
Keadaan perusahaan tadi pagi cukup gaduh hampir semua pegawai membicarakan tentang Dicky , mereka tak menyangka jika bosnya itu bermain wanita saat istrinya sedang hamil , sebagian mereka tidak percaya dengan isu tersebut , setelah dimas mengatakan jika ada yang bergosip tentang masalah ini mereka ada di keluarkan dari perusahaan , semua dia setelah mendengar ancaman itu mereka kembali bekerja seperti biasa seolah tak ada hal yang terjadi.
Semual bahan untuk rapat darurat sudah di siapkan oleh pengacara Dicky , hanya beberapa orang yang berada di ruangan rapat , bahkan tidak sampai 20 orang yang datang di karena banyak diantara mereka yang berada di luar kota , hal tersebut membuat Dicky mempunyai kesempatan untuk mengungkap dalang dari masalah ini,
“ jika terus terusan dibiarkan saham perusahaan akan semakin turun , dan para investor akan menarik dana mereka” ucap haris dengan percaya diri , setelah mendengar ucapan dicky jika rapa akan di tunda 2 hari lagi , beberapa orang yang yang ada di ruangan itu mulai berunding , sedangkan haris dan heru tersenyum licik melihat kejadian itu.
“ apa kalian meragukan kepemimpinanku selama ini” ucap Dicky penuh intimidasi , karena semua pencapaian selama ini semakin melesat setelah dia menjadi CEO perusahaan A.H “ saya tidak memungkiri atas kelalaian saya yang membuat pihak yang tidak menyukai saya mengambil keuntungan dari hal tersebut, semua akan berjalan sesuai jadwal , kita akan melakukan pemilihan CEO dalam pemilihan tersebut , saya akan membuat kesempatan untuk kalian memilih” ucap Dicky setelah mengucapkan kalimat itu Dicky keluar dari ruang rapat.
“ bisa bisanya dia berlagak sombong” ucap haris lirih ,setelah ini dia akan menghubungi para pemilik saham , dia akan meyakinkan mereka untuk memilih dirinya dalam pilihan tersebut , dengan dukungan hermawan akan ada banyak pemegang saham yang berpihak padanya .
Suasana ruang rapat ramai setelah dicky keluar , sebagian dari mereka menyangka jika dicky akan memberikan kesempatan emas seperti ini , namun sebagian dari mereka mengerti jika hal ini adalah sebuah jebakan untuk para orang serakah .
※ kediaman orang tua dicky
Setelah melakukan rapat yang cukup melelahkan kini Dicky sudah berada di rumah kedua orang tuanya untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi ,
“ jadi apa yang sebenarnya terjadi” ucap sila langsung pada inti pembicaraan ,saat dicky baru saja duduk di sofa.
“semua itu hoax , ok”ucap dicky dicky mulai menceritakan satu persatu kejadian yang sebenarnya “ mana aku tahu kalau dia hanya pura pura mabuk” imbuh dicky
“ jadi istrimu juga sudah mengetahui kejadian itu sebelumnya” ucap sila penuh syukur , begitu pun dengan ira sebelumnya dia sudah berburuk sangka pada menantunya.
__ADS_1
“ kenapa kamu mengirim vivi ke villa pak Herlambang” ucap ira khawatir pada putrinya
“ untuk beberapa hari ke depan ada banyak hal yang harus ku lakukan, akan lebih baik jika dia tinggal di tempat kakek” ucap dicky , mengingat tingkat keamanan villa itu sangat bagus. Dengan pengawal yang mempunyai kemampuan “ memang benar jika vivi sudah mengetahui hal itu sejak awal hanya saja dia belum tau apa yang sebenarnya terjadi saat ini” gumam dicky dalam hati
“ ku harap kau segera menyelesaikan kekacauan ini” ucap bagas , mengingat saham perusahaan mulai menurun karena masalah kali ini ,
“ aku sudah menghubungi alex dia akan membantumu untuk menyelesaikan masalah ini” ucap Yusman , “ku rasa nanti dia akan menghubungimu” imbuhnya
“ aku mengerti” ucap dicky , “ aku pergi dulu , masih banyak hal yang harus ku lakukan” ucap Dicky kemudian berjalan pergi keluar dari kediaman orang tuannya
“ kalau begitu kita juga pamit pulang, terima kasih untuk jamuannya” ucap ira , dia baru ingat kalau andik sudah waktunya pulang sekolah , dan tak ada seorang pun di rumahnya
“ kenapa terburu buru , jeng ira kan jarang jarang datang kesini” ucap sila saat ira dan yusman berdiri ,
“ lain kali aku akan ke sana” sahut sila , kedua wanita itu sibuk berbincang bincang
“ besok aku akan ke tempatmu ”ucap bagas pada yusman saat mereka bersalaman
“ baik , aku tunggu” ucap Yusman ramah , setelah itu ira dan Yusman pulang ke rumah mereka .
※※※
__ADS_1
Saat ini alex berada di ruang tunggu kantor dicky karena dia belum membuat janji sebelum kesini , keadaan kantor sibuk seperti biasa , ada beberapa karyawan yang melihat dengan tatapan kagum pada alex , dia hanya tersenyum ramah pada karyawan wanita yang menatapnya , selang beberapa menit dicky masuk ke dalam kantor dia berjalan menuju lift khusus untuknya , tiba tiba saja ada seseorang yang menghadiahinya kepalan tangan pada wajahnya , “ apa apa an kau”ucap dicky sambil memegang dagunya ada sedikit darah sedar yang mengalir di bibirnya ,
Sontak saja para karyawan kaget , ada diantara mereka yang memanggil keamanan ,
“ memberimu pelajaran” ucap alex tanpa rasa bersalah ,dia tak peduli dengan beberapa orang yang melihatnya ,
“ kau ada ada saja” ucap dicky ,
tiba tiba saja bagian keamanan datang untuk menangkap alex “ maaf pak kejadian ini tidak akan terulang lagi , kami akan membawa pria ini ke kantor” ucap salah satu pria yang bertugas menjadi keamanan di kantor itu
“ tidak perlu ,kalian semua bubar” ucap dicky saat petugas keamanan itu hendak memborgol tangan alex , “kau ikut dengan ku” ucap dicky menatap pada alex , kemudian masuk ke dalam lift , tanpa basa basi alex masuk ke dalam lift seulas senyum mengembang di bibirnya saat pintu lift tertutup , sedangkan petugas keamanan dan beberapa karyawan yang ada di tempat itu bingung dengan situasi yang terjadi .
Situasi di ruangan dicky , dicky sudah membersihkan luka di bagian bibirnya , sedangkan alex duduk di sofa dengan santai seolah oleh ruangan itu miliknya sendiri , “ ini semua data lengkap tentang hermawan , kita membutuhkan umpan sekaligus jaring yang besar untuk menangkap mangsa berharga seperti dia” ucap alex menaruh cip berukuran kecil di atas meja
Mohon bantuannya untuk like komen dan vote , biar saya semangat nulisnya di tengah tengah kesibukan saya , terima kasih sudah mau membaca novel ini🙏🙏🙏
__ADS_1