
“kita akan adakan acara makan malam bersama dan aku akan mengenalkan alex pada vivi, agar dia tidak merasa sendirian” ucap yusman
“tapi pa apa gak bisa di tunda , kau tahukan dia sedang hamil memerlukan kehadiran kita sewaktu waktu” ucap ira berusaha untuk menunda keberangkatan mereka
Sebenarnya yusman juga tida tega untuk jauh dari putrinya , tapi apa boleh buat dia juga tidak ingin putra bungsunya ketinggalan pelajaran apalagi dengan IQ andik yang di atas rata rata dan membutuhkan bimbingan atau sekolah yang tepat untuk anak itu “kita akan pulang sebulan sebelum dia melahirkan , aku gak mau di bantah ma” ucap yusman kemudian pergo dari ruang keluarga karena tak ingin berdepat dengan istrinya
“ kenapa semakin tua dia semakin keras kepala” decik ira kedal dengan sikap suaminya.
※※
“capek ” ucap vivi yang kini tengah berendam di dalam bathtup berukuran besar yang dipenuhi busa bersama suaminya
“ biar aku bantu pijit” ucap dicky , sambil memijit bahu istrinya , tentu saja hal itu tidak berjalan mulus pria licik itu mulai mengambil keuntungan dari istrinya tangan pria itu sudah mulai mengabsen setiap inci tubuh istrinya , suara erotis keduanya memenuhi kamar mandi
“ sedikit pelan”
“ tunggu sebentar lagi selesai”
Beberapa saat kemudian , vivi melihat apa saja yang sudah dia beli “ bukankah ini sangat imut ” ucap vivi sambil menunjukkan baju badut berukuran kecil berbentuk landak
__ADS_1
“ kau mau membuli anak ku” ucap dicky setelah melihat apa yang ada ditangan istrinya.
“ aku yang mengandungnya jadi aku bebas mau memakaikan baju apa saja” ucap vivi sambil membayangkan anaknya memakai baju badut yang ada di tangannya
“ astaga , ku rasa itu akan membuat dia malu setelah dewasa” ucap dicky
Vivi tersenyum mengejek mendengar ucapan suaminya “iya aku tahu kau pernah foto tanpa sehelai kain” ejek vivi tawanya tumpah saat itu juga,
“ dasar kau!” ucapnya sambil tepuk jidat
Beberapa hari kemudian , saat ini Dicky sudah disibukkan dengan tumpukan dokumen yang sudah menggunung di atas mejanya yang menunggu antrean untuk meminta persetujuan darinya , hal itu wajar karena Dimas tidak bisa menyelesaikan semua pekerjaan yang dilimpahkan padanya ,
“ sudah saatnya makan siang” ucap dicky sambil merenggangkan tanggangnya , berniat untuk pulang menemani istrinya makan siang .
Sedangkan dimas hanya memandang masam bosnya itu pasalnya pria yang tegah duduk di kursi CEO itu dari tadi sibuk dengan smartphonenya “baru saja nyonya Manelepon jika beliau akan makan sianh disini , saya sudah memesan makanan untuk kalian berdua” ucap dimas sambil menunjukkan giginya yang putih
Kediaman yusman jam sudah menunjukkan jam 17.00 wib , vivi dan ira sibuk menyiapkan makan malam di bantu yun jha ,
“ emang ada acara apa sih ma kok masaknya banyak banget” keluh vivi merasa capek , walau sebenarnya dia hanya bantu potong sayur saja dari tadi sisanya ira dan yun jha yang mengerjakan , semua makanan kini sudah tertata rapi diatas meja makan
“ nanti kamu juga tahu , oh ya kemana suamimu kok belum datang ” ucap ira sambil menata piring , sedangkan yun jha membersihkan dapur,
“ dia agak malaman yang kesini , banyak kerjaan di kantor” ucap vivi , sambil mencicipi makanan yang ada di depannya
Ira mengangguk paham ucapan putrinya“ tangan mu” ucap ira sambil menepuk tangan putrinya yang mau mengambil makanan “ ambil piring kalau lapar” imbuhnya kemudian kedapur
“ aku kan Cuma pengen mencicipi siapa tau kurang garam” ucap vivi sambil memanyunkan bibirnya “andik” ucap vivi dengan nada lantang ,
__ADS_1
Mendengar pangilan dari kakaknya andik seketika langsung mencari sumber suara yang memanggilnya “ apa si kak kok teriak teriak” ucap bocah berumur 10 tahun itu ,
“ udah makan belum” tanya vivi
“ belum , memangnya kenapa kak”ucapnya polos
“ sana ambil piring biar aku ambilin makanan untuk mu , sekalian ambil dua”ucap vivi sambil senyum licik
“ tuh udah ada di meja kok masi mintak piring lagi” ucap andik , saat melihat beberapa piring di atas meja
“ itu piring untuk tamu , emangnya kamu mau gak kebagian makanan kalau nunggu nanti malam , yang ada kamu hanya dapat sesendok” ucap vivi
Andik mengangguk kemudian segera kedapur untuk mengambil piring ,
“ Vivi” suara teriakan ira dari dapur, geram dengan tingkah putrinya yang suka mengerjai adik nya, selang beberapa saat andik sudah keluar membawa piring
__ADS_1