Menikah Dengan CEO

Menikah Dengan CEO
Episode 31


__ADS_3

Vivi sudah memejamkan matanya lebih tepatnya pura pura tidur karena dia tidak tau harus bersikap seperti apa pada suaminya , dia merasa bersalah karena menolak suaminya ,


Dicky merebahkan tubuhnya di atas ranjang , dia melihat istrinya sudah tertidur pulas , dia menyibak anak rambut istrinya yang menutupi wajah cantik wanita yang kini telah tertidur itu , disusul sebuah kecupan “ semoga mimpi indah” ucapnya dengan senyum yang mengembang dibibirnya,


Jantung vivi deg deg an saat suaminya menyentuh bagian wajahnya , dia berpikir yang tidak tidak namun semua berubah saat suaminya membisikkan kata selamat tidur , dia merasa tenang karena suaminya tidak memaksakan kehendaknya untuk melayaninya,


Setelah dicky mematikan lampu kamar vivi dengan sengaja memeluk tubuh suaminya , selama beberapa hari dia terbiasa tidur dalam pelukan suaminya , dan mendengarkan detak jantung pria dingin itu.


Dicky membalas pelukan istrinya “ aku akan memenangkan hati mu” gumam dicky dalam hati , sebenarnya dia mempunyai rumah yang tak kalah mewah dengan kediaman orang tuanya , karena dia sudah memperkirakan apa yang akan terjadi jika mereka tinggal dirumahnya , dengan 1000 alasan istrinya itu akan meminta untuk pisah ranjang , makanya dia berinisiatif untuk tinggal di apartemen yang hanya memiliki satu kamar.


※ pagi


Vivi sudah selesai membuat sarapan dan membuatkan secangkir kopi untuk suaminya “ kak cepet kesini, keburu dingin nasinya entar gak enak” teriak vivi dari ruang makan , dia menyiapkan nasi goreng untuk sarapan mereka , karena tadi malam ada sisa nasi yang cukup untuk mereka


“ iya bawel” sahut dicky yang masih mengenakan baju rumahan , berjalan ke arah ruang makan , masih mengeringkan rambutnya dengan handuk, “ kenapa mandangin aku baru nyadar aku cakep” ucap dicky , saat melihat istrinya melihatnya


“ PD gila” sahut vivi , dia memeng sempat terpesona akan ketampanan suaminya itu , “ udah cepat nanti keburu dingin” imbuhnya


“ apa salahnya cobak mengakui ketampananku” ucap dicky penuh percaya diri , kemudian duduk di kursi yang bersebrang dengan istrinya


“ kurasa aku akan memesan kaca nerukuran besar nanti” ucap vivi sambil menyuapkan nasi goreng kedalam mulutnya


“ untuk apa?” ucap dicky disela makannya


“ untukmu agar bisa sepuasnya melihat dirimu dicermin” ucap vivi kesal , pagi pagi sudah menghadapi orang narsis


Uhuk uhuk


Vivi memberikan segelas air pada suaminya , yang langsung diterima “ makanya kalau makan itu pelan pelan jangan kayak bocah” ucap vivi kemudian melanjutkan makannya

__ADS_1


Dicky menegak habis air yang diberikan istrinya ,



Vivi sejak tadi pagi berfikir untuk mengindurkan diri dari tim yang bekerja sama dengan perusahaan A dia tidak ingin bertemu dengan Eric , biar saja dia anggap tidak profesional oleh suaminya atau yang lain , karena keputusannya “ kak” ucapnya sambil melihay suaminya yanh sibuk menyetir mobil


“ apa?” sahutnya


“ aku mau keluar dari tim” ucapnya ragu


“ kenapa bukanya ini kesempatan buat mu agar suatu saat kamu terbiasa, apa alasanmu mau keluar?”tanya dicky


“ aku belum biasa aja dengan semua itu” ucap vivi , dia merasa bodoh bisa bisanya membuat alasan seperti itu .


“ kamu coba dulu aja” ucap dicky ,


“……”



“ kok kamu tahu”ucap vivi antusias , karena nasipnya dan lilis tak jauh beda sama sama dijodohin oleh keluarga


“ aku baru aja ketemu dia masih ada urusan dengan pihak HDR”ucap anis “bagaimana kalau nanti kita makan siang bareng di kantin, aku males jalan” imbuh anis dengan wajah memelas


“iya, ikut kamu aja”ucap vivi “ya sudah aku mau lanjutin kerjaan ku” imbuhnya


“ ok , bos”


※kantin

__ADS_1


 


 


Saat ini vivi sudah membawa pesanan makananya begitun dengan anisa dan juga lilis , mereka memilih untuk duduk di bangku paling pojok,


“ yang baru pulang dari bulan madu wajahnya berseri seri” sindir anisa


“ kamu akan terlihat sama denganku kalau sudah menikah” ucap lilis malu malu


“aku tasa perubahan mu beda banget sama sebelum kamu nikah maksudnya sebelum hari H , bukanua kamu dulu bilang gak suka sama colon suamimu” ucap vivi blak blakan tepat sasaran , kemudian menyantap makanannya


“iya awalnya si gitu tapi…” ucapan lilis terhenti begitu saja , sedangkan wajahnya merona seketika


“ tapi apaan jangan bikin penasaran dong”ucap anisa ingin tahu , begitupun dengan vivi


“sini aku bisikin”ucap lilis , kedua temannya itu langsung mendekatkan kepala mereka ingin mendengar penjelasannya “……”


“masak” ucap vivi spontan sambil menutup mulutnya tak percaya ,


sedangkan anisa melotot tak percaya dengan apa yang dia dengar


“ iya beneran , kalian tahu sendirikan aku sangat menolak perjodohan itu , pi setelah dijalani dan bersama degannya seakan ada perasaan yang melebihi rasa cinta  pas pacaran dulu” papar lilis panjang lebar


Vivi menelan ludah mendengar ucapan lilis “ masak iya perasaan bisa berubah kalau udah ngelakuin hal itu” gumamnya dalam hati.


“jangan bengong buruan makan nanti keburu dingin gak enak” tegur anisa


Bersambung

__ADS_1


terima kasih buat pembaca yang sabar untuk menunggu update terbaru , maaf gak bisa bales komen kalian


__ADS_2