Menikah Dengan CEO

Menikah Dengan CEO
Episode 41


__ADS_3

Setelah selesai mandi dicky kini membangunkan istrinya , yang masih tertidur pulas dibalik selimut ,


“ sayang bangun” ucap dicky sambil menarik selimut yang menutupi tubuh istrinya “ astaga” gumamnya dia lupa jika istrinya tidak mengenakan sehelai benang pun, kemudian dia menutup kembali dengan selimut agar dia tidak menerkam tubuh istrinya lagi ,  kemudian mengguncang bahu istrinya agar terbangun , “ sayang bangun , kau mau aku mandikan seperti kemarin” bisik dicky


Vivi membuka matanya lebar lebar mendengar ucapan suaminya , “ pagi” sapanya “ aku capek banget” imbuhnya mau memejamkan mata lagi


“ biar ku bantu” ucap dicky sambil mendaratkan kecupan pada kening istrinya ,


Vivi mengalungkan tangannya pada leher suaminya sedangkan matanya masih terpejam  , dia tahu suaminya itu akan membantunya masuk kamar mandi “ kenapa kok gak digendong gendong” celoteh vivi


Dicky dari tapi memandangi wajah istrinya yang terlihat cantik walau tanpa olesan make up , dia tersenyum mendengar ucapan istrinya “ ohh sini  big baby aku mau mandi” goda dicky kemudian mengangkat tubuh istrinya yang tertutup selimut , sekilas senyum mengembang di bibir vivi , dia bahagia dengan menerima perlakuan suaminya walau kadang nyebelin


※ ruang makan


Saat ini vivi dan kedua orang tuanya begitu pun andik sedang menikmati sarapannya , dicky sudah pergi ke bandara jam 6 tadi ,


“ vivi kapan kamu akan ikut program hamil” tanya ira sambil mengunyah makanannya


Vivi terbatuk batuk mendengar pertanyaan ibunya \, kemudian dia menegak habis air yang diberikan adiknya “ sial bisa bisanya aku gak minum obat pengaman” gumam vivi dalam hati \, dia baru sadar kebodohannya \, selama dia bersentuhan dia tidak menggunakan obat kontrasepsi apapun \, begitupun suaminya tidak menggunakan k****m sama sekali \, vivi menelan ludah mengingat hal itu “ masih belum ke pikiran ma” sahut vivi cuek \, padahal hatinya gelisah


“ apa pun keputusanmu bapak akan dukung , asal kamu bahagia” ucap Yusman menengahi kedua wanita yang sama sama berarti dalam hidupnya itu , karena dia yakin jika istrinya itu akan memaksa putri sulung nya untuk segera memiliki momongan


Vivi mengacungkan kedua jempolnya pada ayahnya , dia menerima senyuman dari sang ayah serta menggelengkan kepala melihat tingkah anak nya


“ bapak selalu belaian vivi” sahut ira kesal “ aku mau tanya kami vi , apa kamu sudah jujur sama suami mu masalah pekerjaan mu sebelumnya?” ucap ara menatap lekat wajah putrinya , hening seketika

__ADS_1


“ aku sudah mau ngomong jujur sama dia , yang ada aku di ketawain” ucap vivi sambil memakan sarapannya


Ira mengambil nafas panjang saat mendengar jawaban putrinya “ ya sudah biar ibuk atau bapak yang bicara sama dia , dari pada tau dari orang lain!” ucapnya “ bagai mana dia mau percaya” ejek ira


“ alah , bukannya mama sendiri yang bilang gak boleh terlalu mencolok , sedangkan anaknya dandan ala kadar malah diejek ”  celetu vivi “ ya sudah aku sudah kesiangan yang mau ke kantor” ucap vivi , setelah berpamitan vivi menyalami kedua orang tuanya kemudian beranjak pergi .


※kantor


Vivi mengerjakan tugasnya lebih cepat dari biasanya , setelah menyelesaikan pekerjaannya dan meneliti ulang dia memberikan hasil kerjanya pada atasannya ( ketua tim)


Selang beberapa saat jam istirahat dimulai “ capek banget” seru vivi sambil merenggangkan tubuhnya


“ kayak habis lari maraton aja kamu” ucap anisa “ ayo , ke musholah trus makan siang diluar” imbuh anisa


Vivi mengiyakan ajakan anisa , setelah itu mereka beranjak keluar dari ruang kerjanya ,


“ ohh ya , kemana pak bos kok tadi aku gak lihat sama sekali” ucap anisa , disela sela menikmati makanannya


“ dia ke London , tadi pagi” ucap vivi sambil memakan salad pesanannya


Anisa mengangguk paham , “ kamu kenyang apa Cuma makan gituan” ucap anisa sambil melirik salad yang ada di depan temannya  , karena setau dia temannya akan memesan makanan berat seperti spageti , stek sapi dan lain lain.


“ kenyang kok , oh iya sabtu kemaren kok tumben tumbennya kamu pulang ke rumah ortu?” tanya vivi penasaran , karena setahu dia anisa hanya akan pulang pas lebaran atau hari besar lainnya apa lagi rumah orang tua anisa di luar kota


Anisa menelan ludah mendengar pertanyaan temannya itu “ aku udah tunangan sama mas reza” ucap anisa malu malu , wajahnya bersemu merah , dia memperlihatkan cincin yang melingkar di jari manisnya pada temannya itu

__ADS_1


“ so sweet akhirnya yang di tunggu tungu” goda vivi , vivi tahu anisa dan reza sudah berpacaran cukup lama , hubungan mereka tadinya terkendala oleh restu orang tua .


“ apaan sih , udah ayo  makan” sahut anisa , kedua sahabat itu menghabiskan makan siangnya dengan obrolan ringan , sesekali vivi  menggoda sahabatnya itu . setelah itu mereka kembali ke kantor .


Setelah pulang dari kantor vivi menerima pesan dari yun jha , asistennya itu sudah mengatakan kalau saat ini dia sudah ada di indonesia . mereka memutuskan untuk bertemu di hotel tempat yun jha menginap.


 


 


Terima kasih sudah mau meluangkan waktu untuk membaca karya saya ,  saya selalu membaca setiap komen kakak kakak .  jangan lupa like yaa  ,sehat selalu


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2