Menikah Dengan CEO

Menikah Dengan CEO
Episode 58


__ADS_3

Sila membawa menantunya butik terlebih dulu untuk memilah gaun yang cocok untuk menantunya itu, vivi sempat terheran heran dengan kelakuan mertuanya itu , gak heran juga sih karena dia *** mertuanya itu hobi sekali belanja bahkan wanita paruh baya itu selalu mengajak dia untuk belanja di akhir pekan entah itu di luar negeri atau pun di dalam negeri  , jika vivi menolak ajakannya wanita itu akan membelikannya barang barang mewah seperti perhiasan atau yang lainnya,


“ma kayaknya ini aja” seru vivi saat mertuanya itu memilih beberapa gaun untuknya


“ sebentar” ujar sila sambil melihat dua gaun yang ada di tangganya , memilih yang cocok dengan tubuh menantunya “ sepertinya harus beli dua duanya” ujar sila karena dia berpikir jika menantunya itu cocok untuk menggunakan dua gaun yang  dia pegang,


Vivi hanya bernafas panjang menerima keputusan mertuanya itu “ ya sudah ayo ke salon nanti keburu sore ” ajak vivi , walau sebenarnya salon yang akan mereka datangi ada di sebelah butik tersebut


“ iya benar , waktunya mepet , sebenarnya aku masih ingin belanja” ujarnya dengan wajah sedih yang di buat buat,  kemudian dia membayar gaun yang dia pilih untuk menantunya itu ,


※ restoran


Vivi di salon hanya membutuhkan waktu kurang lebih satu jam , kini mereka sudah ada di restoran tempat teman teman mertuanya itu ngumpul ,


Vivi meminum jus yang dia pesan dengan wajah masam toh tidak ada yang memperhatikan karena teman teman sila belum ada yang datang “ bisa bisanya ku di jadikan pameran” gumam vivi dalam hati  sambil melirik mertuanya yang melakukan hal yang sama dengannya

__ADS_1


“ dasar mereka bisa bisanya telat” ujar sila sedikit kesal karena mereka sudah duduk selama 20 menit , “ vi kalau udah lapar pesen makan aja dulu pilih yang paling mahal, sambil nunggu mereka” ucap sila seulas senyum jail terpampang di wajahnya yang cantik ,


Vivi pun memesan makanan karena dia memang sudah lapar , selang beberapa menit teman sila datang dan pesanan makanan vivi pun sudah tertata rapi di meja


“ siapa dia jeng?” tanya sarla yang baru saja datang dan menyalami sila , dia membawa gadis cantik bersamanya ,


“ dia menantu aku” ucap sila , vivi pun berdiri dan menyalami sarla dan juga anaknya.


“  jeng jangan bercanda deh” ucap sarla yang tak mau menerima apa yang dikatakan oleh orang yang menurutnya akan menjadi besannya itu “ maksud kamu calon menantu kan” imbuhnya sambil milir vivi dengan tatapan tak suka


“ ini erica masak jeng udah lupa” ucap sarla “ dia baru lupang dari London setelah menyelesaikan studinya di sana” ucap sarla dengan penuh bangga.


“ohh ecira , aku gak nyangka dia udah besar dan jadi gadis cantik” puji sila ,


Erica hanya tersenyum mendengar pujian sila , beberapa teman sila datang , sila memperkenalkan vivi sebagai menantunya pada beberapa teman yang datang ,

__ADS_1


Vivi diam saja saat sarla  menyanjung putrinya dengan gelar yang diperoleh , dengan jelas juga sarla tanpa malunya mengusulkan erica menjadi pasangan dicky ,  karena menurutnya putrinya sangat cocok dengan dicky yang di gelimangi dengan harta, mereka yang ada disana menatap tak suka dengan sarla karena mereka juga tahu kalau sebelumnya sarla merebut suami orang, sebenarnya mereka juga tak menyangka wanita rubah itu akan datang ,   sila hendak memaki orang yang ada di hadapannya itu hanya saja vivi terlebih dulu memegang tangannya agar tidak melakukannya


“ ohh  apa pekerjaan vivi” tanya sarla dia berniat menjatuhkan martabat vivi di hadapan orang yang datang , karena dia yakin wanita yang ada di hadapannya ini hanya wanita yang menumpang hidup dengan apa yang di miliki dicky . apa lagi melihat gaya pakaian vivi dari ujung rambut sampai kaki mengenakan barang mewah .


“ aku bekerja dia perusahaan AH sebelumnya hanya saja suamiku meminta agar aku untuk berhenti bekerja , toh dia sanggup menghidupiku walau aku Cuma duduk diam di rumah tanpa harus melakukan apa pun” jawab vivi dengan senyum yang mengembang penuh kemenangan.


Tak terima dengan apa yang dikatakan vivi erica langsung menjawab dengan perkataan yang halus namun menusuk , erica sendiri selama di london sangat suka berfoya foya , mengingat dicky adalah sumber uang yang tak kan habis habis tentu nya dia akan berusaha mendapatkan dicky “ bukankah kesannya anda hanya numpang hidup” ucap erica sambil menatap vivi dengan tajam


Tentu saja ucapan erica membuat vivi terkekeh membuat mereka ( teman sila )  menoleh ke arahnya “ benar sekali , gaya hidupku yang seperti ini mana mungkin aku menikah dengan orang biasa saja” ucapnya , membuat para mata yang melihatnya tercengang “ bukan kah begitu mami , apa mami keberatan aku menumpang hidup pada putra mami” imbuh vivi sambil melihat kearah sila , dengan senyum yang tersungging di wajah cantiknya


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2