Menikah Dengan CEO

Menikah Dengan CEO
Episode 76


__ADS_3

Setelah perdebatan kecil antara vivi dan asistennya ( yun jha ) sampai sampai para ART yanh bekerja di sana dibuat binggung oleh mereka berdua , karena mereka bicara pakai bahasa Korea.


“jadi apa rencana mu?” tanya vivi , setelah cukup lama mereka beradu argumen, sambil meneguk segelas air yang ada di meja


“ aku berencana membuka cabang di kota ini , kita akan membuat barang yang sesuai dengan kebutuhan orang Indonesia” ucap yun jha ,


Vivi diam  saat mendengar ucapan yun jha “ tau begini aku gak kuliahkan dia , melihat peluang yang cukup bagus , dia akan langsung bertindak, tapi tidak ada salahnya membuka usaha pribadi disini , dari pada aku hanya duduk diam tidak punya kerjaan” gumam vivi dalam hati “ baik lah, aku setuju” ucap vivi


“ bilang iya dari tadi kenapa” ucap yun jha kesal , untung nya yun jha tergolong orang yang sabar saat menghadapi modelnya itu , saat mau melakukan sesuatu seperti membuka usaha vivi tergolong orang yang harus di yakinkan terlebih dahulu dengan cara berdebat.


“ karena argumennya cukup panjang aku ingin makan” ucap vivi, sengaja mengalihkan pembicaraan ,

__ADS_1


“baik lah , aku akan memesan makanan terlebih dahulu” ucap yun jha , karena dia sendiri sudah merasa lapar


“bagaimana kalau KFC aku sudah lama sekali tidak makan ayam” saran vivi sambil memperlihatkan wajah memelas


“ baiklah kali ini saja” ujar yun jha , kemudian memesan makanan tersebut di salah satu aplikasi yang ada di ponselnya


“ ku rasa walau sering tidak masalah toh sekarang aku tidak perlu memperlihatkan bentuk tubuhku yang sexy di depan kamera” seru vivi , sambil membuka buka majalah yang ada di meja


Vivi baru ingat kalau saat ini erica bekerja di perusahaan suaminya saat mendengar kata kata yang di ucapkan asistennya itu “kadang kau menyebalkan , tapi kau ada benarnya juga , aku rasa aku harus memberi tunjangan tahunan dua kali lipat untuk mu” ucap vivi ,


“ itu masih malam , aku rasa beri tunjangan tahunan ku bulan ini saja” ucap yun jha sambil tertawa

__ADS_1


“dasar” seru vivi , mereka kembali merencanakan pembukaan butik sambil menunggu makanan mereka sampai


※※※


Dicky baru saja keluar dari ruang rapat yang di temani pengacaranya dan  Dimas , dan dua Bodyguard, mereka mengadakan rapat di salah satu  gedung perusahaan A.H , rapat mengenai pembangunan hotel di kota K . banyak para investor dan  pemegang saham yang menghadiri rapat itu. Di gedung yang sama beberapa perusahaan konstruksi yang menginginkan kerja sama dengan perusahaan A.H melakukan rapat , mereka mengajukan proposal terbaik mereka  untuk mendapatkan tender tersebut.


※ ruangan Dicky


Dicky membaca laporan yang di berikan oleh ketua hacker perusahaannya , yang mencantumkan beberapa nama orang yang berada di belakang penyelewengan uang perusahaannya itu “ aku pikir kita harus menendang mereka saat rapat saham” ucap dicky , dalam satu tahun dicky menyelenggarakan rapat pemegangan saham agar dia tahu siapa saja orang yang mempunyai saham di perusahaannya , namun walau Dicky sudah menerapkan hal itu masih ada pemegang saham yang menyembunyikan identitas aslinya , bahkan tidak pernah mengikuti rapat sekalipun.


“ sampai saat ini saham yang di miliki tuan Y sudah 12% , ku rasa kita harus menyelidiki siapa sebenarnya dia” ucap Dimas , sambil membaca dokumen yang ada di tangannya

__ADS_1


“kau tahu sendiri kita tidak punya kuasa dalam hal itu , karena dari perusahaan sudah memblokir keterangan orang tersebut , bahkan dia sendiri sudah mempunyai saham tersebut di awal pembangunan perusahaan ini” ucap dicky “ aku rasa dia sengaja menyembunyikan identitasnya demi keamanan keluarganya” imbuh dicky. Dengan kemajuan perusahaan A.H , 12% saham tersebut sudah bisa membeli pulau pribadi dan juga jet pribadi.


__ADS_2