
Dicky sedang mengompres wajah istrinya “ sakit?” tanya dicky saat melihat istrinya mengerutkan kening
“ sedikit” seru vivi “ apa kau benar benar akan mengambil alih perusahaan W G ( Perusahaan orang tua Ulfa)” tanya vivi penasaran
“tentu saja apa kau lihat aku bercanda tadi” ucap dicky serius , dia tak sengaja menekan pipi istrinya saat mengingat kejadian beberapa saat lalat
“Auw pelan sedikit ” ucap vivi sambil memegang tangan suaminya “ aku rasa tidak perlu melakukan itu” imbuh vivi karena itu terlalu berlebihan menurutnya
“ ku rasa itu tidak berlebihan , itu cukup pantas untuk mereka karena mereka tidak bisa mengajarkan sopan santun pada anak mereka , se andainya mereka berhasil membimbing anak mereka hal seperti ini tidak akan terjadi” ucap dicky ,sebenarnya beberapa hari yang lalu dia menemukan bukti korupsi yang dilakukan oleh Kusuma ( ayah ulfa) dengan jumlah besar , selama beberapa tahun terakhir, di tambah dengan apa yang di lakukan ulfa pada istrinya membuat dia tanpa segan untuk membekukan seluruh kekayaan kesuma.
Vivi diam mendengar penjelasan suaminya dia tidak menyangka “ terima kasih” ucap vivi kemudian memeluk suaminya , dia bersyukur mempunyai suami yang dapat diandalkan seperti dicky , jujur saja tadi dia merasa tertekan saat ulfa memperlakukannya seperti cewek murahan di depan umum .
Dicky mengusap bahu istrinya , tiba tiba saja tubuh istrinya lemas “ sayang” ucap dicky beberapa kali memanggil istrinya namun tak ada respons , kemudian dia melepas pelukan mereka , betapa terkejutnya dicky saat melihat istrinya pingsan , dengan sigap dicky menghubungi Dimas untuk membawa dokter ke ruangannya
Tak butuh waktu lama Dimas sudah membawa dokter perusahaan mereka masuk ke dalam ruangan dicky lebih tepatnya tempat istirahat dengan ranjang berukuran besar di dalamnya
Dicky mondar mandir saat dokter ivan sedang memeriksa istrinya yang tengah berbaring di atas ranjang
__ADS_1
“ bagai mana keadaan istri saya” tanya dicky saat ivan selesai melakukan pemeriksaan
“ tidak perlu khawatir nyonya tidak apa , dia pingsan karena dia kekurangan cairan dan juga sedikit tertekan apalagi diusia kehamilannya saat ini , itu tidak baik untuk janin yang ada di perutnya” tutur ivan
Dicky terperangah mendengar apa yang dikatakan oleh ivan , “ hamil?” ulang dicky yang diangguk i oleh ivan ,
“ apa bpk belum mengetahuinya?” tanya ivan karena menurut perkiraannya vivi sudah hamil 2 bulan ,
“ sudah berapa bulan” tanya dicky kemudian duduk di samping istrinya , diq merasa sangat bahagia saat ini
“kurang lebih dua bulan , sebaiknya kita melakukan pemeriksaan agar kita bisa mengetahui keadaan kandungan nyonya lemah atau tidak” ucap ivan
Dicky menyetujui usul yang dikatakan oleh ivan , setelah itu dia membawa vivi ke rumah sakit,
“kamu sudah bangun” ucap sicky sambil beranjak berjalan mendekat pada istrinya “haus?” imbuhnya , istrinya hanya mengangguk i pertanyaannya , dia mengambilkan air yang ada di meja untuk istrinya dan membantu istrinya duduk
“ terima kasih” ucap vivi setelah meminum air pemberian suaminya
“seharusnya aku yang berterima kasih” ucap dicky kemudian duduk di kursi yang ada di samping ranjang istrinya
Vivi masih belum paham dengan apa yang dikatakan suaminya “maksudnya?” tanya vivi bingung ,
__ADS_1
Dicky menyentuh perut istrinya “ terima kasih, karena kau mau menjadi ibu dari anak ku” ucap dicky sambil mengcup kening , mata dan bibir istrinya
“ maksud mu aku hamil” tanya vivi tak percaya , yang di angguk i oleh suamnya “ kamu tidak bercanda kan?” tanya vivi tak percaya ,
“ iya” ucap dicky sambil menyibak rambut istrinya
Vivi merasa sangat bahagia pasalnya saat ini dia benar benar sudah menjadi wanita yang sempurna , dia mengusap perutnya yang masih rata dan melihatnya dengan tatapan penuh kasih sayang , sedangkan suaminya sesekali mengecup keningnya,
Setelah istrinya siuman dicky meminta dokter untuk memeriksa kandungan istrinya , setelah menyelesaikan pemeriksaannya dokter mengatakan jika janinnya cukup kuat , dokter juga menyarankan untuk tidak begitu sering untuk melakukan hubungan badan , demi keselamatan janin yang ada di dalam perut istrinya .
saya ucapkan terima kasih untuk kakaa kakak yang selalu meluangkan waktu untuk membaca karya saya , jangan lupa tinggalkan bukti(like komen) jika anda sudah membaca hehhe
__ADS_1