Menikah Dengan CEO

Menikah Dengan CEO
Episode 18


__ADS_3

Vivi sudah menyiapkan roti panggang dengan selai rasa coklat dan  rasa kacang untuk sarapannya dan sang suami dicky ikut membatu menuangkan susu ke dalam gelas untuk istrinya , dan membuat kopi untuk dirinya sendiri.


Keduanya duduk di meja makan menikmati sarapan mereka, “ kamu gak kerja?” tanya vivi sambil menggigit roti yang ada ditangannya


“ enggak , kenapa apa kamu takut ditinggal sendiri disini?” goda dicky pada istrinya


“ ihh pagi pagi udah ngelawak” sahut vivi , sambil mengunyah kasar roti yang ada di dalam mulutnya


Dicky terkekeh melihat tingkah istrinya , kemudian dia menyeruput kopi yang dia buat tadi “ kau tau apartemen sebelah itu terkenal angker , dulu pernah ada kejadian orang bunuh diri di sana” ucap dicky sambil menggidik ngeri ,


Wajah vivi seketika memucat setelah mendengar ucapan suaminya , sekilas bayangan setan di film film horor terbayang di benaknya , “ kau pasti bercanda” elak vivi mencoba menyembunyikan rasa takutnya


“ enggak aku gak bercanda , kalau gak percaya kamu boleh tanya sama petugas yang ada di lobi” ucap dicky dengan raut wajah tenang , sebenarnya dia menahan tawa saat melihat wajah istrinya yang ketakutan


“ emang aku gak ada kerjaan apa ” sahut vivi , namun pikirannya benar benar kalut , bagaimana jika tengah malam hantunya tiba tiba bertamu ke apartemen mereka “ jangan jangan mimpi sialan itu kelakuan hantu” gumam vivi dalam hati , sambil menggidik ngeri , “ bagaimana pun caranya aku harus kekuar dari apartemen ini” ucapnya lirih bahkan suaminya tidak bisa mendengar apa yang dia ucapkan , kemudian dia beranjak dari duduknya , melangkahkan kakinya ke kamar


“ mau ke mana?” tanya dicky saat melihat isrtrinya belum menghabiskan sarapannya.


Vivi tak menyahuti pertanyaan suaminya dia mempercepat langkahnya

__ADS_1


Brak


Vivi membanting pintu kamar , membuat Dicky menggeleng melihat tingkah istrinya , Vivi dengan cepat melangkah masuk ke dalam ruang Walk in wardrobe


Beberapa saat kemudian dicky mencari keberadaan istrinya di dalam kamar dan juga kamar mandi namun tak membuahkan hasil , dia baru ingat jika dia belum memeriksa walk in wardrobe , dia melangkahkan kan kaki masuk ke dalam ruangan itu , matanya terbelalak saat melihat istrinya “ apa apa an ini” ucap dicky dengan nada menyentak , membuat istrinya kaget


Mata vivi berkaca kaca saat melihat dicky yang berdiri diambang pintu “ aku gak mau tinggal disini” ucap vivi , air matanya hampir jatuh


Sontak dicky merasa bersalah karena telah membentak istrinya , dicky menarik nafas panjang “ coba katakan kenapa tidak mau tinggal disini” ucap dicky dengan nada suara yang lebih rendah , sambil berjalan mendekati istrinya yang tengah duduk mem packing bajunya ke dalam koper,


“ aku gak mau tinggal di tempat yang angker” ucapnya dengan wajah polos ,


Deg


Sontak saja membuat mata vivi melotot sampai sampai tuh mata mau loncat “ bercandamu garing” ucapnya sambil memukul dada suaminya ,


sebenarnya sampai saat ini vivi tidak tahu kenapa  dia takut dengan hal yang berbau horor, seakan akan ada memory nya yang terpotong , saat dia bertanya pada kedua orang tuanya mereka selalu mengalihkan pertanyaannya seakan akan ada  hal yang sengaja  mereka tutupi darinya.


__ADS_1


Vivi benar benar marah pada suaminya yang menurutnya bercandanya sudah kelewatan , dia sengaja mogok bicara dengan suaminya , sontak saja membuat dicky khawatir, dia bingung harus merayu istrinya dengan cara seperti apa , pasalnya dia benar benar tidak tahu hal hal kesukaan istrinya , yang dia tahu jika istrinya itu sangat suma makan rawon, dia harus berpikir dua kali untuk menyogok istrinya dengan apa.


Saat ini dicky ada di ruang tamu, sedang vivi berada di balkon  memainkan hp nya.


“ begok kenapa gak aku lakukan dari tadi” ucap dicky pada dirinya sendiri , kemudian meraih hp nya , dia menghubungi ibu mertuanya , awalnya dia malu untuk bertanya tapi dia membuang rasa malu itu jauh jauh , ira menjelaskan apa saja yang di sukai oleh putrinya , begitu pun dengan hal yang tidak putrinya sukai salah satunya adalah hal yang berbau horor , namun ira tidak menjelaskan padanya penyebab istrinya takut dengan makhluk halus atau makhluk astral itu . dicky mengakhiri sambungan teleponnya setelah  mendapatkan info yang dia inginkan dari sang mertua.


 


 


Bersambung


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2