahan berjalan ke arah ruangannya “ ****** gue” umpat Dimas dalam hati.


Vivi tersenyum mendengar ucapan Dimas , kemudian berjalan masuk ke dalam ruangan suaminya , Dicky langsung mengambil tas bekal yang di bawa istrinya kemudian menutup pintu ruangannya “ apa yang kau masak hari ini” tanya Dicky anti sias saat menaruh tas itu di atas meja santai yang ada di ruangan bertepatan di dekat jendela  terpasang dua kursi di tempat itu. Dengan beberapa tanaman hijau yang berada di samping jendela.


“ Aku masak SOP ayam sama ayam saus Inggris” ucap Vivi sambil menata hasil masakannya di atas meja. “ ada yang kau lupa”.


“ aku sudah cuci tangan” sahut Dicky , sambil mengangkat kedua tangannya .


“ Kau lupa menanyakan kabar anak kita” ucap Vivi sengaja memanyunkan  bibirnya , Kemudian dia duduk.


“ maaf” ucap pria itu kemudian berjalan kea ah istri tercintanya itu , dia menundukkan wajahnya mengecup kening istrinya sedangkan tangannya mengelus perut istrinya yang sedikit lebih besar itu , kemudian beralih mengecup bibir istrinya , hal itu dia lakukan setiap hari. Siapa yang menyangka bos yang terkenal  kejam itu mempunyai sisi lembut seperti ini .


Di  sisi lain


Sebuah mansion bernuansa Eropa beberapa mobil tertata rapi di parkiran , beberapa penjaga berada di sekitar mansion untuk menjaga keamanan tempat itu , sedangkan di dalam ruangan club yang ada di dalam mansion  Seorang pria berambut pirang  wajah tampan blasteran Indonesia dan Eropa, dengan pupil mata berwarna biru, tubuh tinggi  dibalut kaos dan celana pendek , pria itu sedang menikmati segelas wine di tangannya , seulas senyum tipis terukir di bibir pria itu “ akhirnya aku menemukan kelemahan mu” Ucap pria itu , setelah mendapat informasi dari orang kepercayaan. “ Dengan begitu aku bisa dengan mudah mendapatkan apa yang aku inginkan ” ucap pria bernama Bryan itu .


Selama ini perusahaan nya selalu berada satu langkah di bawa perusahaan A.H walau dia sudah bekerja keras , rasa iri membuat seseorang bisa menghalalkan segala cara untuk memuaskan keinginannya . Dan lebih mengerikan lagi dia selalu ingin menghancurkan apa yang dimiliki Dicky , bagaimana pun caranya.

__ADS_1


 


 


**


Karena merasa bosan setelah mengantar makanan siang untuk suaminya Vivi pergi ke taman kota yang tak jauh dari tempat tinggalnya.


Suasana taman tidak ramai seperti akhir pekan , tapi banyak remaja remaja yang menghabiskan sore di tempat itu main futsal di lapangan yang tersedia di tempat itu , di tempat yang sama ada beberapa anak kecil yang bermain layang layang, sedangkan Vivi duduk di salah satu tempat duduk yang disediakan di taman tak jauh dari lapangan futsal . Beberapa ibuk ibuk juga ada di sekitar Vivi ibu ibu yang menemani anak mereka .


Seseorang menutup mata Vivi dari arah belakang pria itu tersenyum  , diaengkode seseorang yang ada di sampingnya untuk berbicara “ tebak siapa aku”


Awalnya vivi berpikir jika orang yang menutup matanya itu suaminya , namun saat mendengar suara itu dia berubah pikiran , suara orang itu nadanya begitu rendah tak seperti suaminya yang terdengar tegas , Dicky menyuruh pengawalnya itu meninggalkan dia dan istrinya “ sayang lepaskan tanganmu” ucap Vivi .


mendengar kalimat yang diucapkan istrinya Dicky menyingkirkan kedua tangannya dari wajah istrinya “ bagaimana kau bisa mengenaliku” ucap dicky menghadiahkan sebuah kecupan di kening istrinya sebelum pria itu duduk di sisi istrinya.


“ Akan terdengar aneh jika aku tak mampu mengenali suami ku , kenapa kau ada disini , bukannya masih ada banyak pekerjaan dikantor “ tanya Vivi antusias .


“ aku sudah menyelesaikan semua” ucap Dicky , akhir akhir ini dia merasa khawatir pada istrinya , walau dia sudah mengirim seseorang untuk berjaga di sekitar istrinya tapi tetap saja membuat pria itu tak tenang , apalagi saat wanita itu berada di luar rumah.


“ aku meminta dia mengerjakan pekerjaan ku” sahut Dicky , “ memang apa salahnya jika aku ingin lebih lama bersama istriku , toh aku sudah beberapa tahun tidak pernah mengambil cuti dari perusahaan” elak Dicky Dengan wajah cemberut yang di buat buat “ bukannya kau harus merasa bangga mempunyai suami yang lebih mementingkan mu dari pada pekerjaan” Imbuhnya


Vivi merasa geli mendengar kalimat itu keluar dari mulut suaminya “ dasar , bukankah kita baru saja liburan” sahut Vivi kemudian mendekap tubuh suaminya , perasaan tenang dia dapat seulas senyum bahagia terpancar di wajahnya.


Beberapa hari kemudian , Vivi dan Dicky di undang ke acara lelang yang sangat besar di ibu kota , mereka berada di tempat duduk VIP ,


Malam ini viviengenakan gaul malam yang sangat cantik , berwarna merah Maron dengan bagian  punggung yang terbuka memperlihatkan lekukan tubuhnya yang indah , rambutnya di sanggul dan beberapa anak rambut jatuh kebagian wajahnya , satu jepit rambut warna putih menghiasi kepala nya .


Dengan Penuh perjuangan Vivi mengenakan gaun itu sexy itu , bagaimana tidak suaminya yang posesif itu melarang nya mengunakan gaun merah maron itu , dengan alasan tak ingin seorang pun yang boleh melihat lekuk tubuh istri tercintanya itu , walau pada akhirnya dia mengalah karena tak mau bertengkar dengan wanita cantik yang kini tengah melihat barang yang tengah di lelang . Ingin rasanya Dicky mencongkel mata pria yang menatap istrinya dengan rasa kagum , karena telah melihat sesuatu yang bukan hak nya .


“ apa ada barang yang kau suka” tanya Dicky pada istrinya , yang duduk di sebelahnya itu.


Vivi menoleh menatap wajah tampan suaminya , dia bersyukur karena penampilannya lebih baik dari pada wanita wanita yang dari tadi ingin menjatuhkan tubuhnya pada suaminya itu “ tidak ada barang yang menarik”sahut Vivi “ kau tahu ingin rasanya aku membubarkan acara ini” bisik Vivi pada suaminya dengan nada jengkel.


Dicky menautkan alis saat mendengar ucapan istrinya itu.


“ lihat wanita wanita itu” imbuh Vivi kesal , bagaimana mungkin keberadaan dirinya tak di anggap oleh wanita wanita itu.

__ADS_1


Dicky tersenyum mendengar kalimat yang di ucapkan istrinya itu , pasalnya dia tidak pernah melihat istrinya begitu protektif pada dirinya selama ini “ kau cemburu” balas Dicky


“  Jelas , istri mana yang tak cemburu saat melihat suaminya mau di terkam oleh wanita lain” sahut Vivi dengan wajah masam.


Dicky berdiri kemudian melepas jas yang dia kenakan kemudian memakaikan jas itu pada istrinya “ aku juga , akuvjuga tak suka melihat pria lain menatapmu penuh nafsu” ucapnya kemudian kembali duduk , dia memegang tangan istrinya .


Pembawa acara sedang memperlihatkan barang yang mereka lelang  , dan memberi harga , beberapa tamu pun menawar barang yang di atas podium .


Beberapa saat kemudian 4 barang sudah terjual , pembawa acara mengeluarkan sebuah  lukisan yang sangat indah , bahkan Vivi terkagum dengan lukisan itu , lukisan yang menggambarkan lautan biru ada gambar malaikat dan juga putri duyung yang saling berpengang tangan ,   malaikat itu terbang sedangkan sang putri duyung duduk di atas sebuah batu.


Deg


 


 


 


 


 


 


,  Jangan lupa like dan komen ya kakak terima kasih sudah meluangkan waktunya


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2