Menikah Dengan CEO

Menikah Dengan CEO
Episode 28


__ADS_3

※Apartment


Brak , vivi menjatuhkan tubuhnya diatas ranjang , seulas senyum terukir dibibirnya karena merasa puas melihat siska seperti orang bodoh “ apa,an sih” seru vivi , saat suaminya mencipratkan air ke wajahnya.


“ biar gak kesambet” ucap dicky , “ sana cepet ganti baju, apa perlu aku bantu ganti” imbuhnya karna dirinya sudah mengganti pakaian. Kemudian dicky merebahkan tubuhnya di atas ranjang


“ iya iya” ucap vivi kemudian pergi ke ruang wardrobe


Beberapa saat kemudian vivi sudah selesai berganti pakaian , “ ternyata tampan juga kalau tidur” ucap vivi , saat melihat suaminya sudah tidur terlebih dulu . kemudian berjalan naik ke atas ranjang “ capek” serunya sambil memakaikan selimut pada suami dan juga dirinya.


Setelah mendengar dengkuran halus istrinya , dicky membuka matanya , dia duduk dan meraih laptop yang dia taruh di atas meja samping tempat tidur.


Sekitar jam 1 dini hari vivi membuka matanya karena dia merasa haus “ kamu belum tidur” ucapnya saat melihat suaminya bergelut dengan lap top nya


“ kenapa kamu bangun , kamu haus?” tanya dicku , karena dia tau jika tengah malam istrinya selalu ke dapur untuk minum , dia pernah membuntuti tanpa sepengetahuan istrinya


“ hemzz!”  kemudian beranjak dari ranjang


“ aku udah ambil air , tuh diatas meja” ucap dicky , yang melihat istrinya sedikit sempoyongan saat berjalan


“ kamu mau juga?” ucap vivi , kemudian berjalan kearah meja kecil uang berada di samping ranjang


“Tidak terima kasih?” sahut dicky , dia sudah mematikan lap top nya , karena pekerjaannya sudah selesai. “ sini!” ucap dicky menepuk tempat di sampingnya saat istrinya naik ke atas ranjang ,


Vivi pun merebahkan tubuhnya di tempat yang ditunjukkan oleh suaminya , mata vivi terpejam saat sebuah tangan melingkar di pinggangnya , hangat itu lah yang dia rasakan kali ini .



Beberapa hari pun berlalu begitu saja , setelah acara reuni , kini vivi dan dicky sudah bersiap untuk pergi ke kantor setelah menikmati sarapan mereka , hubungan keduanya semakin mendekat setelah vivi berusaha menerima pernikahannya dan sang suami, walau kadang masih ada pertengkaran antara kedua nya karena masalah sepele ,

__ADS_1


“ kenapa aku tidak pernah lihat tetangga kita , padahal aku sudah hampir 1 minggu disini!” ucap vivi saat dicky mengunci pintu apartment


“ mungkin mereka subuh subuh sudah berangkat kerja” sahutnya , siapa yang tahu jika dia sudah mengosongkan satu lantai apartment itu untuk dirinya dan sang istri. “ ya sudah ayoo” ajak dicky


※kantor


Suasana kantor masih sama seperti biasanya , tampak tenang apa lahi saat dicky datang mereka akan langsung bisu 1000 bahasa , dan memberi hormat padanya


Vivi kini berjalan masuk ke area kantor karena dia meminta untuk di turunkan ditempat yang tidak jauh dari kantor, + dia tidak mau kalau sampai ada yang melihat dia keluar dari mobil suaminya .


“ nyonya tunggu aku”


Vivi membulatkan mata saat mendengar ucapan anisa , dan mmenoleh kearah belakang , dia mendapati anisa terseyum ceria seperti sponsor pasta gigi “ apa apa kau, mau aku pecat” tegur vivi


“ jangan ngitu nyah kasian anak anak kucing di rumah kelaparan kalau aku dipecat” sahut anis , sambil menyamakan langkahnya dengan vivi , kemudian keduanya tertawa bersama sampai jadi pusat perhatian


“ terus apa hubungannya dengan aku?” tanya vivi karena dia tidak tahu info terkini , selama dia cuti


“ ada, karena tim kita yang akan mewakili perusahaan” ucap anis antusias


“ itu kan untuk pegawai tetep lah aku , masih magang” sahut anisa tanpa pikir panjang karena setahu dia  karyawan magang tidak akan langsung diterjunkan atau berhadapan dengan proyek besar , mereka hanya akan membantu dibalik layar


“ kau tahu kan bosnya siapa?” ucap anisa sambil melihat dicky yang baru keluat dari lift


“ kamu ada benarnya” sahut vivi setelah melihat suaminya , yang berjalan kearahnya tepatnya arah pintu keluar “ kutu kupret bisa bisanya dia bersikap cuek seolah gak kenal” ucap vivi kesal karena suaminya melewatinya begitu saja.


“ jangan kenceng kenceng entar ada yang dengar , udah ayoo masuk” ajak anis , agar temannya tidak menjadi perhatian karyawan lain.


※cafe

__ADS_1


vivi sudah selesai memesan makan siang untuk dirinya juga anis , dia sedang menunggu temannya yang tadi berpamit untuk menjalankan kewajiban . dia memejamkan matanya sambil menunggu anis datang ,


" boleh aku duduk disini?"


" enggak , temen aku bentar lagi nyampek , cari tempat lain aja" ucap vivi tanpa membuka matanya dalam keadaan menaruh kepalanya di atas meja


ehem"


"apaan sih nih orang" ucap vivi kemudian mengangkat kepalanya dan melihat siapa kini yang ada didepannya " kau , kenapa duduk disini?" ucap vivi


" kebiasaanmu sangat buruk , asal ada tempat kamu langsung tidur" sindir dicky yang kini duduk didepan istrinya , sedangkan  dimas berdiri disamping meja


" kau tahu suami ku itu sangat menyebalkan , dia tidak bisa membuatku tidur nyenyak setiap malam, jadi anda harus memaklumi keadaan saya" ucap vivi yang tak mau di salahkan


dimas menahan tawa mendegar ucapan vivi , sedangkan dicky mengerutkan keningnya " aku rasa aku akan memberi tahu suamimu agar dia berusaha lebih keras lagi agar kamu tidak bisa berdiri dari atas ranjang" goda dicky yang tak mau kalah dengan sang istri


vivi mendengus kesal mendengar ucapan vulgar suaminya " dasar tidak tahu malu" umpat vivi pelan sambil memalingkan wajah kesamping .


" pesan kan aku makanan" perintah dicky pada dimas, yang langsung dijawab anguk an kemudian berlalu pergi


Bersambung


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2