
Dicky membaca dokumen dari perusahaan yang memenangkan tender yang dia selenggarakan , setelah membaca dengan cermat dokumen dokumen tersebut , kemudian dia membuka email dari investor asing yang ingin bekerja sama dengannya, tentunya dengan murah hati Dicky membuka peluang untuk mereka.
Beberapa kali Dicky meminta Dimas untuk ke ruangannya , sekalian meminta ketua departemen desain untuk menyetorkan desain vila yang akan mereka kerjakan dan akan di pasarkan di pertengahan tahun mendatang ,
Usai dimas dan ketua departemen desain keluar dari kantor dicky , seorang pria masuk ke dalam tersebut “ kau masih saja sama , sibuk dengan kertas kertas itu” ucap pria bernama rian , rian adalah salah satu teman dicky sekaligus hacker di perusahaan A.H dia baru saja datang dari London .
Dicky melihat rian “ bagai mana dengan data yang ku inginkan apa sudah ada di tangan mu ” tanya Dicky kemudian menyusul rian yang duduk di sofa ruangannya
“ aku baru sampai , belum makan sama sekali , setidaknya tawari aku kopi kek” sindir rian , mereka sudah lama berteman dari bangku kuliah .
“kau banyak mau nya” ucap dicky , kemudian menghubungi Dimas .
Beberapa saat kemudian makanan yang dipesan oleh Dimas sudah ludes dalam hitungan detik ,
“aku heran orang kaya kok bisanya makan makanan yang murah , kadang aku berpikir kau ini hanya menang penampilan” sidir dicky dengan senyum mencibir
“ kau tak mengerti makna rasa , entah itu mahal murah asal cocok di lidah tidak masalah” ujar rian , saat rian kembali Indonesia dia akan menyempatkan waktu untuk menikmati penyet lele dan ayam yang ada di kantin perusahaan Dicky , sekalian dia mengerjai Dicky untuk membelikan makanan untuknya, walau pada akhirnya Dimas yang turun tangan “ini berkas yang kau mau”ucap rian sambil memaruh flash disk di meja
“ ku rasa THR mu tidak akan keluar tahun ini” ujar dicky kesal , bisa bisanya dia di bodohi oleh karyawannya itu , kemudian kembali ke meja kerjanya
“ ok tidak usah bercanda lagi , kurasa kau akan terkejut saat membaca nama nama orang yang berada di balik semua itu ( para koruptor) “ ucap rian “ pekerjaanku sudah selesai , aku akan pergi” ucapnya kemudian berjalan pergi tanpa persetujuan dari dicky
__ADS_1
Dicky tidak mempedulikan rian dia fokus membaca file yang di berikan oleh temannya itu “ dugaanku tidak salah” ucap dicky , dicky menghubungi Dimas menyuruh Dimas dan rian ke ruangannya , tak butuh waktu lama merka sudah berada di ruangannya.
※※※
Siang ini vivi ke kantor dia ingin makan siang dengan anisa , karena sudah lama mereka tidak menghabiskan waktu bersama
Suasana kantin seperti biasa ramai , vivi dan anisa sudah duduk di salah satu meja yang ada di sana ,
“ aku pikir kau sudah tidak ingat dengan ku” ucap anisa sambil memakan nasi goreng yang dia pesan
“ baru juga minggu kemarin aku kesini” ucap vivi “bagai mana kalau minggu depan kita keluar” ajak vivi
“ aku baru ingat anak anak ngajak kita ngumpul minggu ini , aku baru mau memberi tahu mu ” ucap anisa
“aku pikir kau akan menolak” sahut anisa “eh kamu ingat wanita yang ada di video yang aku kirim sama kamu” ucap anosa sambil berbisik
“iya kenapa” tanya vivi sambil menikmati makanannya
“dia ngelihat kearah kita dari tadi”ucap anisa yang tidak sengaja melihat erica
“ biarin saja, nanti kalau sudah capek bakalan berhenti” ucap vivi santai ,
__ADS_1
“ memangnya kamu kenal dia” tanya anisa penasaran
“ pernah ketemu satu kali pas diajak mertua arisan , sepertinya dia tidak suka sama aku” ucap vivi setelah meminum es teh
“ jangan jangan , dia cemburu sama kamu” ucap anisa kemudian terkekeh sendiri
Vivi hanya menggeleng mendengar ucapan sahabatnya itu , beberapa saat kemudian Dicky , Dimas dan rian , mendatangi mereka sekalian makan siang , tentu saja pemandangan itu membuat erica semakin ingin menghancurkan hubungan vivi dan suaminya
※※※※♡♡♡♡
Kakak kakak mohon bantu vote siapa tau novel ku bisa masuk 20 besar , dukungan kalian menentukan kelanjutan novel ini dukungan kalian sangat berarti untuk ku .
Terimakasih
__ADS_1