Menikah Dengan CEO

Menikah Dengan CEO
BAB 6 : ~ Psikiater ~


__ADS_3


"Eeh? k..kemana??" Yui sangat terkejut mendengar jawaban Xibai. kenapa dia tiba-tiba mengajaknya tanpa memberitahu apapun. "Gausah banyak tanya! ikut aja kenapa sih!" Ucap Xibai sangat sinis. "kalian berencana kencan?" Ucap mama sumringah bahagia menebak nebak Yui dan Xibai akan kemana, dan akhirnya hubungan mereka sudah berkembang."Ma, aku nggak akan kencan dengan gadis bodoh seperti dia" Ucap Xibai sambil meletakan alat makanya dengan keras. "Jangan kasar begitu xibai, Yui ini istrimu." Mama menegurnya pelan. "Aku tidak peduli" Ucap Xibai singkat. "Yui, mama mohon, jangan dimaksukkan kedalam hati ya perkataan Xibai.. Yui" Ucap tutur mamanya pada Yui. Yui pun mengangguk pelan.


"Yaudah ayo cepat pergi! tidak usah banyak bicara, sialan" Ucap Xibai yang beranjak pergi begitu saja tanpa pamit. "Astagaa anak itu" papa pun angkat bicara mengeluh kelakuan anak tunggalnya. "Uhm kalau gitu aku pergi dulu ya ma, pa" Yui berusaha mengejar langkah Xibai yang begitu cepat. Didalam mobil dia masih kebingungan, tak tau apa maksud Xibai yang tiba-tiba saja membawanya pergi. "Bai, sebenarnya kita mau kemana?" Ucap Yui yang memberanikan diri bertanya pada suaminya yang kejam itu. "Ngga usah banyak tanya bisaa ngga?" xibai menjawab dengan melirik sinis.


Aku sebenernya mau dibawa kemana sih sama bos gila inii!


Setelah sampai ditempat tujuan, Xibai membanting pintu mobil dengan kasar. Benar-benar kasar banget sih bos gila yang tak ada otak itu, bisa-bisanya dia berhenti di depan klinik psikiater dengan amat sangat kasar, bikin jantungan. "Udah sampe, turun! mau aku bukain? berasa tuan putri ya?!!" Celetuk Xibai kesal, tak tahu mengapa ia sangat kesal melihat kebodohan Yui dan apa yang dilakukan wanita ini, membuatnya kesal. "Astaga, iyaa ini aku udah mau turun kokk, sabarrr kenapa sih" Ucap Yui, menjawab perkataan Xibai yang sinis. "Lagian, ini dimana Bai?!" Yui kebingungan, kenapa dibawa kesini. "Masuk aja, nggausah protes!" Ucap Xibai mendengus dengan kesal. Yui melihat tulisan di pintu klinik.


Psikiater Lin An?


Mereka memasuki klinik tersebut, lalu disambut dengan perempuan sebaya dengan xibai, perempuan yang amat cantik. "Selamat datang Tuan He" doktor psikiater cantik itu menyapa Xibai dengan akrab.


Lin An melihat ke arah wanita yang lebih pendek darinya disebelah temanya itu, Xibai. "Kyaaa imutt sekali, apakah dia istrimu yang dari keluarga shen itu?" Ucap Lin An sambil memeluk Yui karna sangat menggemaskan. "Ya" Ucap Xibai menjawab dengan singkat.


"haha wanitamu ini benar-benar sangat imut Tuan He, aku sangat suka wanita imut" Lin An memegang megangi wajah yui yang menggemaskan. "A..ah terima kasih dok" Yui tersenyum, sangat canggung.

__ADS_1


"Tidak usah memanggilku dengan sebutan 'dok' karna aku juga teman He Xibai juga kok, panggil saja aku kak Lin, oke?" Ucap Lin An. "B..baik kak Lin" Yui menunduk dan tersenyum malu.


"Ohiya, kenapa kalian kemari? Xibai, apakah obatmu habis?" Ucap Lin An. "Periksa saja dia" Xibai menunjuk ke arah Yui, lalu dia duduk sofa ruangan Lin An dengan angkuh. Yui terkejut, kenapa mesti dirinya diperiksa? Apakah semalam dia benar-benar melakukan hal yang aneh? Yui kehilangan ingatan tentang malam kemarin.


"Ckckck anak itu, sama sekali tidak berubah hftt" Ucap


Lin An memandang Xibai dengan malas. "Nahh, ayo sekarang kita girl's talk ya^^" Ucap Lin An tak sabar mengobrol dengan wanita menggemaskan macam Yui. "Yuh senangnya ketemu sama kelinci imut^^"


"nah, ayo sini sini, duduk sini" Ucap Lin An.


Yui masih kebingungan dengan tindakan Xibai. "S..sebentar kak Lin, aku mau bicara dulu pada Xibai" Ucap Yui untuk menghentikan pemeriksaan. "Baiklah, aku akan menunggumu disini" Ucap Lin An sambil tersenyum ramah. Yui berjalan ke arah Xibai yang sedang membaca majalah dengan santai seprti tak ada dosa, lalu dia duduk disebelah suaminya yang sombong itu. "Bai, jelaskan ini" Ucap Yui yang meminta penjelasan tentan ini semua. "Apa?" Xibai tak menghiarukan yui, masih sibuk dengan majalahnya yang ia baca dengan serius.


"J..jawab!!" Yui membentak pelan, namun terasa sekali ia menekankan nada tegas terdengar keras. "Ya, kau mengacak-ngacak kamarku, menangis ketakutan, gemetar, badanmu merinding, kau tidur tapi seolah olah kau bangun dan mengigau tak karuan" Ucap Xibai menjawab dengan dingin. Dia menatap wajah Yui yang kaget, Yui perlahan meneteskan air mata. "A..ahh.." yui memegang kepalanya seperti kesakitan, badannya mulai gemetar dan merinding ketakutan.


N..ngga, ngga boleh kambuh!! aku ngga sakit! jangan kambuh pliss kumohon, aku ingin terlihat kuat didepan iblis ini!!! kumohon!


Tetapi matanya tetap mengeluarkan air mata terus menerus yang tak ingin berhenti, dia mulai berteriak-teriak. Xibai yang melihat itu benar-benar panik. "Kau kenapa?!" Xibai berusaha memegang bahu Yui, tapi Yui menghindarinya dengan ketakutan. "J..jangannn, aahh!! a..ayahh!! jangan pukul!!" Ucap Yui,

__ADS_1


bibirnya menggiggil, terus menangis dan menjatuhkan diri ke lantai.


*BRUK*


"Lin An!!" Teriak Xibai panik, dia tak tau apa yang harus dilakukanya. "A..astaga, kenapa dia?" Lin An berlari panik ke arah sofa tamu. "N..nightmare disorder" Ucap Xibai, dia tertegun melihat keadaan istrinya yang begitu parah tak terkendalikan. "Apa? Yui mempunyai gangguan semacam itu?" Ucap Lin An seakan tak percaya. Xibai hanya mengangguk, pandangan matanya terus menerus ke arah Yui. "Astaga, Yui ayo sadarlah, ini aku, kak Lin, ayo tenangkan dirimu, tarik nafas, lalu buang pelan-pelan" Ucap Lin An, berusaha menenangkan yui. "N..nggak, i,ibuu!! j,jangan!!!" Yui terus menangis dan meronta-ronta.


Tak bisa dibiarkan begini terus.


"Y..yui maaf" dokter Lin An menyuntikan obat penenang kepada Yui, agar dia tertidur sementara. Yui perlahan sudah mulai tenang,. dia pingsan dengan lemas. Xibai menggendongnya untuk ditidurkanya di sofa yang empuk, tak dilantai lagi. Wajah Xibai pucat pasi, masih sangat terkejut melihat sisi Yui yang seperti ini. Lin An memandangnya dengan cemas. "Bai" Ucap Lin An, "Ya?" Jawab Xibai termenung. "Kumohon jagalah istrimu, meski kau tak bisa melupakan Jin Xian tapi kalau sampai terkena gangguan mimpi buruk...." Lin An tak enak untuk meneruskan kalimatnya. "Jangan sebut nama wanita itu didepanku!" Ucap Xibai sambil mengerutkan dahinya. "....Baiklah" Lin An menurutinya, karna memang wanita itu telah membuat Xibai hilang arah.


"Tapi, kenapa sampai seperti ini? ini bahaya lo buat kesehatanya, terutama pada syaraf otaknya, dia bisa jadi sakit jiwa Bai" Ucap Lin An memperingati tentang gangguan yang dialami Yui. "Aku tak tau..." Jawab Xibai yang juga terheran, apakah ini semua karna keluarganya yang busuk itu? atau sama dengan dirinya? karna cinta masa lalu? "Kemarin malam, aku dengan sengaja membuang resep obat-obatnya, karna menurutku itu hanya alasan dia saja supaya dapat perhatian.." Ucap Xibai, dia sangat merasa bersalah.


"Tapi aku sama sekali ngga menyangka, itu berefek buruk padanya. Semalam dia tertidur dengan keadaan seperti ini" Ucap Xibai yang sepertinya begitu menyesali perbuatanya.


"Itu bahaya buat dia Bai, kalau dia sudah tenang, bawa dia kesini lagi, akan aku periksa, sementara itu ini aku berikan kepadamu" Lin An memberikan obat penenang dan resep sementara untuk diberikan pada Yui. Xibai menerimanya lalu menggendong Yui ke mobil, mereka menuju arah pulang. Ketika di pertengahan jalan, Yui tersadar. "Nghh" Yui menyipitkan matanya karna pusing.


__ADS_1


BERSAMBUNG.


Hidup tak selalu tentang cinta, sayang. Kerusakanku ini disebabkan oleh kecemburuanku terhadap keadaan yang sama sekali tak pernah adil terhadapku. Aku membenci semua orang yang terlihat bahagia, hanya karna aku tidak tahu bagaimana caranya agar bahagia seperti mereka.


__ADS_2