
Brak
Suara pintu dibanting ,Vivi melempar tasnya serampangan membuat isi dari tas itu berserakan di lantai , 2 kartu limited , kartu platinum serta smartphone dll. di dalam kamar Vivi menangis sesenggukan , bisa bisanya suaminya itu menuduhnya melakukan hal yang tidak-tidak , Vivi juga berpikir jika mantan kekasih suaminya itu sangat cantik, rasanya seperti ditusuk ribuan jarum bersamaan pada hati nya , perasaan kecewa , terintimidasi menjadi satu “ kenapa kau lakukan ini saat aku hamil anak kita , seharusnya aku menunda kehamilan ini jika tahu pada akhirnya akan seperti ini, dasar pria egois mencari alasan orang lain untuk menutupi kesalahannya” ucapnya lirih , dia meringkuk di pintu setelah mengunci pintu itu dari dalam , wanita berparas cantik itu tak menghiraukan tangannya yang terluka karena serpihan kaca yang melukai telapak tangan nya.
Terdengar suara gedoran pintu dari luar kamar , namun Vivi tak menghiraukan hal itu, wanita itu masih kalut dalam kesedihan.
Di luar kamar Dicky benar benar menyesali perbuatannya kali ini , niat hati dia ingin menunjukkan pada pemilik lukisan itu , jika wanita yang dia nikahi adalah wanita yang sangat beruntung di dunia ini , bisa membeli apapun yang di inginkan tak perlu memikirkan harga yang harus dibayar.
Dia memang sudah keterlaluan karena sudah mengabaikan istrinya selama beberapa hari ,apalagi ucapannya yang menuduh istrinya berbuat yang tidak-tidak, ya memang benar dia sempat memikirkan pemilik lukisan itu , mencari tahu tentang wanita itu kenapa bisa ada di negara ini lagi , apalagi tanpa sepengetahuan media gosip , secara walau bagaimanapun wanita itu adalah seorang model yang pernah menduduki peringkat pertama di negara ini , walau pada akhirnya namanya hilang begitu saja setelah kejadian itu.
Yang membuat nya bertanya tanya kenapa wanita itu merubah identitas dirinya , dan menjalani hidup seperti masyarakat biasa , Secara wanita itu telah menikah dengan pria yang tak kalah kaya dari dirinya , pria yang sempat membuat perusahaan nya mengalami kerugian yang sangat besar dan hampir saja mengalami kebangkrutan , karena merebutkan satu wanita yang pada akhirnya wanita itu lebih memilih meninggalkan nya .
Masalahnya bukan hanya itu, dari dulu pria berwajah blasteran Indonesia dan Eropa selalu ingin menghancurkan apa yang dia miliki , pria yang tak lain adalah Bryan.
( Apa hubungan Bryan dan Dicky????)
Dicky membuyarkan pikirannya yang kacau , dia teringat tangan istrinya yang terluka karena sepihan kaca , dia segera berjalan ke luar , pria bertubuh tinggi itu segera menuju jendela kamat yang untungnya tak terkunci dari dalam , dia menyelinap masuk ke dalam kamar seperti pencuri , dia melihat tas istrinya yang berserakan di lantai , matanya menatap tajam ke 2 kartu limited edition yang ada dilantai yang terukir nama istrinya.
Deg
__ADS_1
Perasaan bersalah karena tuduhannya yang tak mendasar , membuat pria itu merasa buruk , apalagi melihat kondisi istrinya yang meringkuk di pintu , masih menangis sesenggukan karena ulahnya sendiri , dan tangannya yang dilumuri darah segar yang mulai mengering.
Dalam tangisnya Vivi menyadari kehadiran suaminya , karena aroma maskulin pria tampan yang kini berdiri tak jauh darinya , ingin rasanya dia mengusir suaminya itu namun dia tak punya tenaga untuk berdebat lagi , dari pagi dia hanya makan sedikit , makan malam dengan Samuel tadi , dia hanya menyentuh sedikit makanan , mengetahui masa lalu suaminya dan sikap dingin suaminya membuat dia tak berselera untuk makan.
Dicky segera mengambil kotak obat , pria itu dengan telaten membersihkan tangan istrinya yang terluka , kemudian membalutnya dengan rapi.
Vivi diam tak merespons tindakan suaminya , sesekali wanita itu sesegukan , air matanya sudah berhenti .
Beberapa detik kemudian Dicky mengangkat tubuh istrinya memindahkan wanita yang sedang mengandung anaknya itu ke atas ranjang , wanita itu enggan bersuara , lebih memilih menarik selimut untuk menutupi tubuhnya , dan memunggungi pria egos itu.
Tak habis cara Dicky berbaring di belang istrinya , mendekap tubuh wanita itu secara posesif “ ma’af , aku sudah mengatakan hal yang tidak pantas” ucap Dicky lirih sambil.
“ aku sedang tidak ingin berbicara dengan mu” sahut Vivi sambil berusaha melepas pelukan suaminya.
Vivi merasa bingung dengan sikap suaminya itu , bukan kah beberapa waktu lalu suaminya itu sangat perduli dengan lukisan dari masa lalunya , akankah pria yang mendekap erat tubuh nya itu sedangkan mempermainkan dirinya , sekilas di benak Vivi terlintas hari apa saat ini , dia berkesimpulan jika suaminya itu hanya ingin meminta jatah dari nya “ aku baru ingat jika malam ini waktu ku untuk melayani” ucap wanita itu dengan nada sinis.
sedang kan Dicky terkejut dengan apa yang baru saja dia dengar , dia tak bermaksud untuk melakukan itu pada saat ini , hanya saja dia tak ingin wanita yang sedang mengandung anaknya itu semakin jauh dari dirinya , hanya karena kesalahpahaman yang terjadi. Vivi bangkit dari tidurnya melepaskan baju yang menempel pada tubuh wanita itu , hanya menyisakan dua helai kain yang menutupi area sensitifnya .
“ apa yang kau lakukan” ucap Dicky saat istrinya duduk di atas tubuh nya , padahal suku tubuh wanita itu cukup tinggi.
“apa karena wanita itu kembali kau tak mau aku menyentuh mu” ujar Vivi kesal dengan ucapan suaminya , Wanita itu mulai merambah bagian sensitif tubuh suaminya .
“ dengarkan aku kau salah paham” sahut Dicky yang hendak bangkit dari tidurnya.
__ADS_1
“ Biar aku tak ingin mendengar apapun itu”
‘ dia tak mau mendengarkan aku , ini memang salah ku mengabaikan dia beberapa hari ini' gumamnya dalam hati , sedangkan istrinya kini mulai menyambar bibi tipis milinya , beberapa saat kemudian Dicky merubah posisi mereka , hanya terdengar suara desahan yang memenuhi setiap sudut ruangan itu , memanggil nama satu sama lain dalam beberapa kesempatan.
, Terimakasih sudah membaca hasil coretan saya yang
banyak salahnya , semoga kakak kakak terhibur dengan karya saya , dan gak ada bosennya untuk baca ,
__ADS_1